Hello Bella

Hello Bella
Episode 22 : Monkey See, Monkey Do (2)


__ADS_3

Setelah dekat dengan Adzriel dan Bella, si ibu pengendara motor tersebut menyuruh anak kecil yang diboncengnya turun setelah itu dia pun ikut turun.


Dengan muka penuh amarah, si ibu yang ternyata adalah Bu Dian mendekat.


"Kamu...kamu...berani-beraninya marah-marah sama anak saya!" teriak Bu Dian sambil jarinya menunjuk-nunjuk muka Adzriel.


"Otak kamu di mana, anak sekecil ini kamu marahin tanpa sebab, mau sok-sokan kamu, mentang-mentang bapak kamu kaya!"


Sepeda motor yang tadi mengikuti Bu Dian berhenti tidak jauh dari sepeda motor Bu Dian. Sepeda motor yang membawa Bu Ratih dan Bu Mar.


"Hei Adzriel, mikir dong umur kamu berapa masa si Topan yang masih bocah gini kamu marah-marahin!' tak kalah garang, suara Bu Mar pun membahana.


Muka Adzriel memerah menahan amarah, bisa-bisanya ibu-ibu ini memarahinya seenaknya di pinggir jalan.


"Ibu-ibu tenang dulu, kita bicara baik-baik," saran Bella.


"Kamu enggak usah ikut campur, ini urusan saya sama anak sombong ini!" Bu Dian menjawab dengan suara yang keras.


Beberapa orang yang berada di sekitar jalan itu mulai memperhatikan keributan yang sedang terjadi. Beberapa orang tampak mendekat.


"Bu Dian, saya tidak pernah marah-marah sama anak Ibu, jangan asal tuduh saja," kata Adzriel dengan suara sedikit tinggi.


Kesal sekali Adzriel mendapat perlakuan seperti ini. Umur sudah pada tua tapi tidak tahu adab, gerutu Adzriel dalam hati.


"Bu Dian, Adzriel tidak pernah memarahi Topan, tadi Adzriel memisahkan Adam dari Topan karena Topan terus-terusan memukuli Adam," Bella mencoba menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.


"Bella, kalau bicara jangan sembarangan ya, kamu bicara seolah-olah anak saya nakal."


"Palingan Topan sama Adam lagi berantam-berantaman, jangan berlebihan ya."


"Anak saya anak baik, enggak mungkin mukulin si Adam, jangan mengada-ada kalian," Bu Dian terus membela anaknya.


"Ya Allah Bu, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kalau anak ibu memukuli Adam dan Adam sama sekali tidak melawan," kembali Bella menjelaskan.


"Topan, kamu mukulin si Adam?" tanya Bu Dian kepada anaknya.

__ADS_1


"Topan lagi main-main Ma sama Adam, tiba-tiba dimarah-marahin sama Kak Adzriel," jawab Topan.


"Tuh dengar kan, mereka cuma main-main, dasar aja kamu ini memang suka cari ribut," Bu Dian menatap tajam ke arah Adzriel.


"Topan itu bohong Bu, buat apa saya cari ribut, apa untungnya buat saya," tidak terima dengan tuduhan Bu Dian segera Adzriel menjawab.


"Eh sembarangan, mana mungkin Topan bohong, anak kecil itu tidak pernah bohong," kembali Bu Dian membalas ucapan Adzriel


"Adzriel, kamu kan lebih tua dari Topan, kasih contoh yang betul dong, nanti kalau kelakuan kamu ditiru Topan bagaimana?" kata Bu Ratih.


"Kami tuh para ibu di rumah ajarkan hal-hal baik untuk anak kami, berusaha memberi contoh yang benar eh di luaran dapat contoh yang tidak benar."


"Jaga sikap dan ucapan kamu, sudah tidak baik dilihat anak-anak, kamu juga sudah menyakiti hati Bu Dian sebagai ibu kandungnya Topan."


"Kalau Topan tidak sengaja buat marah, ya dinasehati baik-baik jangan langsung dimarah gitu," dengan gaya bijaknya Bu Ratih menasehati.


Sudah lah dari tadi merasa kesal, tambah kesal lagi Adzriel mendengar ucapan Bu Ratih.


Orang-orang yang memperhatikan mereka ada yang melihat ke arah Adzriel sambil menggeleng-gelengkan kepala. Seakan prihatin dengan sikap Adzriel yang menurutnya tidak baik.


Melihat itu Bella merasa kasihan pada Adzriel, dari tadi Bu Dian dan teman-temannya memojokkan dia.


Bella cukup kagum dengan usaha Adzriel untuk membuat dirinya terpancing dalam situasi yang sebenarnya sangat merugikan nama baik dia.


"Adam sini dam," panggil Bella kepada Adam yang sejak diturunkan dari gendongan Adzriel memilih menyembunyikan diri di belakang Adzriel.


Adam melihat ke arah Bella dan menggelang. Rupanya Adam ketakutan melihat Topan ditambah lagi kehadiran ketiga orang ibu yang datang-datang langsung marah-marah.


"Sini sayang," bujuk Bella.


Adam pun mendekat, Bella meraih tangan Adam dan menggenggam tangan kecil itu.


"Ibu-ibu, coba lihat deh muka Adam, ada bekas luka di ujung bibirnya, pipinya kiri kanan merah-merah, saya yakin tidak lama lagi akan muncul memar," Bella memperlihatkan keadaan Adam.


"Baju Adam kotor semua, tadi dia tergeletak di pinggir jalan dan Topan ada berada di atas badan Adam sambil terus memukuli muka adam."

__ADS_1


"Saya rasa Topan bukan sedang main berantam-berantam tapi sedang menghajar Adam."


"Adzriel yang melihat hal itu pantas dong terkejut dan segera melerai, Adzriel hanya berteriak meminta Topan berhenti karena saat itu kami agak jauh dari mereka."


Mendengar hal itu Bu Dian tampak tidak percaya. Bella berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Adam.


"Adam coba ceritakan sama ibu-ibu ini tadi kamu diapain sama Topan!" pinta Bella pada Adam.


Adam menatap Bella dan Bella pun mengangguk. Kemudian meluncurlah cerita dari mulut Adam kejadian yang dialaminya tadi. Semua ceritanya sama persis dengan yang diceritakan kepada Adzriel dan Bella.


Setelah Adam bercerita, Bella kembali berdiri sementara tangannya terus menggenggam tangan Adam.


"Ibu-ibu sudah dengar kan kejadian yang sebenarnya," kata Bella kepada para ibu itu.


"Adam, kamu jangan bohong ya, tadi kalian akan cuma main-main kan," Bu Dian tetap menolak cerita versi Adam.


"Bu Dian, kalau memang main-main keadaan Adam enggak bakalan kayak gini," kata Adzriel.


"Adam enggak mungkin bohong Bu, kan kata ibu tadi anak kecil mah enggak pernah bohong," Adzriel berhasil membalikkan ucapan Bu Dian tadi. Puas dirasa oleh Adzriel, makan tuh Bu, ejek Adzriel dalam hati.


"Anak-anak mah biasa berkelahi, jangan dibesar-besarkan lah," kata Bu Ratih.


"Jangan sampai gara-gara anak-anak berkelahi nanti para orang tua jadi ikut ribut, tidak baiklah."


"Sudah-sudah bubar semua," perintah Bu Ratih.


Apa-apaan ini, tadi mereka yang datang sambil marah-marah tidak jelas dan sekarang setelah tahu yang sebenarnya mau pergi begitu saja. Bella sungguh tidak rela.


Bukan ingin memperpanjang masalah tapi rasanya tidak adil bagi Adam yang sudah mendapat perlakuan kasar dari Topan dibiarkan begitu saja oleh Bu Dian selaku ibu kandung Topan, bagaimanapun Topan masih anak kecil jadi Bu Dian bertanggung jawab penuh atas semua akibat yang disebabkan oleh Topan.


Tidak adil juga untuk Adzriel yang sedari tadi menjadi sasaran kemarahan ibu-ibu itu padahal dia sudah menjelaskan duduk perkaranya jika mereka berlalu begitu saja.


Saat ibu-ibu itu bersiap meninggalkan tempat kejadian...


"Maaf ibu-ibu, tunggu sebentar," pinta Bella dengan sopan.

__ADS_1


"Ada apa lagi?" tanya Bu Dian dengan suara tinggi.


Haduh gimana nih, lanjut ngomong enggak ya, kata Bella dalam hati.


__ADS_2