Hello Bella

Hello Bella
Episode 44 : Let's Fight Back The Gossipers (3)


__ADS_3

Mendengar penuturan Bella, Bu Mar terlihat tidak terima.


"Apa kamu menuduh Saya mengada-ada?" kata Bu Mar masih dengan emosi yang meluap.


"Bu coba lihat kembali fotonya, lihat dengan teliti," pinta Bella.


Bu Mar melihat layar ponselnya begitupun ibu-ibu yang lain. Mereka melihat ke layar ponselnya masing-masing. Ternyata foto itu benar-benar disebarkan ke nomor kontak ibu-ibu di sini.


Bella semakin penasaran siapa yang telah melakukan hal ini. Berniat sekali ingin menjatuhkan namanya.


Bella merasa yakin sekali kalau si pelaku pastinya salah satu warga sini mengingat dia memiliki nomor kontak ibu-ibu ini.


"Dilihat sekilas saja orang sudah bisa menebak apa yang kamu lakukan dengan laki-laki ini," Bu Mar tetap teguh dengan pendapatnya.


"Eh ibu-ibu coba perhatikan deh, wajah Bella dan laki-laki ini mirip sekali," seru ibu berbaju biru.


"Iya, ya, hanya warna kulitnya yang berbeda, laki-laki ini tidak seputih Bella," kata yang lainnya.


"Iya kok bisa mirip ya?" kata yang lainnya lagi


Sepertinya Bu Mar jadi penasaran, dia melihat dengan lekat ke arah foto itu kembali.


"Bella, ini siapanya Kamu, kok bisa mirip sekali?" pertanyaan lainnya muncul.


"Bukan kakak Kamu kan, setahu Ibu, Kamu tuh anak tunggal."


"Itu ayah Saya Bu, Ayah Aiman," jawab Bella akhirnya.


"Ayah sedang menghadiri acara yang diadakan perusahaan tempatnya kerja di hotel itu."


"Karena jadwal ayah padat, jadi Saya menemui ayah di sana."


"Bagaimana Bu Mar, kalau Ibu tidak percaya ini di ponsel Saya banyak foto ayah, foto keluarga juga ada."


"Oh ya, foto terbaru juga ada, foto Kami bertiga, Saya, ayah dan bunda."


"Atau Ibu nanti sore main-main ke rumah Kami, In Shaa Allah ayah akan datang."


Bu Mar seakan kehabisan kata-kata namun di wajahnya tidak terlihat raut penyesalan karena telah salah paham.


"Bagaimana Bu Mar?"


"Apanya yang bagaimana, ngapain Saya ke rumah Kamu?" sewot Bu Mar.


"Ya barangkali Ibu masih ragu dengan perkataan Saya, barangkali Ibu mau kenalan sama ayah," kata Bella.


"Memangnya Saya kurang kerjaan apa, main-main ke rumah Kamu cuma buat kenalan sama ayah Kamu," balas Bu Mar.

__ADS_1


"Tidak penting juga tahu siapa ayah Kamu, toh dia bukan warga sini."


"Makanya Kamu tuh jaga sikap, jangan berlebihan begitu."


"Wajar dong orang salah kira."


Mendadak kepala Bella sedikit pusing, benar kata Lidya, menghadapi orang-orang seperti gengnya Bu Ratih itu sulit.


Mereka pandai bermain kata. Selalu saja memiliki pembelaan atas sikap salah yang telah dilakukan.


Dan sekarang Bu Mar, sudah jelas-jelas salah kira dan membicarakan yang tidak-tidak tentang Bella sedikitpun tidak mengucapkan kata maaf malahan menyalahkan Bella yang katanya berlebihan dalam bersikap sehingga orang salah paham.


"Aduh Bella maaf ya, Ibu tidak tahu kalau itu ayahnya Bella," seorang ibu berinisiatif meminta maaf duluan.


"Maafkan Ibu juga ya, ini juga yang foto Kamu, kirim-kirim foto begitu saja tanpa ada keterangan apa-apa jadinya Kami langsung mikirnya yang tidak-tidak," ibu yang lain turut meminta maaf.


"Alhamdulillah sekarang semuanya sudah jelas ya," kata Bu Hana.


"Lain kali kalau ada sesuatu dengan salah satu warga kita sebaiknya kita konfirmasi langsung ke orangnya jangan sampai jadi fitnah," kata Bu Hana lagi.


Mendengar hal itu Bu Mar hanya melengos kesal.


"Saya tuh penasaran siapa ya yang mengirim foto ini ke kita, kok bisa tahu nomor kita?"


"Bella, Kamu atau bundamu ada masalah tidak dengan salah satu warga sini?"


"Kamu sama ibu Kamu tuh jangan baperan jadi orang, jangan sembarang menuduh nanti jadinya fitnah," Bu Mar tidak terima dengan perkataan Bella.


"Orang itu menilai dari apa yang mereka lihat, kalau kitanya bisa menjaga sikap, orang juga tidak akan berprasangka buruk."


Bella menghela napasnya pelan, benar-benar Bu Mar ini. Sekarang secara tidak langsung dia menuduh Bella dan bundanya sendiri yang membuat orang berprasangka buruk terhadap mereka.


"Seingat Saya selama ini Kami biasa-biasa saja Bu," balas Bella.


"Kalau Saya sering pulang malam karena selepas kuliah Saya jaga di konter pulsa."


"Untuk pakaian dan barang-barang yang Saya pakai yang kata orang tidak mungkin bisa Saya beli pakai gaji dari konter, semua itu Saya beli dari uang pemberian ayah dan bunda."


"Alhamdulillah, sampai saat ini ayah masih sering mengirimi Saya uang untuk kebutuhan Saya."


"Bunda juga punya usaha sendiri, jadi tuduhan orang kalau bunda punya banyak uang karena menjadi istri simpanan jelas-jelas tidak benar."


"Rumah dan mobil yang bunda miliki, semua hasil kerja keras bunda selama bertahun-tahun."


"Toko bunda saat ini ada tiga buah, kalau ada waktu silahkan berkunjung ke Ara's Cakery."


"Saya tahu toko itu, ya ampun itu punya ibunya Bella ya, tidak sangka ya," seru Bu Hana.

__ADS_1


"Kue-kuenya enak lho ibu-ibu, harganya bersahabat."


Ibu-ibu yang sedari tadi menyimak mulai ber-oh ria.


Sebenarnya Bella tidak ingin menceritakan soal kehidupan keluarganya. Tapi gosip-gosip yang beredar di kompleknya mulai membuat Bella merasa tidak nyaman.


Bella berharap setelah apa yang tadi dia jelaskan, tetangganya tidak akan berpikir yang tidak-tidak lagi soal dia dan bundanya.


Secara tidak sengaja Bella melihat Bu Mar yang terlihat bersiap untuk meninggalkan warung Bu Hana.


"Untuk orang yang telah memfoto Bella dan ayah dan menyebarkannya ke warga sini sehingga membuat gosip yang mengganggu keluarga Kami, Saya akan cari."


Bu Mar terlihat terkejut dan berbalik ke arah Bella.


"Bagaimana caranya, pelakunya bisa siapa saja, yang datang ke hotel itu kan banyak?" tanya Bu Mar.


"Foto itu diambil di area dalam hotel Bu, dari jarak yang tidak jauh," jawab Bella.


"Saya bisa minta pihak hotel untuk memeriksa CCTV di sekitar situ."


"Saya yakin dari hasil rekaman CCTV kita bisa tahu pelakunya."


"Dan untuk pelaku penyebaran foto itu, bisa saja orang yang sama, bisa juga bukan."


"Saya juga akan cari, walaupun nomornya tidak dikenal bukan berarti tidak bisa ditelusuri."


"Ba...bagaimana caranya?" tanya Bu Mar yang terlihat gelisah.


"Tinggal lapor ke polisi saja Bu, buat pengaduan adanya tindakan perbuatan tidak menyenangkan," jawab Bella.


"Saya yakin polisi akan bisa menemukan orang ini."


Senyum miring samar terlihat di wajah Bella. Bu Mar yang Bella curigai ada hubungannya dengan kejadian ini mulai terpancing.


"Itu kan hanya menyebarkan foto saja, tidak ada keterangan apa-apa, lagian Kalian kan bukan pejabat atau artis mana mungkin polisi mau mengusut urusan receh seperti ini," kata Bu Mar.


"Bu Mar, semua warga negara bersamaan kedudukan dalam hukum di negara kita ini, semua punya hak untuk melapor jika ada orang yang sengaja melakukan tindakan yang tidak menyenangkan atas dirinya."


"Saya merasa apa yang sudah dilakukan pembuat dan penyebar foto ini sudah keterlaluan."


"Orang itu sudah dengan sengaja menyerang nama baik Saya."


"Ada dasar hukum yang mengatur itu semua lho Bu," jelas Bella sambil terus menatap Bu Mar.


Bu Mar semakin terlihat gelisah, terlihat keringat membasahi pelipisnya.


"Kalau Saya laporkan orang itu dan jika terbukti dia bersalah, dia bisa terancam hukuman pidana penjara atau membayar denda."

__ADS_1


"A...apa penjara..," wajah Bu Mar terlihat pucat.


__ADS_2