Hello Bella

Hello Bella
Episode 25 : Stop Making A Fool Of Yourself (1)


__ADS_3

Kedatangan Abiyan yang mendadak ternyata ada maksud tertentu. Abiyan sebenarnya ingin menemui Bunda Alya. Tapi karena terlalu sibuk bersitegang tidak jelas dengan Adzriel, niat itu hampir terlupakan.


Abiyan menemui Bunda Alya untuk meminta izin untuk mengajak Bella untuk menghadiri acara keluarga di kediaman Abiyan.


Acara tersebut adalah acara rutin keluarga Abiyan dari pihak ayahnya. Rencananya para opungnya yang tinggal di Medan akan datang juga, jadi ini kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan Bella kepada keluarga besarnya.


Sejak awal menjalin hubungan dengan Bella, Abiyan sudah menetapkan hatinya untuk membawa hubungan mereka ke arah yang serius, dia ingin Bella menjadi pendamping hidupnya.


Di usianya saat ini, kata pacaran sudah Abiyan hapus dalam kamusnya. Saat ini dia mempersiapkan diri untuk menjadi imamnya Bella. Jadi bagi Abiyan, seorang Arabella Dinara adalah calon istrinya, calon ibu anak-anaknya.


Membayangkan kehidupannya kelak bersama Bella dan kata anak-anaknya membuat Abiyan ingin segera mempersunting Bella.


Secara finansial, Abiyan boleh dikatakan sudah mapan. Dari penghasilannya sejak kerja sambil kuliah Abiyan mulai menabung untuk membeli sebuah rumah.


Untuk saat ini Abiyan rasa untuk membeli sebuah rumah minimalis di daerah perkotaan, tabungannya In Shaa Allah hampir mencukupi.


Untuk kendaraan, Abiyan masih setia dengan motor sport kesayangannya sedangkan SUV yang dimilikinya sekarang, dibelinya dari uang pinjaman dari papihnya.


Secara mental, tingkat kedewasaan dalam berpikir dan bersikap Abiyan pada umurnya sekarang seharusnya sudah pada level layak menikah.


Jadi secara finansial dan mental sebenarnya Abiyan sudah siap namun Abiyan masih belum ingin menikahi Bella mengingat usia Bella yang masih muda dan kuliahnya yang belum selesai.


Abiyan ingin saat menikah nanti Bella sudah benar-benar siap lahir dan batin. Abiyan ingin Bella menikmati masa mudanya dulu dan meraih cita-citanya.


Abiyan ingin saat ini Bella lebih fokus pada hidupnya sendiri dulu dan nanti pada saat Bella menjadi istrinya, dia ingin Bella lebih fokus pada dirinya dan anak-anak mereka kelak.


Abiyan sudah menyatakan semua niatannya terhadap Bella kepada Bunda Alya dan Bunda Alya menerima niat Abiyan ini dengan catatan Bella juga memiliki misi dan visi yang sama dalam hubungan mereka.


Bunda Alya juga berpesan agar Abiyan bisa menjaga Bella, baik hatinya maupun fisiknya. Bunda Alya sangat menekankan agar Abiyan dan Bella tahu batasan yang ada, jangan sampai mereka melakukan hal-hal yang mendatangkan dosa.


Dengan mengenakan long floral dress, dilengkapi dengan flat shoes dan sling bag serta make up minimalis, Bella tampil manis dan sopan.


Siapkah Bella bertemu dengan keluarga besar Abiyan...jawabannya tidak. Bella merasa gugup, untuk memilih pakaian yang akan dikenakan saja sampai hampir setengah isi lemari pakaiannya dia bongkar.


Memadu padankan pakaian dengan tas dan sepatu, belum lagi akseroris. Bella benar-benar bingung. Sampai berniat shopping pakaian baru dari butik terkenal dengan alasan agar bisa tampil maksimal dan tidak membuat malu Abiyan.

__ADS_1


Sampai akhirnya kata-kata Bunda Alya menyadarkan Bella dari kegalauan yang tidak perlu.


"Pakai pakaian yang nyaman buat kamu, yang penting sopan."


"Tidak harus memakai branded outfit hanya karena ingin membuat keluarga Abiyan yang kaya raya terkesan sama kamu."


"Jadi diri kamu sendiri."


"Jangan terlalu fokus sama bagaimana nanti penilaian orang, tetap jadi Bella yang percaya diri."


"Pikirkan hal-hal positif, jangan takut tidak diterima oleh keluarga Abiyan."


"Cukup pikirkan kalau Abiyan menerima kamu apa adanya dan nanti cobalah untuk membuat keluarga Abiyan juga menerima kamu apa adanya."


Tadinya Bella pikir gampang saja Bundanya bicara tapi setelah dipikirkan kembali, Bella mengerti maksud dari perkataan bundanya.


Berakhir sudah kegalauan dalam pemilihan pakaian. Bella sangat senang Abiyan terlihat menyukai penampilannya yang sederhana dan sopan.


Setelah selesai urusan pakaian, Bella kembali galau dengan buah tangan yang harus dibawa.


Menurut Bunda Alya kue yang dibuat sendiri akan lebih menunjukkan ketulusan Bella daripada beli kue yang harganya mahal.


Setelah bertanya kepada Abiyan mengenai kue kesukaan keluarga Abiyan, akhirnya Bella dibantu bundanya membuat kue untuk buah tangan.


Bella sendiri memiliki kemampuan untuk membuat kue mengingat bundanya adalah pengusaha di bidang aneka kue baik tradisional maupun modern. Yah walaupun belum bisa dikatakan jago.


Selama ini Bella banyak membantu bundanya dalam menjalankan usahanya sampai saat bundanya memiliki cukup pegawai, Bella hanya mengurusi penjualan secara online.


"Kok diam saja, ayo masuk," kata Abiyan menyadarkan Bella yang sedari tadi asyik dengan pikirannya sendiri.


"Jangan takut keluarga Abang baik-baik kok, enggak bakalan gigit kamu," canda Abiyan yang membuat Bella semakin gugup.


Saat ini mereka berada di depan kediaman Abiyan. Bangunan yang berdiri megah di sebuah perumahan elit di kota ini.


Bella semakin gugup. "Abang, gimana ini kok Aku deg degan gini sih, cari angin dulu yuk baru masuk."

__ADS_1


Abiyan hanya tertawa kecil, pelan didorongnya Bella masuk ke dalam rumah sambil mengucap salam.


Seorang wanita yang mirip dengan Abiyan menyambut mereka. Bella langsung menyadari kalau wanita ini adalah mamihnya Abiyan.


"Bella ya, sini sayang, ayo masuk," kata mamihnya Abiyan.


Bella menghampirinya dan mencium tangannya.


"Cantiknya..." puji Mamih Abiyan.


"Tante bisa saja," jawab Bella malu-malu.


"Ih kok tante sih, panggil Mamih ya, Mamih Abigail, eh Mamih sajalah."


"Ayo sini Mamih kenalin sama papih ya," ajak Mamih Abigail sambil menarik tangan Bella.


Abiyan yang membawa kotak kue buatan Bella dibiarkan begitu saja oleh sang mamih. Abiyan memilih mengikuti Bella dan mamihnya dari belakang.


Mamih Abigail memperkenalkan Bella kepada saudara-saudara Abiyan yang sudah hadir duluan.


Sebenarnya acara baru akan dimulai 2 jam lagi. Bella sengaja ingin datang lebih awal karena ingin membantu Mamih Abigail dulu.


Mamih Abigail terlihat senang dengan kue-kue yang dibawa Bella. Kue-kue tradisional yang ternyata kue-kue kesukaan Mamih Abigail.


Ternyata fisiknya saja Mamih Abigail ini yang bule habis, selera makanannya makanan nusantara pantas saja anaknya penggemar pecel lele dan sambal terasi.


"Assalamu'alaikum..." terdengar suara salam dari ruang tamu.


Bella yang sedang membantu Mamih Abigail menyusun kue-kue menjawab sambil melihat siapa yang datang.


What...terkejut Bella melihat siapa yang baru saja datang.


Bu Ratih dan Saras berjalan masuk ke ruang tengah. Terlihat keduanya tampil maksimal. Sepertinya mereka menyempatkan diri ke salon dulu sebelum kemari.


Bella berpikir bukankah hari ini acara keluarga dari pihak ayahnya Abiyan sedangkan Bu Ratih ini saudara jauh dari Mamih Abigail. Kenapa keduanya bisa datang kemari, apakah Mamih Abigail mengundang Bu Ratih?

__ADS_1


__ADS_2