
Triiinggg....
"Sayang kamu sibuk gak??"
-My Husband-
"Gak kok , kenapa??"
-My Love-
"Kita makan malam diluar yuk??"
-My Husband-
"Oke , dimana?"
-My Love-
"Aku yang akan jemput kamu , nanti mang ujang yang bawa mobil kamu pulang".
-My Husband-
"Ya udah , aku tunggu"
-My Love-
"Apa aku sebaiknya gak usah cerita yah ke Boy kejadian hari ini??". Berpikir sejenak lalu menarik nafas panjang " aku liat situasi dulu deh". Ucap Bianca pada diri sendiri .
Setelah beberapa jam kemudian Boy pun menelpon Bianca .
Boy : "sayang aku udah ada diparkiran"
Bianca : "aku akan turun tut tut tut"
Bianca mengambil tasnya lalu melangkah keluar menuju lift .
Dilift Bianca menarik nafas panjang berulang-ulang ia berusaha menenangkan perasaannya yang masih diselimuti amarah .
__ADS_1
Bianca mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang kesal pada Boy , ia tak ingin membuat Boy khawatir .
Ting
Lift terbuka , senyum Bianca mengembang melihat Boy yang berdiri didepan pintu lift .
Cuuppp
"Sayang kamu apa-apaan sih , karyawan kamu pada lihat tuh!!". Boy merasa malu ketika Bianca tiba-tiba mencium pipi Boy dihadapan beberapa karyawan yang baru keluar dari lift sebelah .
"Biarin toh nyium pipi suami aku sendiri". Bianca tersenyum dan berjalan menggandeng tangan Boy dengan santai .
Boy membukakan pintu mobil untuk Bianca .
Setelah Boy masuk juga kedalam mobil ia mencubit hidung Bianca .
"Kamu tuh yah , kalo disini aja kamu agresif banget!! Giliran udah dikamar malu-malu kucing!!". Ledek Boy .
"Aku gak cuman agresif disini aja kok". Bela Bianca .
"Beneran??".
"Paling cuman basa-basi doank". Boy tak percaya .
Bianca membuka pintu mobil lalu turun , ia membuka pintu mobil sebelah dan menyuruh Boy berpindah tempat .
"Pindah , biar aku yang nyetir!".
"Gak usah aku aja!!". Tolak Boy .
"Cepetan aku hari ini gak mau dengar bantahan!!".
Akhirnya Boy pun berpindah tempat .
Bianca melajukan mobil tak tau entah kemana , hingga ia memberhentikan mobil dijalan sepi dengan dipenuhi pepohonan yang lumayan tinggi dan banyak .
"Ngapain kamu berhentiin mobilnya disini??". Tanya Boy bingung .
__ADS_1
"Emank kamu gak denger ajakan aku tadi??".
"Kamu beneran??".
"Sekali-kali gak pa-pa donk main agak extreme".
Bianca membuka safebeltnya dan dengan sigap mencium bibir Boy .
Tak tinggal diam Boy membalas lumatan Bianca , ia membuka safebeltnya dengan perlahan .
Satu demi satu kancing kemeja Boy dilepas Bianca , lalu mengarahkan tangan Boy kekemejanya memberi Boy aba-aba agar Boy membuka kancing kemeja Bianca juga .
Satu persatu pakaian demi pakaian yang mereka pakai terlepas .
Entah apa yang merasuki Bianca , ia seperti kucing liar .
Dengan lincah Bianca naik kepangkuan Boy dengan posisi berhadapan , Bianca mencium bibir Boy dengan panas sementara ia mulai memasukkan milik Boy kedalamnya.
Boy dan Bianca mendesah bersama .
"Apa yang membuatmu selincah ini??" tanya Boy dengan menaik turunkan pinggul Bianca .
"Entahlah , hari ini aku sangat merindukanmu dan tak tau kenapa gairahku meningkat begitu saja saat melihatmu!!". Bisik Bianca ditelinga Boy yang membuat Boy semakin mempercepat tangannya yang menaik turunkan pinggul Bianca .
Bianca memperlebar rentangan kedua pahanya , memperbolehkan milik Boy semakin memasukinya .
Boy yang mengerti gerakan Bianca , semakin menekan erat pinggul Bianca .
"Aaaahhhh Boy". Desahan Bianca semakin kuat namun manja .
"Teerussskan aaahhhhh akuuu menyukainyaaaahhhh". Bianca mendesah nikmat tepat ditelinga Boy .
Boy semakin menggila , ia memegang kuat pinggul Bianca dan dengan kuat ia hentakkan turun .
Namun semakin kuat hentakkan Boy semakin Bianca mendesah nikmat dan meminta Boy meneruskannya .
Entah berapa lama mereka saling menikmati hingga mencapai puncak mereka .
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA !!!
TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!