Hello Bella

Hello Bella
Episode 27 : Stop Making A Fool Of Yourself (3)


__ADS_3

Sosok Abiyan yang sedari tadi dicari Bella tidak kunjung kelihatan batang hidungnya. Tidak tahu apa Abiyan kalau sedari tadi Bu Ratih terus membuat Bella merasa kesal.


Bella juga merasa Mamih Abiyan bersikap biasa-biasa saja, tidak mendukung Bu Ratih tapi tidak juga membela Bella.


"Assalamu'alaikum," ucap salam terdengar dari pintu masuk. Seorang gadis bertubuh mungil berjalan memasuki rumah. Dia membawa sebuah kotak berukuran sedang.


"Inangtua, apa kabar?" sapanya pada Mamih Abigail.


"Alhamdulillah sehat, Nadia bagaimana, sehat-sehat kan, mana ayah sama ibumu?"


"Sehat dong Inangtua, ayah dan ibu masih di jalan, Nadia tadi jalan duluan pakai motor," jawab Nadia. "Amangtua sama opung mana?"


"Itu di taman belakang, lagi ngobrol sama Ian, sana sapa opung dulu," kata Mamih Abigail.


"Oke Inang, Nadia simpan kue pesanan opung dimana nih."


"Sebentar, Bella sini nak," panggil Mamih Abigail kepada Bella.


Mendengar namanya dipanggil, segera Bella menghentikan pekerjaannya menyusun kue dan berjalan mendekati Mamih Abigail.


"Nad, ini Bella, calon istri abangmu, Bella ini Nadia, sepupu Ian, anak bungsunya adik papih," Mamih Abigail memperkenalkan mereka berdua.


"Hai Kak Bella," sapa Nadia ramah.


"Hai Nadia," balas Bella.


"Bella, ini Nadia bawa kue pesanan opung, nanti kamu bantu Nadia ya susun kuenya, setelah dia sapa opung, Mamih mau ke dapur dulu," pinta Mamih Abigail.


"Nad, itu piring sajinya sudah Inang siapkan di sana."


"Oke Inang, Kak Bella ini kotak kuenya, sebentar ya Aku sapa opung dan amangtua dulu," kata Nadia, setelah dia menyerahkan kotak kue ke Bella segera dia pergi ke taman belakang.

__ADS_1


Lima menit kemudian, Nadia sudah muncul kembali di hadapan Bella.


"Kak Bella, piring sajinya yang ini kan, Aku susun di sini ya," kata Nadia.


"Iya yang itu," jawab Bella sambil melanjutkan pekerjaannya.


"Eh Nadia sudah datang," kata Bu Ratih yang tiba-tiba muncul setelah tadi pamit mau ke toilet. "Saras ini ada Nadia, dia adik sepupunnya Abiyan."


Saras tersenyum ke arah Nadia. Sekilas Nadia terlihat bingung tapi kemudian dia bersikap biasa. Sepertinya Nadia bingung siapa Bu Ratih dan Saras ini.


"Iya Tante, hai Kak Saras," sapa Nadia kepada Saras.


Saat melihat cupcakes yang sedang disusun Saras yang sedari tadi tidak selesai-selesai disusun, mata Nadia berbinar senang.


"Wah cupcakes-nya Ara Cakery ya, Aku suka banget lho, Aku sering beli, enggak nyangka Inangtua juga suka," kata Nadia.


"Itu cupcakes-nya Saras yang buat lho, cantik-cantik kan, rasanya juga enak," Bu Ratih segera mengklaim cupcakes tersebut.


"Oh...mirip banget sama cupcakes-nya Ara Cakery, apa Kak Saras pernah kursus sama Bu Alyana, ownernya Ara Cakery?"


"Kamu sering ke Ara Cakery?" tanya Bella.


"Sering banget, Aku suka cupcakes-nya, itu kan best seller-nya di sana, variannya banyak, rasanya enak semua, krimnya enggak bikin enek, kamu coba deh ke sana, Aku pernah ketemu ownernya, sudah cantik baik pula," dengan semangat Nadia menjawab.


"Ara Cakery itu tokonya bunda Aku," kata Bella.


"Serius Kak Bella anaknya Bu Alyana, wah enggak nyangka Aku," terkejut Nadia mengetahui hal ini.


"Sumpah Kak, Aku suka banget sama kue-kue di sana."


Tanpa sengaja Bella melirik ke arah Saras dan Bu Ratih. Terlihat ibu dan anak itu sedang berdebat sambil bisik-bisik.

__ADS_1


"Kak Bella, Aku yakin banget itu cupcakes dari toko ibumu, Aku sudah sering beli jadi tahu banget bentuk dan rasanya," sambil berbisik Nadia mengatakan itu.


Sedari tadi pun Bella sudah menyadari kalau cupcakes yang katanya buatan Saras itu adalah buatan bundanya.


Cupcakes memang sejenis cake mini yang banyak di jual di toko-toko kue dan banyak juga yang bisa membuatnya. Namun bertahun-tahun melihat usaha bundanya dan kadang ikut membantu juga membuat Bella hapal betul dengan kue atau roti yang diproduksi toko bundanya.


"Sudah biarkan saja," Bella turut berbisik juga.


Sebenarnya ini kesempatan bagus bagi Bella untuk membalas semua perkataan dan sikap Bu Ratih yang dari tadi selalu membuatnya kesal.


Tapi setelah dipikir-pikir buat apa, Bella benar-benar malas berurusan dengan Bu Ratih. Dan Bella sangat yakin sekecil apapun perbuatan manusia baik itu perbuatan baik atau buruk pasti ada balasannya. Jadi biarlah Allah yang membalas perbuatan Bu Ratih.


"Bella," tiba-tiba suara milik seseorang yang sedari tadi Bella cari wujudnya akhirnya terdengar.


Abiyan datang bersama opung boru-nya. Tadi saat pertama datang, Bella sempat berkenalan dengan Opung Anwar, opung doli Abiyan dan Opung Fatimah, opung boru-nya Abiyan.


"Kata Ian, kau buatin opung kue-kue khas daerah sini ya, mana? kasih tunjuk sama opung," pinta Opung Fatimah.


"Ini kue-kuenya Opung," kata Bella sambil memperlihatkan kue-kue yang sudah tersaji dengan rapi.


"Cantik kali bentuknya, opung yakin rasanya pun pasti enak, pandai kali kau Bella," puji Opung Fatimah.


"Nadia, kau kan kusuruh bawa kue apa lah itu yang dari pisang dan singkong itu, kenapa kau bawa kue-kue ini lagi, kemarin-kemarin kan kau ada bawa kue ini kemari," kata Opung Fatimah sambil menunjuk ke arah cupcakes yang dibawa Saras.


"Opung kurang selera lah sama kue-kue apa namanya...kue modern gitu, Opung lebih suka kue-kue tradisional, cocok kali sama lidah Opung."


"Di sebelah sini Opung, mana lah berani Nadia tidak bawa pesanan Opung nanti Nadia tidak kebagian jatah kebun sawit Opung," canda Nadia.


"Dasar bocah, siapa pula yang mau kasih kau kebun sawit, macam pandai saja kau mengelola bisnis sawit," kata Opung Fatimah.


"Ya kali Opung mau kasih, ya Nadia tidak mungkin menolak" balas Nadia sambil cenggegesan.

__ADS_1


Bu Ratih dan Saras terdiam mendengar semua perkataan Opung Fatimah. Kue-kue yang sedari tadi dibanggakannya sedikitpun tidak disentuh oleh Opung Fatimah.


Sepertinya Bu Ratih saat ini sedang kehabisan bahan pembicaraan. Dia dan Saras sekarang hanya diam melihat kedekatan Bella dengan Opung Fatimah dan Nadia.


__ADS_2