Hello Bella

Hello Bella
Episode 32 : There Are No Secrets That Time Does Not Reveal (3)


__ADS_3

Hampir satu jam waktu yang dilewati oleh Ayah Aiman, Bella dan Abiyan. Karena harus kembali ke kantornya, Abiyan pamit terlebih dulu dan berjanji akan menjemput Bella pada sore harinya.


Abiyan dapat bernapas dengan lega sekarang, restu Ayah Aiman sudah dia peroleh dengan catatan baik Abiyan maupun Bella harus bisa menjaga kepercayaan Ayah Aiman dan Bunda Bella.


Ayah Aiman mengingatkan kepada Abiyan untuk selalu menjaga Bella baik dari dirinya sendiri maupun dari pihak lain.


Ayah Aiman juga mengingatkan mereka walaupun keluarga sudah memberikan restu bukan berarti mereka bisa melampaui batas.


Abiyan dan Bella mengerti, sangat mengerti malah kekhawatiran Ayah Aiman dan mereka berjanji akan selalu menjaga kepercayaan yang telah mereka dapat.


Setelah Abiyan meninggalkan Ayah Aiman dan Bella, tinggallah mereka berdua. Bella merasa inilah kesempatan baginya untuk berbicara dengan ayahnya dari hati ke hati mengenai hubungan ayah dan bundanya.


"Yah," panggil Bella kepada ayahnya.


Tadinya Bella sangat yakin ini kesempatan yang tepat untuk berbicara dengan ayahnya tapi sekarang tiba-tiba merasa gamang.


Entah mengapa, apakah Bella takut akan jawaban ayahnya nanti, siapkah Bella untuk menerima kenyataan yang mungkin sesuatu yang di luar dugaannya.


"Tanyakan saja, dari tadi lirik-lirik Ayah terus menghela napas, tidak bosan apa?" jawab Ayah Aiman.


"Biasanya kalau ada yang mau kamu tahu langsung kamu tanya."


"Ayah, sebelumnya Bella minta maaf ya, ada yang ingin Bella tanyakan sama Ayah soal Ayah dan bunda," kata Bella.


Ayah Aiman terdiam, dia tahu cepat atau lambat Bella akan menanyakan ini padanya. Sebelumnya Bunda Alya pun pernah menghubunginya dan memberitahu padanya perihal Bella yang menanyakan alasan mereka bercerai.


Bunda Alya meminta Ayah Aiman merahasiakan alasan yang sebenarnya demi kebaikan Bella.


Ayah Aiman merasakan penyesalan yang semakin dalam, mantan isterinya walaupun sudah dia sakiti masih saja melindungi nama baiknya di hadapan Bella.


"Selama ini Bella lihat hubungan Ayah dan Bunda baik-baik saja."


"Kalau boleh Bella ingin tahu alasan yang sebenarnya."

__ADS_1


"Bella bisa merasakan kalau Ayah dan Bunda masih saling menyayangi."


"Jangan bilang ini hanya perasaan Bella saja, dari cara Ayah melihat Bunda, dari cara berbicara soal Bunda, Bella tahu bagaimana perasaan Ayah untuk Bunda."


"Gadis kecil Ayah sudah besar rupanya, sudah pandai menganalisa perasaan ayahnya."


"Lalu bagaimana dengan perasaan bundamu?" tanya Ayah Aiman.


"Bella rasa Bunda juga masih sayang sama Ayah."


"Selama bertahun-tahun selalu ada saja yang mendekati bunda, Om Naka pernah melamar bunda, kakek juga pernah mau menjodohkan bunda dengan anak temannya kakek."


Mendengar perkataan Bella, Ayah Aiman merasa gusar. Dia tahu pasti ada laki-laki lain yang tertarik kepada mantan isterinya.


Naka, salah satunya. Sejak lama dia menyukai mantan isterinya dan selalu berusaha mengambil hatinya sejak perceraian mereka.


Di matanya, Alya adalah sosok wanita yang nyaris sempurna, kepribadian yang baik, mandiri, ibu yang penuh kasih dan secara fisik, Alya cantik sekali.


Dengan values yang Alya miliki entah mengapa dia pernah membiarkan orang ketiga merusak semua yang mereka miliki sampai akhirnya dia kehilangan Alya.


Selama ini Ayah Aiman masih menyimpan harapan untuk bisa kembali bersama mantan isterinya, membina kembali rumah tangga yang dulu pernah porak-poranda di tangannya.


Tapi entah mengapa dia tidak memiliki keberanian untuk menyatakannya. Rasa malu dan bersalah terus menghantuinya sementara sang mantan yang terlihat semakin bersinar seakan bisa melakukan apapun tanpa dia di sisinya.


"Bunda sama sekali tidak terlihat ingin menjalin hubungan lebih dari teman dengan lelaki manapun."


"Bunda selalu menjaga jarak dari teman laki-laki bunda, Om Naka sendiri sudah menyerah lima tahun yang lalu dan sekarang sudah menikah."


"Tahun lalu bunda diajak menikah sama duda anak dua, dia salah satu supplier toko bunda."


"Orangnya masih muda, ganteng lagi, ditolak juga sama bunda."


"Kalau Bella tanya kenapa, jawabannya selalu belum kepikiran untuk menikah lagi, ingin fokus sama Bella dan bisnis katanya."

__ADS_1


"Tapi Bella yakin sebenarnya bunda masih sayang sama Ayah makanya tidak mau membuka hatinya untuk laki-laki lain."


Mungkin bundamu masih trauma Nak, luka yang Ayah buat terlalu dalam dan membekas, batin Ayah Aiman.


"Ayah, jadi kenapa Ayah dan Bunda dulu bercerai?"


Ayah Aiman menghela napasnya, terasa berat.


"Dulu Ayah dan bundamu menikah karena dijodohkan oleh orang tua kami," Ayah Aiman memulai ceritanya.


"Kami sudah lama saling mengenal tapi hanya kenal saja karena orang tua kami adalah teman lama."


"Sebelumnya Ayah menolak perjodohan itu."


"Waktu itu Ayah memiliki wanita yang Ayah cintai sejak Ayah SMA, dia cinta pertama Ayah, namanya Ratna."


"Akhirnya perjodohan dibatalkan namun tidak lama kemudian Ayah, Ratna memutuskan hubungan kami karena dia akan menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya."


"Ratna menjadi isteri kedua dari orang kaya di kampung orang tuanya."


"Orang tua Ratna lebih memilih orang itu karena saat itu Ayah bukan siapa-siapa, penghasilan Ayah dianggap kurang."


"Mengetahui hal itu, kakekmu kembali menjodohkan Ayah dengan bundamu dan Ayah menyetujuinya saat itu."


"Pernikahan kami berjalan lancar, bundamu sangat baik, walaupun jauh lebih muda dari Ayah tapi untuk urusan rumah tangga bunda bisa mengurus semuanya dengan baik."


"Satu tahun kemudian kamu lahir, Ayah meminta bundamu untuk berhenti bekerja agar lebih fokus mengurus kita."


"Bundamu menurut tanpa menolak sedikitpun."


"Alhamdulillah saat itu, Ayah juga mendapatkan promosi kenaikan jabatan, penghasilan Ayah bertambah."


"Bertahun-tahun kemudian semua berjalan dengan lancar, memang terkadang ada perbedaan pendapat di antara kami tapi bukan hal serius dan semua bisa kami selesaikan tanpa keributan."

__ADS_1


"Sampai pada saat pernikahan kami di tahun kesebelas dan saat itu umurmu baru sepuluh tahun, cobaan itu datang."


__ADS_2