Hello Bella

Hello Bella
Episode 26 : Stop Making A Fool Of Yourself (2)


__ADS_3

Dengan santainya Bu Ratih dan Saras masuk ke dalam rumah, menyapa dengan ramah semua orang yang ditemuinya sambil memperkenalkan diri.


Bella salut dengan tingkat kepercayaan diri Bu Ratih dan Saras. Walau penampilan mereka tampak menonjol dibanding semua yang ada, mereka tetap santai.


Sebelumnya Abiyan mengatakan kepada Bella kalau acara hari ini lebih bersifat santai, tidak usah berpakaian formal. Jangan samakan acara keluarga Abiyan seperti acara keluarga orang kaya di sinetron yang semuanya tampil dengan pakaian resmi.


Sepertinya Bu Ratih tidak mengetahui hal ini, melihat dari tampilannya yang mirip ibu-ibu sosialita yang hendak arisan berlian. Begitu pun Saras, dia tampil dengan loose midi dress full payet dengan rambut ditata sangat rapi. Terlalu berlebihan untuk acara santai seperti sekarang.


Dari satu orang ke orang yang lain, Bu Ratih dan Saras terus memperkenalkan diri. Bella rasa Bu Ratih sadar kalau dia bukan bagian dari keluarga papih Abiyan dan keluarga besar Abiyan juga tidak familiar dengan Bu Ratih dan Saras.


Kalau begitu kenapa memaksa diri untuk menghadiri acara ini. Apa Mamih Abigail memang sengaja mengundangnya, entahlah.


"Lho kok ada Bella di sini?" tanya Bu Ratih saat menyadari keberadaan Bella di sana.


Lha ibu juga kok ada di sini, batin Bella. Seingat Bella, Abiyan tidak mengatakan kalau keluarga Bu Ratih juga akan datang.


"Emang mamihnya Abiyan pesan kue sama bunda kamu?"


"Abigail, kenapa sih repot-repot pesan kue segala, ini lho Saras jago dia bikin kue, mau kue apa, kue kering, tart, pokoknya kue-kue kekinian mah kecil buat Saras," Bu Ratih mulai memamerkan Saras kepada Mamih Abigail.


"Ini Saras buat cupcakes, semuanya dia buat sendiri, enak lho," Bu Ratih menyerahkan sebuah kotak putih berukuran besar kepada Bella.


"Bella, kamu sajikan sekalian cupcakesnya, hati-hati jangan sampai rusak apalagi jatuh, Saras butuh waktu lama buat menghiasnya," perintah Bu Ratih kepada Bella.


Bella mulai kesal tapi dia coba meredamnya. Mamih Abiyan saja yang tuan rumahnya sekalipun tidak ada menyuruh-nyuruh dia, ini kok sesama tamu berani seperti ini.


Katanya jago, kok menghias cupcakes segini saja butuh waktu lama, ejek Bella dalam hati.


"Baik Bu," kata Bella sambil menerima kotak itu dan membawanya ke sisi meja yang masih kosong.


Saat membuka kotak tersebut, Bella terkejut melihat cupcakes yang ada di dalamnya. Cupcakesnya mirip sekali dengan cupcakes yang dibuat bundanya semalam.

__ADS_1


Kemarin Bunda Alya mendapat pesanan mendadak di tokonya. Karena terlalu mendadak maka Bunda Alya membuatnya sendiri di rumah dan tadi pagi diambil oleh pegawai toko.


Mungkin mirip saja, yang jago buat cupcakes kan bukan hanya bunda, Bella coba berpikir positif.


"Kak Ratih kenal ya sama Bella," kata Mamih Abigail.


"Bella ini calonnya Ian, belum bertunangan sih, tapi kalau Bella siap, In Shaa Allah kami ingin segera bertemu orang tuanya Bella."


"Lha kok buru-buru, biarkan mereka saling mengenal lebih baik, jangan sampai gara-gara keburu nafsu ingin segera menikah eh nanti nikah baru seumur jagung pada bubar," kata Bu Ratih.


"Banyak lho yang seperti itu, iya kan Bell?" kata Bu Ratih sambil melihat ke arah Bella.


Bella hanya tersenyum. Nyindir bunda ya Bu, sabar, Ya Allah beri Bella kesabaran yang maksimal, batin Bella.


"Abiyan itu kan anak tunggal, calonnya harus benar-benar dilihat babat, bibit, bebet, bobot, jangan sampai nanti menyesal."


"Menikah itu bukan main rumah-rumahan, ada komitmen seumur hidup yang harus dipegang."


"Dia harus bisa memantaskan dirinya untuk bersanding dengan Abiyan."


"Maaf ya Bella, saya tidak ada maksud apa-apa tapi kamu tahu kan siapa Abiyan, dia butuh seorang istri yang sebanding dengannya, jadi kamu masih harus lebih banyak belajar."


Bella merasa Bu Ratih ini seperti sedang menjatuhkan dirinya di depan Mamih Abigail. Dari kata-kata panjang Bu Ratih tersirat pesan untuk Mamih Abigail dan kelurganya kalau Bella tidak pantas menjadi pendamping Abiyan.


"Ibu Bella itu kan sibuk bekerja, mungkin tidak bisa sepenuhnya membimbing Bella."


"Beruntung Kakak ini hanya ibu rumah tangga biasa jadi Saras dan adik-adik bisa sepenuhnya Kakak urus."


"Kakak bisa benar-benar membimbing Saras, Abigail bisa lihat sendiri hasilnya, Saras tumbuh dengan baik, dia dewasa dan mandiri, sebentar lagi lulus kuliah, Kakak yakin Saras bisa bekerja dimana pun dia mau, nilai dia bagus-bagus lho."


Mamih Abigail hanya dia saja menyimak Bu Ratih yang ujung-ujungnya mempromosikan Saras, anaknya.

__ADS_1


Bella sungguh berharap Mamih Abigail tidak terpengaruh dengan perkataan Bu Ratih.


"Bagus buat Saras, semoga kelak mendapat jodoh yang sesuai dengannya," hanya itu tanggapan Mamih Abigail.


Seakan tidak puas dengan tanggapan tersebut, Bu Ratih mendekati Bella yang sedang menyusun kue-kue.


"Bella yang rapi dong susun kuenya biar enak dilihat jangan asal-asalan begini," kata Bu Ratih dengan suara keras.


Asal-asalan bagaiman? sudah disusun dengan benar kok, cari-cari kesalahan orang saja sih, gerutu Bella dalam hati.


"Saras sini, coba kamu yang susun kue-kuenya," perintahnya kemudian kepada Saras.


"Ini kue-kue pasar kamu yang bawa ya?" tanya Bu Ratih kepada Bella.


"Oh kue-kue tradisional ini Bella yang bawa Bu," jawab Bella sambil meralat kata kue pasar Bu Ratih.


Kue-kue yang Bella buat untuk keluarga Abiyan adalah kue-kue khas Jawa Barat yang dibuat dalam bentuk mungil untuk memudahkan saat dimakan.


"Kamu pindahkan kue-kue pasar itu, jangan di sini, kalau mau bawa kue tuh dilihat dulu dong siapa yang mau kamu kasih, cari tahu dulu seleranya, biar kamu tidak malu seperti sekarang," tak henti Bu Ratih memberi kesan jelek atas Bella.


Bella jelas merasa kesal dengan sikap Bu Ratih. Ini maksudnya apa, ingin mempermalukan Bella atau bagaimana. Tapi Bella merasa kalau Bu Ratih ini secara tidak sadar sedang mempermalukan dirinya sendiri.


Dari tadi sibuk mencari perhatian semua orang, mempromosikan Saras ke sana sini, seolah-olah hanya Saraslah wanita paling pantas untuk Abiyan bukan Bella.


Seandainya Bu Ratih tahu kalau Bella membuat kue ini berdasarkan bocoran informasi dari Abiyan soal kesukaan opung-opungnya kalau sedang berkunjung ke rumahnya, bisa dipastikan Bu Ratih akan malu, ya kalau urat malunya masih ada.


Mamih Abigail dan keluarga yang lainnya hanya menanggapi Bu Ratih seperlunya saja, sebatas menjaga kesopanan kepada tamu.


Bu Ratih terus berceloteh yang isinya sebagian besar tentang Saras yang pintar, Saras yang baik hati, sekalian saja ya Bu, Saras yang tidak sombong dan rajin menabung.


Bella mencari-cari sosok Abiyan, berharap Abiyan bisa membawanya menjauh dari Bu Ratih.

__ADS_1


__ADS_2