Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 24#


__ADS_3

Triiinggg....


"Sayang kamu sibuk gak??"


-My Husband-


"Gak kok , kenapa??"


-My Love-


"Kita makan malam diluar yuk??"


-My Husband-


"Oke , dimana?"


-My Love-


"Aku yang akan jemput kamu , nanti mang ujang yang bawa mobil kamu pulang".


-My Husband-


"Ya udah , aku tunggu"


-My Love-


"Apa aku sebaiknya gak usah cerita yah ke Boy kejadian hari ini??". Berpikir sejenak lalu menarik nafas panjang " aku liat situasi dulu deh". Ucap Bianca pada diri sendiri .


Setelah beberapa jam kemudian Boy pun menelpon Bianca .


Boy : "sayang aku udah ada diparkiran"


Bianca : "aku akan turun tut tut tut"


Bianca mengambil tasnya lalu melangkah keluar menuju lift .


Dilift Bianca menarik nafas panjang berulang-ulang ia berusaha menenangkan perasaannya yang masih diselimuti amarah .

__ADS_1


Bianca mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang kesal pada Boy , ia tak ingin membuat Boy khawatir .


Ting


Lift terbuka , senyum Bianca mengembang melihat Boy yang berdiri didepan pintu lift .


Cuuppp


"Sayang kamu apa-apaan sih , karyawan kamu pada lihat tuh!!". Boy merasa malu ketika Bianca tiba-tiba mencium pipi Boy dihadapan beberapa karyawan yang baru keluar dari lift sebelah .


"Biarin toh nyium pipi suami aku sendiri". Bianca tersenyum dan berjalan menggandeng tangan Boy dengan santai .


Boy membukakan pintu mobil untuk Bianca .


Setelah Boy masuk juga kedalam mobil ia mencubit hidung Bianca .


"Kamu tuh yah , kalo disini aja kamu agresif banget!! Giliran udah dikamar malu-malu kucing!!". Ledek Boy .


"Aku gak cuman agresif disini aja kok". Bela Bianca .


"Beneran??".


"Paling cuman basa-basi doank". Boy tak percaya .


Bianca membuka pintu mobil lalu turun , ia membuka pintu mobil sebelah dan menyuruh Boy berpindah tempat .


"Pindah , biar aku yang nyetir!".


"Gak usah aku aja!!". Tolak Boy .


"Cepetan aku hari ini gak mau dengar bantahan!!".


Akhirnya Boy pun berpindah tempat .


Bianca melajukan mobil tak tau entah kemana , hingga ia memberhentikan mobil dijalan sepi dengan dipenuhi pepohonan yang lumayan tinggi dan banyak .


"Ngapain kamu berhentiin mobilnya disini??". Tanya Boy bingung .

__ADS_1


"Emank kamu gak denger ajakan aku tadi??".


"Kamu beneran??".


"Sekali-kali gak pa-pa donk main agak extreme".


Bianca membuka safebeltnya dan dengan sigap mencium bibir Boy .


Tak tinggal diam Boy membalas lumatan Bianca , ia membuka safebeltnya dengan perlahan .


Satu demi satu kancing kemeja Boy dilepas Bianca , lalu mengarahkan tangan Boy kekemejanya memberi Boy aba-aba agar Boy membuka kancing kemeja Bianca juga .


Satu persatu pakaian demi pakaian yang mereka pakai terlepas .


Entah apa yang merasuki Bianca , ia seperti kucing liar .


Dengan lincah Bianca naik kepangkuan Boy dengan posisi berhadapan , Bianca mencium bibir Boy dengan panas sementara ia mulai memasukkan milik Boy kedalamnya.


Boy dan Bianca mendesah bersama .


"Apa yang membuatmu selincah ini??" tanya Boy dengan menaik turunkan pinggul Bianca .


"Entahlah , hari ini aku sangat merindukanmu dan tak tau kenapa gairahku meningkat begitu saja saat melihatmu!!". Bisik Bianca ditelinga Boy yang membuat Boy semakin mempercepat tangannya yang menaik turunkan pinggul Bianca .


Bianca memperlebar rentangan kedua pahanya , memperbolehkan milik Boy semakin memasukinya .


Boy yang mengerti gerakan Bianca , semakin menekan erat pinggul Bianca .


"Aaaahhhh Boy". Desahan Bianca semakin kuat namun manja .


"Teerussskan aaahhhhh akuuu menyukainyaaaahhhh". Bianca mendesah nikmat tepat ditelinga Boy .


Boy semakin menggila , ia memegang kuat pinggul Bianca dan dengan kuat ia hentakkan turun .


Namun semakin kuat hentakkan Boy semakin Bianca mendesah nikmat dan meminta Boy meneruskannya .


Entah berapa lama mereka saling menikmati hingga mencapai puncak mereka .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!


__ADS_2