
Leon tak ingin semakin bingung dengan perasaannya pada Lisa , jadi ia pun memutuskan untuk mengakhiri kontrak antara dia dan Lisa .
Leon mengambil ponsel dari sakunya lalu ia pun menelpon Lisa .
"Halo Lis , aku mau bicara penting sama kamu!! Kamu ke rumahku sekarang".
"Baiklah aku akan kesana".
'Aku akan mengakui perasaan ku pada Leon'. Gumam Lisa
Tidak cukup berapa lama Lisa pun sampai di rumah Leon .
Ting tong
Ceklekk
"Masuk".
Lisa pun masuk dengan gugup , ia sudah menyusun kata-kata yang akan Lisa sampaikan pasa Leon mengenai perasaannya .
"Ini". Ucap Leon seranya menyodorkan amplop coklat .
"Ini apa??". Tanya Lisa bingung
"Ini uang tambahan".
"Uang tambahan , untuk apa??". Lisa semakin Bingung
__ADS_1
"Di kontrak yang pernah kita tanda tangani aku akan memberikan uang tambahan setelah aku memutuskan mengakhiri perjanjian kita".
Deg deg jantung Lisa seketika berdegup kencang .
"Kamu mau mengakhiri kontrak kita??". Ucap Lisa dengan nada suara bergetar .
"Iya". Tegas Leon
Lisa sangat terkejut dengan keputusan Leon , seluruh kata yang sudah ia susun untuk menyatakan perasaannya kini hilang .
Lisa rasanya ingin menangis namun ia tahan , ia berlagak seakan ia pun menginginkan perjanjian itu berakhir .
"Bagus deh kalau gitu , soalnya aku udah gak tega bohongin mbak Bianca lagi!!! Aku ambil yah , thankz!! Aku pergi". Ucap Lisa mengambil amplop tersebut lalu pergi tanpa melihat wajah Leon .
Setelah keluar dari rumah Leon dan memasuki mobil , akhirnya air mata Lisa tumpah .
"Hiks hiks pada akhirnya sandiwara ini memang harus di akhiri hiks hiks , dan di antara aku dan Leon hanya aku yang terluka!!! Kenapa Lisa kenapa kau bisa jatuh cinta padanya??? Kau tau ini hanya sebuah kontrak , hanya sebuah sandiwara dan sandiwara ini tak akan bertahan lama!! Kenapa kau memakai perasaan mu , kenapa , kenapa kai bisa menyukai dia yang sudah sanhat jelas menyukai orang lain uang sengaja membuat perjanjian denganmu demi orang yang dia cintai??". Lisa terus menangis sambil memukul-mukul stir mobil .
Sedangkan Leon entah mengapa ia merasa hampa setelah Lisa keluar dari rumahnya .
"Gak mungkin lah aku suka ma Lisa , yang aku cintai hanya Bianca yah hanya Bianca seorang".
Leon terus saja mempungkiri perasaannya sendiri , ia terus merasa obsesinya pada Bianca adalah sebuah cinta .
Dan tidak mau mengakui perasaannya bahwa kini Leon semakin hari semakin menyukai Lisa .
Tring tring
__ADS_1
Ponsel Bianca nyaring berbunyi ,
"Halo mbak huhuhuu".
"Lis kamu kenapa??".Bianca panik mendengar Lisa yang tiba-tiba menelpon sambil menangis .
"Mbak maaf aku gak bisa bantuin mbak lagi nyari informasi tentang perbuatan Leon lagi".
"Kenapa??".
"Leon sudah mengakhiri kontrak di antara kami , dia sudah tak membutuhkan aku lagi".
"Haaa kok bisa?? Terus bagaimana dengan perasaanmu padanya??".Bianca terkejut
"Aku tidak mengungkapkannya lagi pula sepertinya dia tak menyukaiku , dia sama sekali tak punya perasaan padaku".
"Tapi..".
"Gak pa-pa mbak , toh dari awal ini memang sebuah sandiwara!!! Dan setiap sandiwara memiliki akhir meski kadang tidak selamanya bahagia". Ucap Lisa lirih
"Yang sabar yah Lis , maaf aku tak bisa membantumu aku tak tau harus melakukan apa".
"Iya aku ngerti mbak , makasih karena udah mau maafin aku dengan perbuatan aku dan makasih karena udah mau dengerin cerita aku".
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH
__ADS_1