
Bertemu dengan ayah dari kekasihnya, tentu saja membuat Abiyan sedikit gugup. Ada kekhawatiran jika sang ayah tidak menyukainya dan tidak merestui hubungan mereka.
Pertemuan dengan ayah Bella kali ini bukanlah yang pertama baginya. Beberapa tahun yang lalu saat hubungannya dengan Bella belum serius seperti saat ini, Abiyan pernah beberapa kali bertemu dengan ayahnya Bella.
Ayah Aiman Nabeel Akbar, di usianya yang hampir 50 tahun masih terlihat segar, jejak ketampanannya masih terlihat jelas. Tubuhnya tegap, tidak kurus tidak pula gemuk.
Terlihat kemiripan pada wajah Ayah Aiman dan Bella, sangat mirip malah. Kalau kata Bunda Alya, Bella itu versi Ayah Aiman pakai bando.
Jika Ayah Aiman menurunkan garis wajahnya pada Bella maka Bunda Alya menurunkan tubuh langsing dan mungil serta kulit putih bersih.
Tinggi Bella yang sedada Abiyan membuat Bella terlihat mungil jika sedang bersanding dengan Abiyan. Jangan pernah bilang Bella pendek, dia akan tersinggung karena menurut Bella tingginya mendekati rata-rata tinggi wanita Indonesia. Sekali lagi itu menurut Bella dan Abiyan mengiyakan saja daripada calon ibu dari anak-anaknya kelak murka.
Hanya bertiga saja, Ayah Aiman, Bella dan Abiyan saat ini sedang menikmati makan siang di restoran di hotel tempat Ayah Aiman menginap.
Bella sudah mencoba mengajak Bunda Alya untuk turut serta namun dengan alasan banyak pekerjaan di toko, Bunda Alya menolak ikut dan hanya menitipkan salam untuk Ayah Aiman.
Ternyata selera Ayah Aiman dan Abiyan sama, mereka lebih menyukai makanan khas Indonesia sementara Bella lebih suka mencoba berbagai macam makanan baik itu western atau eastern food. Chinese food juga Bella suka, kadang fusion food jadi pilihan Bella.
Tadi Bella memesan Garden Fresh Green Salad dan Mix Barbeque. Untuk dessert, Bella masih belum bisa memilih dari sekian menu yang membuatnya matanya berbinar.
Dari semua makanan yang Bella sukai, juaranya tetap mie ayam plus bakso isi telur ditambah sambal yang banyak.
Setelah saling menyapa diiringi obralan ringan seperti saling menanyakan kabar, sedikit berbicara masalah pekerjaan, mereka menyantap makanan yang sudah mereka pesan.
Hanya sesekali terdengar Bella yang berbicara dengan ayahnya sementara Abiyan hanya menyimak.
Ada hal penting yang ingin Abiyan bicarakan dengan Ayah Aiman yaitu mengenai hubungannya dengan Bella.
Setelah selesai menyantap hidangan utama, Ayah Aiman dan Abiyan hanya memesan kopi sementara Bella memesan Almond Strawberry Cheese Cake dan Ice Lemon Tea.
Bella dan makanan, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Untuk ukuran seorang wanita bertubuh mungil, Bella memiliki nafsu makan yang cukup besar.
Salah satu hal yang membuat Abiyan tertarik pada Bella dulu adalah Bella tidak pernah jaim untuk urusan makanan. Saat merasa masih lapar, Bella tidak akan malu-malu untuk memesan kembali.
Abiyan menyesap pelan kopinya, dikumpulkannya segala keberanian yang dia miliki untuk memulai pembicaraan dengan Ayah Aiman.
"Sebelumnya Saya minta maaf sudah mengganggu waktu kebersamaan Bapak dengan Bella," kata Abiyan.
__ADS_1
"Ada hal yang ingin Saya sampaikan kepada Bapak."
"Silahkan," jawab Ayah Aiman singkat.
Bella merasa suasana yang tadi hangat dan nyaman kok tiba-tiba berubah dan cara berbicara serta sikap Ayah Aiman dan Abiyan terlihat terlalu formal.
"Saya hendak memohon izin kepada Bapak untuk menjalin hubungan dengan Bella."
"Pacaran maksud Kamu?" tanya Ayah Aiman terdengar tidak bersahabat di telinga Abiyan.
"Umur Kamu berapa, apa tidak terlalu tua untuk mengajak anak Saya pacaran?"
"Anak Saya baru berumur 20 tahunan, menurut Saya perbedaan umur Kalian cukup jauh."
Rasa gugup Abiyan mulai memasuki level yang lebih tinggi. Biasanya Abiyan bisa menghadapi siapapun dengan tenang. Dengan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi, Abiyan bisa dengan mudah berkomunikasi baik dengan teman atau rekan bisnisnya.
Menghadapi Ayah Aiman ternyata tidak semudah itu, dari awal tadi bertemu, Ayah Aiman seakan memasang tembok yang tinggi di antara mereka.
Saat berbicara dengan Bella, sosok Ayah Aiman terlihat sebagai seorang ayah yang penyayang dan perhatian tapi begitu berbicara dengan Abiyan, Ayah Aiman terkesan dingin dan saat berbicara cukup seadaanya.
Aneh malah kalau seorang ayah bersikap terlalu welcome terhadap laki-laki yang mencoba mendekati putri mereka.
"Maksud Saya, Saya ingin menjalin hubungan yang serius dengan Bella yang In Shaa Allah ke depannya Saya ingin menjadikan Bella sebagai pendamping hidup Saya," jawab Abiyan.
"Kamu ingin menikahi anak Saya?"
"Iya Pak, Saya harap Bapak dapat memberikan kami restu."
"Saya sudah banyak mendengar tentang kamu dari anak saya."
Dari tadi Ayah Aiman selalu menyebut Bella dengan kata-kata anak saya. Abiyan sangat mengerti ini dilakukan oleh Ayah Aiman untuk menegaskan kalau Bella adalah orang yang sangat penting baginya dan Abiyan tidak bisa sembarangan dengan Bella.
"Saya juga tahu siapa Kamu dan keluargamu."
"Anak Saya masih terlalu muda untuk menikah saat ini, Kamu tahu itu kan?"
"Iya Pak Saya tahu, kalau Bapak dan Bunda merestui Kami, Saya ingin menikahi Bella saat Bella sudah siap."
__ADS_1
"Orang tua Kamu sudah tahu kan tentang anak Saya?"
"Sudah Pak, Saya sudah memperkenalkan Bella kepada keluarga Saya."
"Soal keadaan keluarga Kami, keluarga Kamu sudah tahu?"
"Tentang Saya dengan bundanya anak Saya, keluarga Kamu sudah tahu?"
"Keluarga Saya sudah tahu Pak."
Ayah Aiman menghela napasnya, ada rasa lega di sana. Abiyan juga Bella menyadari hal itu.
Ayah Aiman sudah mengetahui siapa Abiyan dan keluarganya. Keluarga pengusaha yang dikenal harmonis.
Ayah Aiman tidak ingin keadaan keluarga mereka dipandang sebelah mata oleh keluarga Abiyan.
Ayah Aiman tidak ingin Bella dianggap sebagai anak broken home yang tidak pantas untuk seorang pewaris tunggal keluarga Abiyan.
Ayah Aiman tidak ingin kesalahan besar yang dia buat di masa lalu berimbas pada masa depan Bella.
"Apa keluargamu bisa menerima anak Saya apa adanya?"
"Keluarga Saya menerima Bella sebagai calon istri Saya, tidak ada yang salah dengan Bella, bagi Saya Bella akan bisa menyempurnakan hidup Saya nantinya."
"Saya sangat berharap Bapak dapat memberikan kami restu."
"Saya tidak bisa berjanji akan selalu membuat Bella bahagia, tapi Saya berjanji akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik yang bisa Saya lakukan untuk Bella."
"Rencana Saya untuk menikahi Bella memang masih beberapa tahun lagi, tapi Saya ingin menunjukkan kepada keluarga Bapak dan keluarga Saya kalau Saya serius mengenai Bella."
Ayah Aiman terdiam, dipandangnya Bella penuh kasih. Bella, putri satu-satunya, banyak momen yang telah dia lewatkan selama ini dan sekarang seorang laki-laki datang padanya untuk meminta izin untuk mendekati putrinya. Waktu berlalu terasa begitu cepat, gadis kecilnya telah tumbuh dewasa
Seandainya dia bisa memutar waktu kembali ke masa lalu, seandainya saat itu dia tidak ceroboh, seandainya saat itu...seandainya...
Ada penyesalan besar yang selalu menyesakkan dada Ayah Aiman. Ada kekhawatiran yang sangat besar seandainya Bella tahu apa yang terjadi dulu.
Akankah Bella tetap menyayanginya saat Bella tahu kebenaran itu, akankah Bella tetap menghormatinya...
__ADS_1