
Ku menatap Laras, yang menyisir rambutnya, ku lihat punggungnya yang tidak tertutup rambut, kulihat bekas yang tak asing bagiku, ku dekatkan tubuhku di belakangnya,
"apakah ini menyiksamu?" tanyaku dari belakang punggungnya, ia terhenti, menatapku dari kaca riasnya,
"kau melihatnya, aku tidak tau bekas luka karena apa itu, tapi aku tidak merasa sakit akan hal itu, kenapa kau jijik melihatnya?"
"tidak, aku senang jika masih ada wanita yang tidak khawatir akan tampilannya, Rara....tetaplah menjadi wanita seperti sekarang, kuat,berani, dan tidak takut untuk hal kebenaran, terimaksih karena sudah hadir dalam hidupku"
kulihat pria di belakangku, perasaan apa yang ada di hatiku aku juga tidak mengerti, mendengar perkataannya aku merasa bahagia, aku tersenyum dari bilik kaca,
"kau jangan khawatir, seseorang tidak akan berubah tanpa ada sebab jika sebab itu tidak ada,mengapa aku harus berubah,"
ku berusaha memecahkan kecanggungan, kulihat ia tersenyum dengan perkataan ku,
semakin hari aku semakin melihat sisi lain dari seorang Iyas, Iyas yang terkenal kejam dan tidak berperasaan kini menjadi laki-laki yang beda di hadapanku,
aku menjalani hari dengan bahagia di London, dengan vasilitas dan layanan yang begitu mewah, pasti aku merasa betah,
"apakah kau tidak ingin pulang, kita sudah 4 hari di sini, tidak kah banyak pekerjaan yang menunggu di kantor"ucap Laras
"apakah kau ada urusan"tanya balik Iyas
"tidak hanya saja aku tidak enak sama Tante Martha,"ucap lagi Laras
"tidak usah khawatirkan tentang mamaku, dia bahagia mendengar kita menghabiskan hari bersama, Rara.... besok kita pulang, tapi sebelum itu, aku ingin mengajakmu kencan"ucap Iyas
"Kencan..." tanya Larasheran
"iya kencan...,aku merasa nyaman denganmu, akan ku pinta kau kepada orang tuamu sebagai tanda keseriusan ku"ucap Iyas
malam yang dingin itu menjadi malam yang begitu panas bagiku, Bagaimana tidak, seorang pria yang baru aku temui seminggu yang lalu menyatakan perasaannya, ingin melamarku kepada orang tuaku(Oma dan opa)
"Iyas.. apakah itu tidak terlalu terburu-buru"
__ADS_1
"tidak .. kita akan membuat ikatan, setelah itu jika kau merasa tidak nyaman denganku, kau bisa mengajukan pembatalan pertunangan kita, aku tidak akan menolak itu, tapi selama kita tunangan, aku tidak akan membiarkan kamu mengeluh tentangku"
aku bahagia bertemu dengan Iyas, tapi mendengar kata tunangan aku masih rasa takut,
"baiklah, Kita akan kencan besok,"
Iyas tersenyum padaku, aku pun membalas senyuman itu, selama ini Iyas menjadi pria yang sopan terhadapku, menjaga batas dariku, sejak itulah aku tambah menyukainya, jika dia benar-benar pria brengsek seperti yang di rumor kan mungkin saja dia sudah mengambil kesempatan saat aku di kasih obat, nyataanya Iyas tidak melakukan apapun terhadapku,
hari kencan pun tiba, aku memakai baju terbaik yang ada di lemari hotel itu, tapi Iyas, dia menjadi laki-laki Ter keren yang pernah aku temui selama ini, mataku tak berkedip menatap nya, menatap ia melangkah mendekat ke arahku, semakin dekat semakin terlihat ketampanan wajahnya, ia tersenyum dengan begitu tampan, aku membalasnya dengan sebaik mungkin,
"sudah siap putriku" ucapanya sambil menggenggam tanganku,
"siap pangeran" ucapku membalas genggaman tangannya, .
kami sama-sama tidak bisa berkata romantis hubungan kami meski pun kaku, tapi di mata orang lain adalah pasangan yang sangat serasi,
"pesan apa tuan" ucapa slaah satu pelayan yang berdiri di samping kami,
kami memilih makanan sesuai selera kami, aku melihat tidak satu orang pun yang berada di ruangan itu hanya aku dan Iyas,
"entahlah, mungkin saja mereka ketempat lain, mereka sadar kalau aku akan mengajakmu kencan di restoran ini"jawab Iyas
"jangan bercanda deh yas.."
tiba-tiba Iyas memegang kedua tanganku, matanya tertuju dalam kemataku, tatapannya penuh keseriusan, ku membalas tatapan itu, dan tersenyum padanya,
"Rara... aku tidak berjanji akan bisa membuatmu bahagia, tapi aku bisa berjanji kalau aku akan selalu ada di samping kamu, menjagamu, melindungi mu,dari semua masalah dalam hidupmu, percayalah aku bisa menjadi sandaran untukmu"
"Rara... bersedia kah kamu menjadi istriku,?"
ungkapan itu langsung membekukan hatiku, perasaan bahagia menjalar dari hatiku hingga kemata yang tak lagi bisa menampung air mata,
"Yas... bisakah kamu memberiku kesempatan, kesempatan untuk bisa menjadi seperti yang kau inginkan, aku tidak punya pengalaman apapun dalam percintaan, aku takut akan membuatmu kecewa"ucap Laras
__ADS_1
"kita akan sama-sama belajar dalam hal itu, kita akan sama-sama melengkapi setiap kekurangan kita"ucap Iyas
sejenak kami melepas kan pegangan tangan kami karena makanan yang kami pesan sudah tersedia di meja,
Iyas menatap ku, membuatku salah tingkah, ada kecanggungan di antara kita, pantaskah kami di sebut pasangan kekasih, dengan sikap kami yang sama-sama canggung dan kaku??
Beberapa saat setelah kami menghabiskan makan malam kami,
Iyas menuntunku, membawaku dekat dengan piano, lagu di mainkan aku dan Iyas berdansa di dekat piano yang di mainkan oleh seseorang yang tak aku ketahui,
"kau sengaja menyiapkan ini semua?"
"tentu.. ini kencan pertama kita, aku ingin sebaik mungkin membuatmu merasa nyaman"
"kau yang terbaik Iyas.. terimaksih"
ucapku, sesederhana itukah kebahagiaan ku datang??? aku bahagia melihat sikap Iyas yang semakin hari semakin menyayangi ku,lama kelamaan rasa suka ku menjadi rasa cintaku, tiga hari dari sepulang nya kami dari London, aku mendapat kan tugas dari perusahaan Adi untuk ikut papa nya ke Surabaya, karena saudaranya terlibat kasus, hingga menugaskan ku untuk menjadi pengacara nya, terpaksa aku ikut dengan om Arya, tanpa memberi tahu Iyas sebelumnya,
"selamat siang Oma"
"selamat siang nak Iyas,silahkan duduk nak?" ucap nenek Laras untuk Iyas, ..
"Oma.. aku tau, Rara sekarang tidak ada rumah, sebab itu aku datang kemari menemui Oma"
"Ada hal apa nak?"
"aku ingin memberi tahukan sesuatu, ini menyangkut cerita masa lalu , masa dimana akan menjadi masa depanku dan Laras,
"Oma, aku mengenal Laras sudah lama, namun kami terpisah, saat itu Laras masih duduk di kelas 3smp, kakaknya Laras adalah temanku, mereka semua mengira aku dan Vita memiliki hubungan spesial, tapi Oma, sebenarnya kami tidak ada hubungan apapun terhadap vita, mereka semua menganggap kami pasangan serasi, pasangan yang memang di takdir kan untuk bersama,
aku ingin tau cerita semua tentang Laras dan Vita, mereka menghilang bak tertelan bumi, aku mencari mereka berdua tapi tidak ada jejak, yang paling aku ingat saat Laras mengalami cidera di punggungnya, sejak saat itu, aku bisa melihat siapa Laras, dan siapa Vita,
kedua sifat mereka saling bertolak belakang, tapi Laras dia sedikit kasar, tapi bisa menjaganya, namun Vita, dia lembut tapi penuh muslihat, aku kesini ingin tau tentang mereka, aku sudah mendapatkan Laras, aku tidak mau lagi kehilangan dia untuk ke dua kalinya,"ucap Iyas mengeluarkan semua yang ada di hati dan fikirannya
__ADS_1
Oma Margareta, tertegun mendengar cerita Iyas, dari awal sampai akhir,Oma Margaretha, berusaha mencerna setiap inci perkataan Iyas, terlihat Oma Margaretha tersenyum kecil,
"Nak Iyas... akan aku ceritakan semua...semuanya"ucap oma pada Iyas