
"Kami... kita kehilangan..."
Ayah Aiman seakan tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya.
"Maafkan Ayah, Bella."
"Semua gara-gara Ayah."
"Ternyata saat itu bundamu sedang mengandung adikmu selama beberapa minggu."
"Bundamu juga Ayah tidak menyadari kehadiran adikmu di rahim bundamu."
"Benturan keras yang dialami bundamu berakibat fatal, kandungan bundamu tidak dapat dokter selamatkan."
"Saat mengetahui hal itu bundamu sangat terpukul, berhari-hari hanya diam dan menangis."
Bella mencoba mengingat-ingat kejadian pada masa lalu tapi tidak sedikitpun memorinya menyimpan kenangan peristiwa kehilangan adiknya.
"Ayah, kenapa Bella sama sekali tidak ingat ada kejadian itu?"
"Kami sengaja merahasiakan itu darimu, saat itu nenekmu membawamu tinggal bersamanya sementara menunggu bundamu keluar dari rumah sakit."
"Setelah keadaan bundamu membaik dan diperbolehkan pulang baru nenekmu membawamu kembali bersama Ayah dan Bunda."
"Keadaan Ayah semakin kacau, bunda sudah tidak mempercayai Ayah lagi dan meminta cerai, Ratna yang semakin ngotot ingin bertemu, suasana kantor juga sungguh tidak enak."
"Kenapa Bu Ratna seperti itu?" tanya Bella.
Bella mulai berpikir jangan-jangan ayahnya secara tidak sengaja memberi harapan sehingga Bu Ratna merasa yakin memang ada sesuatu di antara dia dan ayahnya.
"Demi Allah, Nak, Ayah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Ratna dan Ayah tidak pernah menjanjikan apapun."
"Ratna pernah berkata bundamu sangat beruntung bisa memiliki Ayah, dia berharap seandainya dia yang ada di posisi bundamu."
"Dia juga berkata dia sangat menyesal telah meninggalkan Ayah."
"Ayah rasa Ratna terobsesi untuk memiliki kehidupan seperti bundamu mengingat kegagalannya dalam berumah tangga."
"Semakin hari tingkah Ratna semakin membuat Ayah tidak nyaman."
"Ayah sudah memblokir nomornya tapi itu malah membuat Ratna semakin menjadi, dia semakin sering mencari Ayah di kantor."
"Ayah sudah berusaha menghindar tapi dia malah menunggu di lobby kantor."
"Ayah sampai mendapat teguran dari atasan Ayah."
"Ayah juga menemui keluarga Ratna dan meminta mereka untuk menasehati Ratna tapi malah Ayah yang disalahkan."
__ADS_1
"Menurut mereka, Ayah harus bertanggung jawab atas Ratna karena Ayah yang sudah memberi harapan kepada Ratna."
"Berulang kali Ayah jelaskan kalau tidak ada apa-apa di antara kami, tapi tidak ada yang percaya bahkan bundamu juga tidak percaya."
"Bundamu terus meminta cerai, Ayah sudah memohon agar bundamu tetap di sisi Ayah tapi bundamu teguh pada pendiriannya."
"Semakin hari bundamu semakin menjauh dari Ayah, dia selalu terlihat sedih."
"Hanya saat bersamamu dia mau tersenyum dan banyak bicara."
"Kondisi fisik bundamu juga menurun."
"Nenekmu menyarankan agar Ayah mengikuti dulu kemauan bundamu sambil Ayah membereskan semua masalah Ayah."
"Masalah kami semakin rumit karena ternyata Ratna mulai berani menemui bundamu."
"Akhirnya meskipun berat Ayah bersedia mengabulkan keinginan bundamu."
"Harapan Ayah saat itu, setelah Ayah menyelesaikan urusan Ayah dengan Ratna, Ayah akan membuktikan kepada bundamu kalau Ayah tidak pernah berselingkuh dengan Ratna dan Ayah akan meminta bundamu untuk rujuk kembali."
"Tapi ternyata tidak semudah itu, bundamu memutuskan untuk membawamu pindah ke kota lain dan masalah Ratna tidak kunjung selesai."
"Kemudian Ayah memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat Ayah bekerja dan pindah ke kota lain."
"Ayah bersyukur bundamu tidak menutup akses bagi Ayah untuk selalu bisa berkomunikasi dengan kalian."
"Ayah selalu mengikuti perkembangan bundamu, Ayah bisa melihat bagaimana jatuh bangun bundamu menjalankan usahanya tapi bundamu terlihat baik-baik saja sementara Ayah harus memulai karir Ayah dari awal lagi."
"Beruntung usaha sampingan Ayah masih bisa berjalan lancar dengan bantuan pamanmu."
"Melihat usaha bundamu semakin berkembang membuat Ayah minder."
"Tanpa Ayah, bundamu semakin berkembang dan terlihat bahagia."
"Ayah mulai merasa kalau bahagia bundamu memang bukan bersama Ayah."
"Karena itu Ayah tidak mengajak bunda rujuk?" tanya Bella.
"Bukan hanya itu, rasa bersalah Ayah yang sangat besar mejadi penghalang."
"Setelah Ayah pikirkan kembali memang Ayah yang bersalah sejak awal."
"Ya Ayah telah secara tidak sadar melakukan perselingkuhan."
"Ayah telah ceroboh membiarkan Ratna masuk ke dalam hidup Ayah, walaupun dengan alasan hanya teman."
"Ayah telah melanggar batasan yang ada dimana seorang pria yang telah beristri memang sebaiknya tidak terlalu akrab dengan wanita lain."
__ADS_1
"Ayah telah dengan sukarela menjadi tempat keluh kesah Ratna yang kemudian membuatnya salah paham."
"Kesalahan terbesar Ayah, Ayah abai atas perasaan bundamu, Ayah telah mengecewakan bundamu, dan dosa terbesar Ayah adalah Ayah telah membuat kita kehilangan adikmu."
"Setumpuk rasa sesal ini terus menghantui hidup Ayah, menghilangkan keberanian Ayah untuk menghadapi bundamu."
"Maafkan Ayah, Bella."
"Ayah telah gagal menjadi suami yang baik, Ayah juga telah gagal menjadi ayah yang baik.'
Bella termenung, membayangkan situasi yang dihadapi kedua orang tuanya dulu.
Rasa kecewa bunda terhadap ayahnya membuat bundanya memilih berpisah.
"Apa Ayah masih mencintai bunda?" tanya Bella.
"Iya, Ayah masih sangat mencintai bundamu," jawab Ayah Aiman penuh keyakinan.
"Bukankah Ayah dan bunda menikah karena dijodohkan, sejak kapan Ayah mulai mencintai bunda," tanya Bella kembali.
Bella benar-benar ingin tahu sejauh mana perasaan ayahnya terhadap bundanya. Benarkah semua penjelasan ayahnya kalau ayahnya hanya mencintai bundanya dan tidak pernah ada perasaan apapun atas Bu Ratna.
"Ayah dan bundamu memang menikah karena perjodohan, tentu saja saat itu belum ada rasa cinta di antara kami."
"Namun selama persiapan pernikahan, kami sering bertemu untuk mengurus banyak hal, lambat laun Ayah mulai tertarik kepada bundamu."
"Ayah sendiri terkejut saat menyadarinya, bagaimana bisa baru saja patah hati tiba-tiba tertarik kepada bundamu, seolah semudah itu hati Ayah berubah."
"Cara bundamu membawa diri, kecantikan alami bundamu dan bagaimana bundamu selalu terlihat nyaman dengan dirinya sendiri membuat Ayah tertarik."
"Seiring waktu pernikahan kami, Ayah jatuh cinta kepada bundamu."
"Terus dan terus jatuh cinta pada bundamu, setiap hari bahkan sampai detik ini."
Rasa kecewa terhadap ayahnya yang sedari tadi menghimpit dada Bella perlahan berkurang saat mengetahui bahwa ternyata ayahnya memang benar-benar mencintai bundanya.
"Ayah sudah coba ungkapkan semua perasaan Ayah ini kepada bunda?" tanya Bella lagi.
"Ayah ingin melakukannya Bella tapi Ayah khawatir bundamu akan menolak Ayah kembali."
"Ayah telah sangat mengecewakan bundamu, Ayah khawatir bundamu masih tidak mempercayai Ayah."
"Hubungan kami saat ini cukup baik, Ayah takut pernyataan Ayah nanti akan merusak semua yang sudah ada."
Bella merasa yakin bundanya masih mencintai ayahnya. Bella harus mencari jalan agar kedua orang tuanya bisa duduk bersama dan saling mengungkapkan perasaan mereka.
Semoga setelah itu keduanya dapat kembali bersama lagi.
__ADS_1
Tapi apa yang harus dilakukan Bella agar semua itu bisa terjadi.