
Ayah Aiman terdiam sesaat, kepalanya tertunduk. Apa yang akan diceritakannya pada Bella mungkin akan mengubah cara pandang sang anak kepada dirinya.
Tapi semua harus dia ceritakan, Ayah Aiman hanya bisa berharap setelah dia menceritakan semuanya, Bella bersedia memaafkannya.
"Waktu itu Ayah kembali bertemu dengan Ratna di acara reuni yang diadakan sekolah kami."
"Ratna mendatangi Ayah dan menyapa, kami mengobrol bersama teman-teman yang lainnya."
"Saat Ratna meminta nomor kontak, Ayah memberikan kartu nama Ayah begitu saja."
"Ayah pikir apapun yang terjadi dulu ya sudahlah lupakan saja, kalau bisa berteman dengan mantan apa salahnya, hitung-hitung menjalin tali silaturahim."
"Setelah pertemuan di acara reuni, Ratna sering mengirimkan pesan kepada Ayah, awalnya hanya menanyakan kabar, menanyakan sudah makan atau belum, pertanyaan-pertanyaan yang Ayah anggap masih wajar disampaikan oleh seorang teman."
"Tadinya Ayah jawab seperlunya saja tapi lama-lama Ratna mulai minta pendapat ini dan itu yang membuat percakapan kami menjadi panjang."
"Ratna mulai berani menceritakan tentang kehidupannya yang ternyata saat itu telah dua kali menikah dan keduanya berakhir dengan perceraian."
"Ratna juga bercerita bagaimana sulitnya dia menjalani hidup sebagai seorang janda dengan dua orang anak."
"Kedua mantan suaminya tidak bersedia menafkahi anak-anaknya sehingga dia harus menjadi tulang punggung keluarganya."
"Ratna bekerja di toko saudaranya, dengan gaji yang pas-pasan dia juga masih harus membiayai kedua orang tuanya."
"Mendengar hal itu Ayah merasa prihatin kepada Ratna."
Bella masih setia mendengarkan cerita ayahnya walau sebenarnya ada beberapa bagian cerita ayahnya yang ingin dia protes.
Bella memutuskan untuk tetap mendengarkan. Bella bukan anak kecil lagi, dari cerita yang baru sebagain dia dengar dia mulai bisa menebak kelanjutan cerita ayahnya.
"Ayah mulai memberikan pendapat kepada Ratna untuk mengatasi masalahnya."
"Kami semakin intens dalam berkirim pesan bahkan saat di rumah pun ayah masih berkirim pesan dengan Ratna."
"Saat itu bundamu mulai mempertanyakan hal itu, Ayah hanya menjawab sedang ngobrol dengan teman lama."
"Ayah pikir bundamu tidak perlu tahu siapa Ratna dan lagi Ayah juga hanya mengobrol biasa saja layaknya dua orang teman."
"Bundamu percaya dengan apa yang ayah katakan dan tidak bertanya-tanya lagi."
"Pada suatu hari Ratna mengajak ayah untuk bertemu, katanya dia sedang ada di sekitar kantor ayah."
"Ayah menyetujuinya karena dia bilang penting sekali."
__ADS_1
"Ternyata Ratna menemui Ayah ingin meminjam uang untuk melunasi hutang ayahnya ke rentenir yang sudah jatuh tempo."
"Dia memohon pada Ayah dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut saat dia sudah memiliki uang."
"Karena kasihan Ayah memberikan uang itu tanpa sepengetahuan bundamu."
"Ayah mengambil uang itu dari hasil usaha sampingan Ayah."
"Ayah juga mengatakan kepada Ratna untuk tidak perlu mengembalikannya."
Bella menatap ayahnya tajam, bagaimana bisa ayahnya melakukan itu di belakang bundanya.
Mengerti dengan tatapan anaknya, Ayah Aiman kemudian melanjutkan ceritanya.
"Ayah tahu Ayah seharusnya tidak melakukan itu, Ayah tidak memikirkan akibatnya, Ayah hanya berpikir tidak ada salahnya menolong teman."
"Terlebih dia seorang single mom dan Ayah memiliki kemampuan untuk membantunya."
"Setelah pemberian uang itu, Ratna semakin sering menghubungi Ayah bahkan menelpon saat Ayah sedang di rumah, saat bersama kalian."
"Bahkan untuk hal-hal kecil Ratna selalu minta pendapat Ayah dan terkadang meminta bantuan Ayah."
"Itu membuat bundamu curiga dan mulai bertanya-tanya."
"Akhirnya Ayah menjawab kalau itu Ratna mantan kekasih Ayah dulu."
"Ayah yang saat itu merasa tidak melakukan apa yang bundamu tuduhkan balas marah kepada bundamu."
"Itu pertengkaran kami yang pertama, kami saling mendiamkan selama beberapa hari."
"Sampai akhirnya bundamu mengalah dan mengajak Ayah berbicara terlebih dahulu."
"Kami berbicara banyak mengenai hal ini, Ayah ceritakan siapa Ratna dan bagaimana keadaan dia sekarang."
"Bundamu bisa menerima alasan Ayah menerima dan membalas pesan atau telpon dari Ratna dengan alasan hanya sebatas teman."
"Tapi bundamu keberatan dengan intensitas komunikasi Ayah dan Ratna yang dinilai bundamu terlalu berlebihan untuk ukuran komunikasi antar teman, terlebih status ayah yang sudah beristri sebaiknya membatasi pergaulan dengan wanita lain."
"Ayah mengerti dengan keberatan bundamu dan mulai membatasi kedekatan Ayah dan Ratna."
"Namun entah mengapa Ratna malah semakin gencar mendekati Ayah bahkan sampai mendatangi Ayah di kantor."
"Ayah sudah melarang Ratna secara halus agar tidak melakukan hal itu tapi Ratna selalu datang dengan berbagai alasan."
__ADS_1
"Ayah menjadi bahan pembicaraan di antara karyawan kantor Ayah dan entah bagaimana berita Ratna yang sering menemui Ayah sampai ke telinga bundamu."
"Bundamu kembali marah dan meminta Ayah memilih antara bundamu atau Ratna."
"Ayah bersumpah tidak ada apa-apa di antara Ayah dan Ratna, tidak pernah ada perasaan yang terlibat, Ayah hanya menganggap Ratna sebagai teman."
"Kemudian Ayah menemui Ratna untuk meminta Ratna untuk berhenti mendatangi Ayah di kantor dan tidak menghubungi Ayah lagi jika tidak penting."
"Entah mengapa Ratna tidak bisa menerimanya, dia mengatakan kalau dia masih mencintai Ayah."
"Tentu saja Ayah terkejut tidak menyangka kalau Ratna memiliki perasaan lebih pada Ayah."
"Dia merasa semua perhatian dan bantuan Ayah selama ini adalah bentuk cinta yang masih Ayah miliki untuk dia."
"Dari situ Ayah mulai menyadari kesalahan Ayah, dengan cerobohnya Ayah telah membuka jalan masuk bagi pengganggu dalam hubungan Ayah dengan bundamu."
"Ayah sudah berusaha untuk menjauh tapi Ratna seakan tidak perduli dia terus menghubungi Ayah."
"Dan saat itu bundamu sepertinya sudah tidak percaya lagi kepada Ayah."
"Berita seputar perselingkuhan Ayah menyebar dengan cepat di kantor, benar-benar membuat Ayah semakin tertekan dan itu mempengaruhi performansi kerja Ayah."
"Sampai pada suatu hari Ratna meminta Ayah datang ke rumahnya, saat sampai di sana, keluarga Ratna sudah berkumpul."
"Ayah tidak mengerti maksud Ratna meminta Ayah datang, saat di telpon dia hanya bilang penting dan dia tidak akan mengganggu Ayah lagi."
"Di sana Ayah bertemu dengan ayahnya Ratna yang kemudian menanyakan tentang rencana Ayah untuk menikahi Ratna."
"Ayah bingung apa maksud dari pertanyaan ayahnya Ratna dan sebelum Ayah menjelaskan tiba-tiba bundamu ada di sana."
"Bundamu tidak berkata apa-apa hanya memandang Ayah dengan tatapan terluka."
"Saat bundamu pergi Ayah berusaha mengejarnya untuk menjelaskan yang sebenarnya tapi bundamu tidak memberi Ayah kesempatan untuk berbicara."
"Bundamu pergi dengan mengendarai mobilnya, Ayah berusaha menyusul sampai tiba-tiba Ayah melihat bundamu menghindari penyeberang jalan membanting setirnya ke arah lain dan kehilangan kendali sehingga menabrak pohon."
"Bunda terluka cukup parah, bundamu tidak sadarkan diri dan Ayah hanya bisa memeluknya, rasa takut kehilangan bundamu tiba-tiba menghantui Ayah."
Tidak terasa air mata Bella membasahi pipinya sementara mata Ayah Aiman sedari tadi sudah memerah dengan sudut mata yang mulai berair.
"Saat di rumah sakit, kenyataan pahit menghantam Ayah."
"Ternyata saat itu bundamu..."
__ADS_1
Ayah Aiman menjeda ucapannya, kepalanya menengadah kemudian menunduk, dihapusnya air mata yang akhirnya tidak bisa ditahannya lagi.
"Kami... kita kehilangan..."