
Ckiiiiit
Suara motor yang mendadak berhenti di dekatnya membuat Bella menengok ke arah belakang.
"Teh bellaaaa...," sapa riang Anggi.
"Hei Gi, tumben manggil teteh biasanya kakak," balas Bella.
"Kan biar kompakan sama Arga jadi manggilnya teteh juga," kata Anggi.
"Cie yang mulai kompak sama Arga," goda Bella.
"Kompakan sama Adzriel ding," ralat Anggi.
Anggi dan Arga ini setiap bertemu selalu memperdebatkan apapun. Sepertinya pantang kalau sampai satu suara tapi kalau sedang tidak bersama baik Anggi maupun Arga setiap ada kesempatan terkadang saling teringat.
Seperti saat Angi tidak ada, Arga akan bilang "Anggi itu.."
"Kalau Anggi..."
"Kesukaan Anggi tuh..."
Dan lain-lain.
Begitupun Anggi saat Arga tidak ada, sering sekali tanpa dia sadari membahas Arga. Sepertinya mereka saling menyukai tapi terhalang gengsi. Dasar bocah, batin Bella.
"Tahu enggak Teh, si mas ganteng pacar teteh tea jadi trending topik di warung Bu Hana lho," cerocos Anggi.
"Kan hari itu, si mas ikut shalat jama'ah ya di mesjid terus sempat ngobrol sama bapak-bapak, sama papah Anggi juga, si mas bilang dia tamunya Teh Bella."
"Nah tuh cerita sampai deh ke ibu-ibu, heboh deh ibu-ibu, heran Anggi mah, norak banget ya kayak enggak pernah lihat bule aja padahal di YouTube bertebaran tuh bule, dasar ibu-ibu...ck ck ck."
Gi, bukannya waktu pertama ketemu juga kamu sama hebohnya, dasar bocah, beraninya ngata-ngatain ibu-ibu, batin Bella.
__ADS_1
"Waktu Anggi ke warung Bu Hana, ibu-ibu di sana lagi bahas tuh mas ganteng, terus Anggi bilang itu pacarnya Teh Bella, eh Bu Ratih langsung interogasi Anggi, tanya-tanya nama si mas siapa, ciri-ciri si mas juga," cerocosan Anggi terus berlanjut.
Pagi-pagi di pinggir jalan, sambil pegang sapu lidi, pakai kaos oblong longgar dengan celana training, rambut cuma dicepol asal. Bella ngobrol berdua dengan anak ABG yang super cerewet.
"Terus...terus...Bu Ratih kasih tunjuk foto di ponselnya, eh foto si mas ganteng lagi berpose dengan keluarganya deh kayaknya, soalnya di foto itu ada ibu-ibu, bapak-bapak, anak kecil juga."
"Ada Teh Saras juga, kok bisa ya Teh Saras ada di situ?" tanya Anggi.
"Gi, haus enggak?" bukan menjawab Bella malah bertanya.
Anggi menggeleng. "Enggak Teh, itu gimana Teh soal Teh Saras?" penasaran rupanya Anggi.
"Kali aja kamu haus, dari tadi ngoceh enggak berhenti," kekeh Bella.
"Ih Teteh mah."
"Bang Ian tuh keponakan jauhnya Bu Ratih, terus foto itu pas lagi ada acara keluarga," jelas Bella.
"Oh gitu, pantas saja dia banyak tanya soal mas ganteng," ucap Anggi.
"Iya mamah...udah di warung ini, lagi antri banyak yang beli...tambah beli terigu satu kilo sama gula pasir satu kilo juga...oke siap mamah," Anggi kemudian menutup panggilan di ponselnya.
"Kamu tuh, bohong saja sama mamah kamu, dosa tahu," Bella menegur Anggi.
"Bohong dikit enggak apa-apa atuh Teh," jawab Anggi sambil nyengir.
"Mau dikit atau banyak, bohong tetap bohong, tetap dosa Neng," kata Bella lagi.
"Iya iya Tetehku, eh tapi ya Teh tadi si mamah sama Bu Ratna kan habis belanja dari tempat Kang Maman kan lanjut ngobrol di rumah terus nanya ke Anggi, benar enggak kalau si mas itu pacar Teh Bella, ya Anggi jawab iya," Anggi melanjutkan ceritanya, lupa dengan pesan mamahnya.
"Mamah sama Bu Ratna tadi ngebahas omongan ibu-ibu soal Teh Bella."
"Ibu-ibu ngomongin Teteh, kayak Teteh ini orang penting saja pakai diomongin segala," kata Bella.
__ADS_1
'Emang mereka ngomongin soal apa?" tanya Bella.
"Itu Teh...katanya Teteh godain calon suaminya Teh Saras," jawab Anggi.
"Katanya si mas itu sudah dijodohkan sama Teh Saras dari dulu tapi gara-gara Teteh jadi batal terus Teh Saras sekarang jadi tertekan."
"Anggi mah enggak percaya sedikit pun Teh, si mamah juga enggak percaya."
"Kata mamah Anggi...ehem ehem...Ngehalu Bu Ratih mah, pan baru semingguan kemaren pamer foto yang katanya calon si Saras kok ceritanya jadi sudah lama dijodohin, mau ngebohong juga kudu pinter dikit atuh," Anggi sukses menirukan kata-katanya mamahnya, yah kurang lebih lah.
"Bu Ratna juga tadi bilang, kalau iya emang Teh Saras dijodohin sama orang yang modelan mas ganteng sudah pasti dari dulu dipamerin kemana-mana, orang Bu Ratih punya apa-apa langsung pamer di status WA."
Ternyata mamah Anggi dan Bu Ratna bukan orang yang mudah percaya dengan gosip-gosip tidak jelas seperti itu. Bella bersyukur karena hal itu.
Gosip tentang Bella dan bundanya yang sebelumnya santer terdengar saja masih kadang terdengar sekarang ada lagi gosip baru tentang Bella.
Ada orang yang akan mempercayai gosip begitu saja, ada juga yang tidak. Semoga banyak yang tidak mudah termakan gosip.
Kembali terdengar suara ringtone ponsel dari arah Anggi.
"Haduh si mamah lagi...Teteh, Anggi ke warung dulu ya, keasyikan ngobrol lupa deh sama titah ibu suri, bisa-bisa kena sunat nih uang jajan Anggi...dadah Teteh," Anggi pamit dan berlalu bersama motornya.
Bella masih berdiri mematung di depan rumahnya. Bunda Alya selalu mengatakan kalau ada orang yang bergosip lagi mengenai mereka biarkan saja tidak usah ditanggapi nanti juga akan hilang sendiri gosip-gosip itu, entah terlupakan begitu saja karena tidak terbukti atau ada gosip yang baru yang lebih seru.
Kata bundanya, kebanyakan orang yang bergosip tentang orang di sekitarnya bisa jadi karena orang-orang itu kurang bahagia dengan hidupnya, tidak puas dengan apa yang mereka punya.
Sehingga saat mereka melihat orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik dari mereka, mungkin mereka menjadi iri dan mencari-cari kejelekan orang lain untuk dijadikan bahan obrolan.
Kata bundanya lagi, sebenarnya kasihan orang-orang seperti itu karena terlalu sibuk memikirkan kehidupan orang lain, mereka menjadi tidak fokus sama kehidupannya sendiri.
Dimana sebenarnya mereka bisa mencurahkan segala energi dan pikirannya untuk mendapatkan apa yang ingin mereka raih dalam hidupnya tapi energi dan pikiran mereka itu malah dicurahkan untuk mengurusi kehidupan orang lain.
Bella juga teringat dengan pembicaraannya dengan Abiyan, ketika Bella curhat mengenai gosip yang pernah menimpa dirinya dan sang bunda.
__ADS_1
Saat itu Abiyan mengutip salah satu quote dari Ziad K. Abdelnour yaitu "Always remember… Rumors are carried by haters, spread by fools, and accepted by idiots.”
Jadi haruskah Bella kembali membiarkan gosip itu?