
Pranggg pringggg prangggg
Boy terbangun dari tidur nyenyaknya ,ia berlari menuruni tangga mencari sumber suara . Boy yang terkejut akan suara gaduh tersebut semakin panik ketika ada asap menggepul keluar dari arah dapur .
Dan ketika sampai didapur ia melihat Bianca sang istri telah menghancurkan dapur rumah mereka .
"Uhuukk...uhuukk...uhuuk". Bianca terbatuk.
"Astaga apa yang kau lakukan?? Hahaha". Tanya Boy dengan tawa meledeknya .
Bianca hanya diam sambil memandang kesal pada sang suami .
"Ya ampun lihat wajahmu dan kekacauan yang kau buat!!! Apa kau sedang berperang???hahahhaa". Boy membersihkan wajah Bianca yang menghitam sambil terus tertawa .
"Aku hanya ingin memasakkanmu sesuatu tapi kau malah menertawakanku". Bianca sangat kesal .
"Kau itu mau memasak atau mau menghancurkan dapur kita???".
"Sudah jangan meledekku lagi aku benci padamu!!". Bianca memalingkan tubuhnya .
"Maaf Babe , tapi kenapa kau harus repot kita akan menyewa seorang pelayan untuk memasak makanan apapun yang kau minta!". Boy berusaha menenangkan Bianca .
"Tapi aku mau kau memakan masakanku!!". Bianca memonyongkan bibirnya .
"Baiklah jika itu yang kau inginkan , bagaimana jika kau mengambil kelas untuk belajar memasak??". Saran Boy .
"Kurasa itu lebih baik!! Aku takut akan lebih menghancurkan dapur kita hahaha". Bianca dan Boy tertawa .
"Istriku ini semakin hari semakin imut saja". Boy mencium pipi Bianca , yang membuatnya merona .
"Awww". Bianca menjerit kesakitan ketika Boy menggenggam tangan Bianca .
__ADS_1
"Ada apa??". Boy panik .
"Ahhh ini hanya terkena pecahan gelas yang tak sengaja ku jatuhkan tadi". Bianca memperlihatkan tangannya yang terluka .
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?? Kemarilah aku akan memberinya obat". Boy menarik tangan Bianca dan mendudukkannya di sofa , lalu Boy berlari menuju kamar untuk mengambil kotak P3K .
"Bisakah kau lebih berhati-hati??? Kenapa kau sangat ceroboh???".Boy kesal sambil memberi obat pada tangan Bianca .
Cuppp...
Bianca mencium singkat bibir Boy lalu tersenyum .
"Apa yang kau lakukan???".
"Aku menyukainya!!".
"maksudmu??".
"Perhatianmu , aku sangat menyukainya!!". Pipi Bianca memerah
"Lalu harus bagaimana agar kau tak marah lagi???".
"Setidak lakukan dengan benar". Boy mencium bibir Bianca , ia melumat bibir Bianca seakan memakan permen . sampai Bianca harus melepasnya agar ia bisa menarik nafas .
"Yaaaaa kau ingin membuatku mati kehabis nafas yah!". Nafas Bianca tersenggal-senggal .
"Setidaknya itu adalah hukumanmu karna sudah membuat ku khawatir , jika kau melakukannya lagi akan menghukummu lebih dari ini .
"Dasar genit!".
"Biarin genit sama istri sendiri juga kok genitnya". Sambil menggigit lembut bahu Bianca .
__ADS_1
"Ihhhh dasar". Bianca memukul-mukul Boy dengan bantal kursi .
"Hahaha iya iya maaf , yuk!!".
"Ayuk apa??".
"Tidur lah". Goda Boy
"Heiii jangan macam-macam yah ini masih pagi". Bianca berdiri dan menghindari Boy .
"Aku hanya ingin mengajakmu tidur saja tidak melakukan apa-apa!! Atau jangan-jangan kai ingin akj melakukan sesuatu yah???"
"Tuhh kan setelah nikah genitnya nambah".
"Biarin".
"Aku gak mau tidur aku mau mandi , lengket abis perang didapur!".
"Ya udah mandi bareng aja".Boy melangkah maju .
"Gak mau". Bianca melangkah mundur ingin menghindari Boy . Namun Boy lebih sigap , ia menggendong Bianca , ia menggendong Bianca seperti penculik . Bianca meronta-ronta namun tak mampu terlepas dari Boy .
Mereka mamasuki kamar , namun tak membawa Bianca kekamar mandi , Boy kemudian menurunkan Bianca dan langsung mencium bibir Bianca .
Bianca yang hanya menggunakan baju dress santai sependek lutut mampu membuat tangan Boy dengan mudah masuk kedalam bajunya .
Ia dengan mudah memegang buah sintal milik Bianca , sambil tangannya terus meraba tubuh Bianca . Boy dengan mudah menyematkan satu jari masuk kedalam Bianca .
"Aahhhh". Desah Bianca .
Gerakan jari Boy semakin lincah , bibir Boy yang sejak tadi menciumi bibir Bianca semakin liar .
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA !!!
TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!