Hello Bella

Hello Bella
Episode 38 : Three Things Can't Be Long Hidden:The Sun, The Moon & The Truth (3)


__ADS_3

Bunda Alya beristigfar, terkejut dengan apa yang dia ucapkan di hadapan Bella. Apa yang dia rasakan selama ini dia ungkapkan di depan putrinya begitu saja.


Kalau sudah begini bagaimana dia bisa menutupi kebenaran tentang mantan suaminya. Bella pasti akan terus mendesaknya dengan segala pertanyaan.


"Bun, maaf kalau apa yang sedang kita bicarakan ini membuat Bunda sedih," kata Bella.


"Bella rasa ada yang harus ayah sama Bunda luruskan di sini."


"Yang Bella dengar dari ayah soal ayah yang masih sangat mencintai Bunda, Bella percaya sama ayah."


"Dan apa yang selama ini Bella yakini soal perasaan Bunda sama ayah, sudah Bunda jawab."


"Sebagai sesama wanita, Bella bisa mengerti perasaan Bunda."


"Yang namanya selingkuh mau ringan atau berat tetaplah selingkuh dan itu salah."


"Bella mengerti Bunda kecewa sama apa yang sudah ayah lakukan."


"Tapi kenapa Bunda tidak bisa memaafkan ayah."


"Bunda selalu bisa memaafkan orang yang berbuat salah sama Bunda."


"Yah walaupun Bunda tidak pernah bisa melupakan perbuatan mereka tapi Bunda selalu bisa bersikap baik kepada mereka."


"Kenapa sama ayah, orang yang Bunda cintai dan mencintai Bunda seolah tiada maaf dari Bunda."


"Kenapa Bun?"


Bunda Alya menghela napasnya, apa yang terjadi dulu tidak sesederhana itu.


Seandainya semua itu seperti apa yang Bella tuturkan, Bunda Alya tidak akan sampai meminta cerai.


Antara ingin memberitahu yang sebenarnya atau ingin tetap merahasiakannya, Bunda Alya dilema.


Jika dia menceritakan alasan yang sebenarnya yang selama ini ditutup-tutupinya, dia tidak ingin Bella menjadi benci dan tidak menghormati ayahnya.


Dan jika dia tetap merahasiakannya, Bella akan terus menuntut jawaban yang sebenarnya darinya dan Bella pasti akan menganggap bundanya wanita egois yang sombong.


Wanita picik yang demi egonya rela menyakiti ayahnya demi membalas dendam. Bunda Alya tidak ingin itu terjadi.


"Bunda tidak mau membicarakan hal itu sama kamu untuk saat ini, Bunda harap kamu mengerti."


"Ini bukan hal yang mudah bagi Bunda."


"Baik, Bella akan coba mengerti," kata Bella.


Ternyata sulit membuat bundanya menyerah dan memberikan apa yang Bella mau.


"Tapi Bella sangat berharap Bunda mau melakukan satu hal untuk Bella," pinta Bella kemudian.


"Oke, apa itu?" tanya Bunda Alya.


"Bella harap Bunda mau menemui ayah untuk membicarakan hal ini."


"Berdua, hanya ayah dan Bunda."


"Tuntaskan semua masalah yang belum selesai di antara ayah dan Bunda."


"Apapun itu, Bella rasa ada yang perlu ayah tahu dari Bunda yang mungkin dulu Bunda tidak mau ungkapkan kepada ayah."


"Bella rasa ayah juga perlu sampaikan sesuatu kepada Bunda."

__ADS_1


"Demi Bella ya Bun, tolong temui ayah."


"Akan Bunda pikirkan."


"Besok ayah akan datang, jadi Bunda jangan kemana-mana."


"Bella sudah minta Bu Indah untuk stand by di toko dan menghubungi Bunda kalau ada hal yang penting saja."


"Kamu..."


"Maaf kalau Bella bicara dulu sama Bunda, Bunda pasti akan cari-cari alasan buat menolak."


"Bella sudah lihat agenda kegiatan di toko untuk besok, semuanya bisa dikerjakan oleh Bu Indah dan karyawan Bunda lainnya jadi kalau pun Bunda tidak ke toko hari ini tidak akan menjadi masalah."


Rencana pertemuan yang mendadak ini jelas membuat Bunda Alya gugup tapi bagaimana lagi Bella sudah mengaturnya tanpa sepengetahuannya.


"Baiklah, Bunda akan temui ayahmu besok."


"Jam berapa ayahmu akan datang?"


"Pagi Bun, sekalian sarapan bareng kita."


Bunda Alya mendengus, anaknya ini kalau sudah ada maunya suka ingin cepat-cepat.


"Terserah kamu lah Bel, sepertinya semuanya sudah kamu atur ya."


"Oke deal ya Bun, Bunda jangan kemana-mana besok."


"Iya...iya."


Bella mengambil ponselnya yang sedari tadi dia letakkan di atas meja di depannya. Kemudian dia melakukan panggilan telepon.


Tidak lama panggilan yang Bella lakukan langsung terhubung.


"…..................."


"Ayah besok kan free ya, tidak ada agenda kegiatan yang harus Ayah hadiri?'


"......................"


"Syukurlah."


"......................"


"Bella lagi enggak enak badan Ayah, jalan-jalannya kapan-kapan saja ya."


"......................"


"Enggak Ayah, Bella tidak sakit."


"......................"


"Bunda ingin kita sarapan bareng."


"......................"


"Bunda mau masak nasi goreng spesial buat kita Yah."


"......................"


"Serius Ayah, masa Bella bohong."

__ADS_1


"......................"


"Ini Bunda ada di sebelah Bella kalau Ayah tidak percaya tanya saja sama Bunda langsung."


"....................."


"Tidak usah bawa apa-apa Ayah."


"...................."


"Iya, pokonya Ayah datang jam 7 pagi."


"...................."


"Oke Ayah, kami tunggu Kedatangan Ayah ya."


"....................."


"Iya Ayah."


"....................."


"Assalamu'alaikum, bye Ayah, sampai jumpa besok."


Bella mengakhiri panggilan telponnya dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


Saat melihat ke arah bundanya, Bella melihat bundanya tengah menatapnya dengan alis mengkerut dan kedua tangannya di depan dadanya.


Dari tatapan sang bunda, Bella tahu dia sedang dalam masalah.


Bella sengaja mengundang ayahnya ke rumah tanpa meminta izin bundanya terlebih dulu.


Bella ingin mereka bertemu dan berbicara dari hati ke hati karena menurut Bella sepertinya ada sesuatu yang terlewatkan oleh ayahnya.


Ada sesuatu yang bundanya tutup-tutupi. Kalau bundanya menolak membicarakannya dengan Bella, dia berharap bundanya mau bicara dengan ayahnya.


Bunda Alya masih menatap Bella, menunggu penjelasan dari sang anak.


"Maaf Bunda," kata Bella.


"Lagi enggak enak badan?" sindir Bunda Alya.


"Sedikit Bunda," sambil nyengir Bella menjawab.


"Kapan Bunda bilang ingin sarapan bareng?"


"Bella yang ingin Bunda."


"Mulai belajar bohong ya."


"Sekali-kali Bun."


"Bunda belum belanja, Bunda tidak punya bahan-bahan buat nasi goreng spesialmu."


"Tenang saja Bun, Bella sudah pesan ke Kang Maman, besok sebelum mangkal, Kang Maman antar pesanan Bella dulu."


Rupanya Bella sudah membuat persiapan untuk pertemuan besok. Ya sudahlah, Bunda Alya pikir ikuti saja kemauan anaknya.


Apa yang akan terjadi besok terjadilah. Mungkin sudah waktunya Bunda Alya berbicara yang sebenarnya dengan ayahnya Bella.


Apa yang Bunda Alya ketahui tentang masa lalu ayahnya Bella dengan mantan kekasihnya. Apa yang membuatnya lebih memilih pergi dari kehidupan sang mantan suami.

__ADS_1


Semoga setelah ini, permasalahan di antara mereka akan terselesaikan. Mungkin besok akan menjadi closure baginya juga ayahnya Bella.


__ADS_2