Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 8#


__ADS_3

*"Met pagi Bianca". Sapa Boy


"Pagi dok". Jawab Bianca


"Boy.. Bianca Boy". Boy mengingatkan


"Iya Boy". Kata Bianca sambil memutar mata malas.


"Gimana kaki kamu??".


"Udah gak sakit kok". Jawab Bianca sambil menghentak-hentakkan kakinya


"Syukurlah". Merasa lega


"Mmm gimana kalo hari ini kita jalan-jalan , kebetulan aku tau sebuah tempat yang aku yakin banget pasti kamu suka". Ucap Boy sambil tersenyum .


"Boleh , lagian aku udah bosen banget didalam kamar trus. Kalo gitu aku siap-siap dulu yah".


"Oke , aku tunggu dilobi".


Bianca berdecak kagum melihat pemandangan tersebut .


"Aku gak tau kalo ada tempat yang sangat indah ini".


"Wowww sungainya juga cantik banget". Teriak Bianca terus mengagumi tempat tersebut .

__ADS_1


"Gimana?? Kau tidak menyesalkan ikut denganki kemari??"


"Iya, disini benar-benar indah".


"Heii.. Ayo mandi.." ajak Boy


"Haaa tidak, dasar kau cowok mesum". Sambil menyilangkan tangan menutupi dadanya .


"Heii bukan itu maksudku , jangan berfikir yang aneh-aneh . lagipula akukan tidak menyuruhmu untuk melepas pakainmu". Jelas Boy pada Bianca yang mulai salah paham .


"Tidak aku tetap tidak mau". Sambil membalikkan badannya untuk membelakangi Boy .


Namun Boy tidak menyerah , sifat usilnya datang . Boy menghampiri Bianca dan mengangkat tububnya , Bianca yang terkejut lalu menjerit . Boy tidak lantas langsung menurunkan Bianca namun tetap membawa Bianca masum kedalam sungai lalu menjatuhkan tubuh Bianca ke air .


"Aahh sejuk sekali". Ucap Bianca setengah berteriak sambil memercik-mercikkan air pada Boy .


Mereka berdua bermain air layaknya anak kecil , Boy tiba-tiba berhenti lalu tersenyum sambil memandang Bianca . Boy yang tidak bisa mengendalikan dirinya mulai berjalan mendekati Bianca , tanpa Bianca sadari Boy sudah berada tepat dihadapannya .


Lalu dengan cepat Boy memegang pipi Bianca dengan kedua tangannya , lalu mendaratkan ciuman dibibir Bianca .


Bianca yang terkejut dengan aksi Boy hanya bisa terdiam sampai akhirnya Boy melepas ciumannya , masih dengan ekspresi terkejut merasa bibirnya sulit untuk mengucapkan satu katapun . Boy memandang wajah Bianca sambil terswnyum , lalu kembali mencium bibir Bianca dengan lembut .


Hanyut dalam ciuman lembut Boy , Bianca pun merespon dengan perlahan ia mulai membalas ciuman dari Boy . Boy yang merasa mendapat balasan semakin mendalamkan ciumannya , ia melumat bibir Bianca sambil menarik tubuh Bianca agar semakin mendekat . tangan Bianca yang awalnya berada dibawah sambil mengepal kini berpindah tempat , tangan Bianca kini melingkar dileher Boy .Namun tak lama ciuman iti berlangsung Bianca pun tersadar , lalu mendorong Boy dan menamparnya .


'Episode' Bianca kambuh (episode istilah kedokteran dari kata penyakit) , keringat dingin Bianca bercucuran dengan sedikir gemetar . Namun tak bisa dilihat oleb Boy karna tubuh Bianca basah kuyup .

__ADS_1


Diperjalanan pulang suasana sunyi menyelimuti mobil , mereka berdua diam seakan-akan mereka berdua tidak saling mengenal satu sama lain . Hingga sampai dihotel tempat mereka menginap , Bianca langsung turun dari mobil dan berlalu masuk kedalam hotel tanpa mengatakan apapun pada Boy .


"Damnsh*t" sambil memukul stir mobil "Apa yang sudah aku lakukan??? Kenapa aku bisa melakukan ham ceroboh seperti itu??? Bianca pasti sangat marah padaku!!!"


Ucapnya marah pada dirinya sendiri .


"Tapi aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku".


Entah sejak kapan Boy memiliki perasaan pada Bianca , namun yang pasti rasa bersalah membuat hati Boy menjadi cemas .


Boy pun segera turun dari mobil lalu cepat-cepat masuk kehotel .


Tok tok tok "Bianca ... Bianca"


Panggil Boy samb tetap mengetuk-ngetuk pintu kamar Bianca , namun tak ada jawaban dari dalam . 'Apa Bianca sudah tidur yah???pasti dia sangat lelah , biarlah besok saja aku meminta maaf padanya' batin Boy .


Didalam kamar Boy tidak bisa menutup matanya , ia hanya mondar-mandir dan sesekali membaringkan tubuhnya diatas sofa.


"Bagaimana jika Bianca tidak ingin melihatku lagi??? Bagaimana jika dia tidak ingin memaafkan aku??? Lalu bagaimana dengan diriku??? Apa yang harus kulakukan ibarat manusia yang membutuhkan oksigen untuk bernafas , dan aku membutuhkan Bianca dia bagaikan oksigen bagiku!!!"


Sambil tertunduk dengan kedua tangan ya yang menutupi wajahnya .


**SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI VOTE YAH , MAKASIH !!!***

__ADS_1


__ADS_2