Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 26#


__ADS_3

drrrrt drrrrt drrrrt


ponsel Bianca terus bergetar dan itu sudah sejak tadi pagi , namun Bianca enggan untuk mengangkatnya karena lagi-lagi si penelpon tak lain adalah Leon .


Karena kesal Bianca lalu mematikan ponselnya , agar ia bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya .


Bianca bukan tipe bos yang akan menyerahkan semua pekerjaan pada bawahannya , dia berfikir setiap posisi memiliki pekerjaannya masing-masing .


"selamat siang mbak Rina , Bianca nya ada??". sapa Leon


"ada sih pak , tapi...". belum sempat Rina menyelesaikan ucapannya Leon langsung masuk ke ruangan Bianca .


"pak pak Leon tunggu dulu pak". panggil Rina sambil mengikuti langkah Leon yang cepat .


Bianca sangat terkejut melihat Leon masuk ke ruangannya tanpa permisi .


"kamu!!". ucap Bianca heran .


"maaf bu saya sudah berusaha untuk menghentikan pak Leon , tapi...!". Rina merasa bersalah .


"tidak apa-apa , kau boleh kembali ke meja mu!!". perintah Bianca .


Rina pun meminta permisi untuk kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya .

__ADS_1


"kamu ngapain disini??perasaan kita tidak ada janji!!". nada Bianca sangat dingin pada Leon .


"kenapa kamu gak angkat telpon dariku??". tanya Leon


"kamu cuma mau nanya itu doank?? aku males angkat telpon kamu!! kamu puas sama jawaban aku??? sekarang kamu bisa pergi dari sini!!". tegas Bianca .


"aku cuman mau ngomong penting sama kamu!!".


"kalau kamu mau ngomong hal penting terkait bisnis kamu bisa menghubungi sekertaris aku!!!".


"ini bukan tentang bisnis".


"maaf pak Leon Abraham , tapi ini kantor tempat untuk membahas bisnis dan pekerjaan bukan hal yang lainnya!!". Bianca makin dingin pada Leon .


"itu kenapa sejak pagi aku menelpon mu agar bisa berbicara denganmu di luar kantor".


"baiklah , kalau begitu kita bicara di luar". ucap Bianca datar .


"oke , aku akan pergi duluan!! aku tunggu di cafeshop depan kantor mu!!". wajah Leon terlihat senang .


Leon pun beranjak keluar dari ruangan Bianca .


"haaaa nyebelin banget nih orang , diakan udah tau kalau aku udah punya suami masih aja kayak gini!!! maunya apa coba". kesal Bianca .

__ADS_1


Di cafeshop Leon dengan tak sabar menunggu Bianca , Leon khawatir Bianca tak akan datang di cafe tersebut .


Namun meski tak yakin Bianca akan datang atau tidak Leon tetap memesan kopi kesukaan Bianca .


Setelah beberapa saat menunggu dengan wajah tak tenang akhirnya wajah Leon berubah , ia tersenyum sumbringah .


Leon menatap Bianca saat memasuki cafe hingga Bianca duduk di hadapannya .


"apa yang ingin kau bicarakan padaku??". sambil menarik kursi lalu duduk .


"aku mau minta maaf padamu!! dan meminta mu agar melupakan semua hal buruk yang aku lakukan dan katakan padamu di masa lalu". ucap Leon serius .


"aku sudah melupakannya!! hanya ini yang mau kau bilang??? kalau begitu aku pergi". Bianca berdiri namun ditahan oleh Leon .


"tunggu , duduklah dulu ada lagi yang ingin aku sampaikan!!". Leon berusaha menghentikan Bianca .


"apa lagi??". ketus Bianca .


"aku ingin kita berteman". ucap Leon penuh harap .


"atas dasar apa kau berfikir bahwa aku akan menjadikanmu teman ku??".


"aku tau kau masih merasa kesal dan tak suka padaku , aku hanya ingin kau tau bahwa aku sudah menyerah atas perasaan ku . Aku sudah melihat mu bahagia bersama orang yang kau cintai dan itu sudah lebih dari cukup bagiku". jelas Leon .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA YAH !!!


TOLONG LIKE AND KOMENTNYA YAH , MAKASIH !!!


__ADS_2