
Menikmati bakso bersama dengan teman ternyata lebih menyenangkan. Yah anggap saja kedua pemuda ini sudah menjadi teman Bella bukan sekedar tetangga.
Sambil ngobrol-ngobrol ringan diselingi canda, mereka terlihat akrab sekali. Arga terlihat lebih aktif berbicara sementara Adzriel sesekali menimpali dan Bella lebih banyak mendengarkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Arga.
Ngomong-ngomong soal pertanyaaan, dari tadi Arga banyak bertanya kepada Bella. Dari soal kuliah, jurusan yang Bella ambil, hobi, aktifitas sehari-hari lalu pertanyaan itu muncul ...
"Teteh sudah punya pacar belum?" tanya Arga langsung bertanya tentang status Bella tanpa basa-basi. Adzriel yang duduk di sebelah Arga langsung menegakkan punggungnya, bersiap mendengar jawaban Bella.
Sebelum menjawab, Bella tersenyum, Bella mulai menyadari situasi saat ini. Dasar bocah menggemaskan, ketahuan banget usahanya, walau memanfaatkan temannya, bukannya dia sendiri yang aktif bertanya, pikir Bella.
"Belum tuh, enggak ada yang mau sama Teteh... apa Arga mau cariin?" canda Bella.
"Serius Teh.....cewek secantik dan sebaik Teteh masa belum punya pacar?" lagi-lagi Arga yang bicara, sementara Adzriel tetap dalam mode menyimak walau binar mata terlihat antusias.
"Bisa saja kamu, masa Teteh dibilang cantik, terus tahu dari mana kalau Teteh baik," terkekeh Bella menjawab. Manis benar nih mulut bocah, ujarnya dalam hati.
"Teh, cowok seperti apa sih cowok yang Teteh suka?" kembali Arga bertanya.
Sebelum Bella sempat menjawab tiba-tiba datang seorang cewek berbadan mungil dengan kulit putih bersih mengenakan cap sleeve t-shirt biru muda dipadankan dengan mid-lenght shorts berwarna putih langsung duduk di sebelah Adzriel.
"Ehhh.... Adzriel, enggak nyangka bisa ketemu di sini," seru cewek itu.
Adzriel yang terkejut dengan kehadiran cewek yang tiba-tiba duduk nempel di sebelahnya segera bergeser.
"Anggi, geser sana dong duduknya, sempit tahu," protes Azriel. Bukannya menjauh memberi jarak, Anggi malah mendekat kembali.
"Kakak yang namanya Arabella ya?" tanya Anggi sambil melihat ke arah Bella.
"Iya, Aku Arabella, ada apa ya?" Bella balik bertanya.
"Ini Kak tadi di depan kedai ada yang titip ini buat Kakak," jawab Anggi sambil menyerahkan bungkusan plastik berisi minuman.
Bella menerima bungkusan itu sambil memperhatikan isinya. Sebuah cup plastik berukuran jumbo berisi minuman mangga merek terkenal di kota ini. Ini adalah minuman kesukaan Bella.
"Orangnya titip pesan atau menyebutkan namanya tidak?" kembali Bella bertanya kepada Anggi.
__ADS_1
"Tidak Kak, dia hanya bilang titip ini buat cewek yang bernama Arabella yang lagi makan bakso di sini, dia juga sebutin ciri-ciri Kakak," Anggi menjelaskan kepada Bella.
"Hati-hati Teh, jangan sembarangan menerima minuman dari orang asing," Adzriel mengingatkan Bella.
"Betul itu Teh, mana tahu itu orang ada maksud jelek sama Teteh," Arga menambahkan. "Gi, orangnya masih ada enggak di luar?"
"Tadi setelah titip ini sama Aku langsung pergi dia," jawab Anggi.
"Orangnya gimana Gi?" karena masih penasaran Bella kembali bertanya.
"Orangnya tinggi, putih, suaranya berat, dalam, seksi lah.... dia pakai masker tapi kayaknya ganteng deh Kak orangnya," dengan semangat Anggi menjelaskan penampakan orang yang tadi ditemuinya.
"Seksi...seksi.... kamu mah kucing mengeong juga dibilang seksi, terus tahu dari dia ganteng?" Adzriel kesal dengan pemaparan Anggi soal orang ini. Berpotensi jadi saingan berat nih pikir Adzriel.
"Cowok ganteng mah auranya terpancar kemana-mana, gampang terdeteksi sama Aku atuh," dengan gaya sok tahu Anggi menjawab.
Anggi, Adzriel dan Arga terus berdebat tentang orang itu. Sementara di pikiran Bella, dia sudah bisa menerka siapa orang itu.
Orang yang dia kenal, orang yang ingin dia lupakan. Tapi kenapa dia bisa muncul di sekitar Bella, kenapa dia mencari Bella. Untuk apa....
"Kak Bella lucu ya, mukanya kayak mikir kemana-mana tapi mulutnya terus makan bakso... ha ha ha," Anggi tertawa saat melihat Bella terlihat berpikir keras tapi makan terus jalan.
"Udah Teh buang saja minuman itu kalau Teteh enggak kenal sama orangnya, kalaupun orang itu kenal Teteh harusnya kan dia kasih langsung ya?" kata Adzriel.
"Kali aja ada sianidanya atau ada peletnya Teh," tambah Arga.
"Ih kalian tuh, overthinking jadinya suudzan sama orang, siapa tahu dia secret admire-nya Kak Bella, wah romantis banget, diam-diam diperhatiin, dikirimin minuman, besok-besok kayaknya bakalan dikirimin bunga deh Kak," cerocos Anggi.
"Kebanyakan baca novel kamu tuh, romantis-romantis dari mana, lebay," Arga berusaha mematahkan segala pemikiran Anggi yang menurutnya salah.
"Kalian para cowok mana ngerti yang ginian," balas Anggi.
"Sudah...sudah... kok malah pada debat, itu baksonya dimakan nanti keburu dingin," Bella mengingatkan Adzriel dan Arga yang dari tadi berhenti menyantap baksonya.
"Anggi mau pesan bakso juga enggak?" tanya Bella.
__ADS_1
"Enggak Kak, Aku lagi diet," jawab Anggi mantap.
"Serius enggak mau, Teteh traktir lho," tawar Bella.
"Mas Anto, baksonya satu lagi ya, enggak pakai mie, enggak pakai sayur, enggak pakai...."
"Enggak pakai mangkok," sebelum Anggi selesai mengatakan pesanannya kepada Mas Anto, Arga memotong perkataannya.
"Arga rese....udah itu saja Mas," kata Anggi.
"Katanya lagi diet, giliran mau ditraktir langsung pesan," ejek Arga.
"Kebetulan hari ini cheating day jadi bebas makan, ngerti enggak cheating day tuh apa?" balas Anggi kepada Arga.
"Udah sih Ga, biarin aja, kamu protes terus bakalan panjang urusan sama si Anggi mah, biarkan dia makan dengan tenang, kamu juga lanjut makan," saran Adzriel.
Mereka pun melanjutkan memakan baksonya, begitu pula Anggi, bakso yang dipesannya segera tersaji sebelum yang lainnya selesai makan.
Obrolan kembali berlanjut. Ternyata Anggi juga tetangga Bella. Seumuran dengan Adzriel dan Arga.
Kehadiran Anggi menambah keseruan obrolan mereka, cewek mungil ini lumayan cerewet dan tidak mau kalah setiap berdebat dengan Arga.
Selesai makan bakso, Adzriel yang tadinya bersikeras ingin membayar semua tagihan harus menyerah saat Bella juga bersikeras ingin membayar tagihan mereka dengan alasan sebagai yang tertua dan sudah bekerja maka Bella lah yang harusnya membayar.
Mereka pulang bersama setelah itu. Adzriel membonceng Arga sementara Anggi yang juga membawa motor mengantar Bella.
Sesampainya di depan rumah Bella, Anggi menghentikan motornya. Kemudian Bella turun.
"Makasih ya Gi, sudah antar Teteh," kata Bella.
"Sama-sama, makasih juga untuk baksonya," balas Anggi.
Bella mengajak Anggi untuk mampir tapi karena masih ada keperluan Anggi menolaknya dan segera pamit kepada Bella.
Saat hendak membuka pintu pagar rumahnya, tiba-tiba ada suara dalam dan berat terdengar di telinga Bella.Suara yang dulu begitu akrab di telinganya, suara yang dulu selalu dirindukannya, sampai semuanya berubah.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum....," suara itu berucap salam.
"Hallo Bella...long time no see...."