Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 31#


__ADS_3

Dengan tegang Boy menunggu Bianca di periksa , dari kejauhan ia melihat mami Erika dan papi Bryan datang .


"gimana Bianca??". ucap papi Bryan khawatir .


"masih di periksa pi". ucap Boy lesu .


Setelah beberapa saat Wanda pun keluar , ia terlihat sedih .


"gimana Bianca??". ucap Boy resah .


Namun Wanda tertunduk ia terlihat amat sedih .


"Wanda ayo jawab Bianca gimana??". Boy semakin panik .


Tak mendengar jawaban dari Wanda dengan cepat ia masuk menemiu Bianca .


Boy meneteskan air mata , ia begitu khawatir akan terjadi hal yang buruk terjadi pada istrinya .


Saat Boy masuk Wanda kemudian tersenyum , ia bercerita dengan mami Erika dan papi Bryan kemudian mereka tersenyum bahagia .


melihat Boy menangis Bianca sangat heran .


"mas kok kamu nangis sih??". sambil memperbaiki posisinya .


"aku sayang sama kamu , apapun yang terjadi gak akan ngubah itu". Boy memeluk erat tubuh Bianca .


"ihh mas kamu apa-apaan sih?? aku sesak nafas tau". Bianca meronta karena Boy memeluknya sangat erat .


"kok kamu kayak biasa aja sih??". Boy heran melihat ekspresi Bianca .

__ADS_1


"emank aku harus sedih kayak mas!! emank gak senneng aku hamil anak kita??". ucap Bianca kesal .


"apaaaa?! kamu hamil??". ucap Boy terkejut .


Wanda , mami Erika dan papi Bryan pun masuk , ia menertawakan Boy .


"Iihh apa-apaan sih kamu Wanda!!". kesal Boy .


"sorry akukan cuman pengen ngerjain kamu doank". Wanda masih terkekeh .


"dasar kamu". Boy benar-benar kesal terhadap Wanda yang sudah mengerjainya .


"haha ia maaf maaf". Wanda menarik nafas "Bianca sudah hamil 4 minggu , sebaiknya dia jangan terlalu kelelahan karena ini kehamilan pertamanya". Wanda menjelaskan .


Mendengar itu wajah Boy berubah senang , wajahnya di hiasi senyum bahagia .


"selamat yah nak kalian akan jadi orang tua". ucap papi Bryan .


---------


Keesokan harinya Boy tebangun lebih dulu , ia memandang wajah Bianca . Boy menciun kening Bianca kemudian ke kamar mandi , setelah dengan ritual mandinya dan berpakaian ia langsung turun .


Ia mengambil ponselnya dan ia menelpon seseorang .


Ternyata ia menelpon Bi Sumi , Bi Sumi pernah bekerja pada Boy sebelum ia menikah .


2 jam kemudian Bi Sumi pun datang , ia sudah menyempatkan diri untuk berbelanja sesuai pesanan Boy .


Saat Bi Sumi memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas Bianca melihatnya bingung .

__ADS_1


"mas mas Boy". panggil Bianca seranya berjalan menuju ruang tamu


"ia sayang kenapa??". Boy menghampiri Bianca .


"kok ada Bi Sumi??".


"aku sengaja panggil dia supaya ada yang bantuin kamu beresin rumah". ucap Bianca sambil membawa Bianca duduk di sofa .


"iihh mas aku bisa kok sendiri".


"sayang kami tuh lagi hamil , kamu denger gak kata Wanda?? kamu gak boleh terlalu capek".


"iya , tapi kasian Bi Sumi dia kan udah tua".


"kan kerjanya gak berat-berat amat sayang setiap jam 5 sore dia pulang kok , diakan juga cuman bantuin kamu masak dan pergi belanja aja itu pun belanjanya bakalan di anter supir".


"supir??".


"iya aku juga mempekerjakan anak Bi Sumi sebagai supir agar lebih mudah kamu kemana-mana , jadi gak usah capek-capek nyetir sendiri".


"ya udah deh kalau itu maunya kamu , aku ikut aja". ucap Bianca pasrah .


"gitu donk sayang". ucap Boy senang dan menciun bibir Bianca singkat .


"ihh kamu apa-apaan sih mas , entar di liat Bi Sumi kan malu". Bianca berdiri meninggalkan Boy dengan wajah malu .


"sayang kamu maj kemana?? tungguin donk". Boy mengikuti Bianca yang berjalan menuju kamar .


SELAMAT MEMBACA YAH

__ADS_1


TOLONG LIKE AND KOMENTNYA YAH , MAKASIH .


__ADS_2