
Tok tok tok "Bian Bianca". panggil Boy ini sudah kesekian kalinya Boy memanggil Bianca namun tidak ada jawaban.
Entah sudah berapa lama Boy mengetuk-ngetuk pintu kamar Bianca dan memanggil namanya, namun si pemilik nama tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.
"Excuse me sir, can i help you?? " tanya seorang pelayan hotel
"No thanks, i was just waking up my friend in this room". jawab Boy
"Sorry sir, but this room is empty. The lady who stayed in this room checked out early in the morning". ujar pelayan tersebut.
Boy sangat terkejut mendengar penuturan pelayan tadi, ia merasa tubuhnya tak memiliki energi.
"semarah itukah kau padaku hingga kau pergi tanpa pamit padaku??" ucap Boy sedih
Boy bertekad untuk meminta maaf pada Bianca, ia bereskan pakaiannya kedalam koper lalu buru-buru menuju bandara. Namun sayang Boy terlambat pesawat yang ditumpangi Bianca sudah lepas landas sejam yang lalu, Boy yang berkecil hati memesan tiket untuk keberangkatan selanjutnya.
"papi mami aku pulang". teriak Bianca senang yang disambut senyuman manis oleh kedua orang tuanya, meski umur Bianca terbilang sudah dewasa namun dihadapan kedua orang tuanya dia akan berubah layaknya anak kecil.
"papi ma mami kangen gak ma Bian???" sambil tersenyum seperti anak kecil
__ADS_1
"enggak tuh". jawab erika sambil tersenyum menggoda
"tuuhhh pi katanya mami gak kangen aku". adu Bianca pada Bryan dengan wajah memelas yang hanya ditanggapi dengan tawa oleh Bryan dan Erika
"kau itu seperti sudah pergi bertahun-tahun saja, kau itu hanya pergi selama 2 pekan itupun setiap hari kau video callan dengan kami". jawab Bryan
"tapikan 2 pekan itu udah lama banget menurutku, rasanya udah 20 tahun gak ketemu papi ma mami". Dengan memasang wajah polos.
Mendengar itu papi dan mami Bianca tersenyum lalu memeluk putri semata wayang mereka.
"ya udah sayang, sana gih kamu istirahat kamu pasti capek".
Sesampainya dikamar sambil berbaring ia menyalakan ponselnya yang ia sengaja matikan sejak tadi pagi.
Betapa terkejutnya Bianca saat menyala ponsel Bianca tak henti-hentinya bergetar (mode silent) dibacanya 56 misscall, 32 pesan dan 74 pesan whatsapp dan itu semua dari Boy.
'Nih orang maunya apa sih??? '. tanyanya pada diri sendiri.
Keesokan harinya aktifitas Bianca dimulai, ia bersiap-siap kekantor "Morning pi, morning mi". sapa Bianca
"morning sayang" jawab keduanya bersamaan
__ADS_1
"aku pergi yah pi mi".
"loh kamu gak sarapan dulu?? ". Tanya Erika
"aku sarapannya dikantor aja mi". sambil mencium pipi mami dan papinya dan beranjak pergi sambil berlari-lari kecil.
Boy yang tidak bisa tidur nyenyak selama 2 hari ini masih menanti balasan dari pesan-pesan yang ia kirim untuk Bianca.
"Bianca pasti sangat sibuk!! mengingat pekerjaannya yang tertunda akibat cedera yang dialaminya diparis!! ". pikir Boy, ia berusaha menenangkan hati dan pikirannya sendiri.
"sebaiknya aku menghubunginya atau aku kekantornya saja saat makan siang, sekalian aku bawakan makan siang".
Dikantor ia menyibukkan dirinya dengan dokuman yang ia sudah baca bahkan sudah dibacanya berulang-ulang kali.
Tok toktok "maaf bu, ada dokter Boy ingin ketemu!! ".
Bianca sangat terkejut mendengar bahwa Boy ingin bertemu. Dengan memasang wajah datar ia mempersilahkan Boy masuk keruangannya.
'oh my god ngapain nih sii cowok mesum datang kesini". tanya Bianca dakam hati.
SELAMAT MEMBACA!!!
__ADS_1