
Semua mata tertuju pada Iyas, begitupun denganku dan keluargaku, betapa terkejutnya aku dan Oma beserta opa, terlihat juga kekagetan kedua orang tua Iyas,
hatiku sakit, dada ku sesak, tanpa terasa air mataku berjatuhan, aku tidak mengerti apa maksud dari Iyas melakukan ini padaku,
ku tatap ke arahnya, terlihat dia juga menatap ku, ia memberikan senyum seperti biasanya padaku, tapi... hatiku masih terasa sakit, saat kulihat ia memegang tangan seorang wanita,
apakah benar kata Nando, setelah Iyaa puas, dia akan melemparkan ku seperti sampah? apakah benar rumor yang aku dengar bahwa dia adalah playboy no 1 di kota ini? tapi kenapa? kenapa harus memilih aku untuk target mainnya?
kulihat Iyas dan wanita itu mendekat ke arah Tante Martha, dan lebih mengagetkan lagi, wanita itu adalah wanita yang kami kira sudah meninggal 2tahun yang lalu, kakakku,
Sita, Oma yang kulihat mematung, begitupun dengan opa, semua mata tertuju pada mereka,
dadaku makin terasa sesak, aku sudah tidak kuasa menahan lagi, saat aku ingin beranjak pergi, suara Tante Martha menghentikan langkahku,
"apa yang kamu lakukan Iyaa!!"bentak Tante Martha dengan sangat lantang,
"siapa wanita ini, apa maksudmu dengan membawanya kesini"imbuh Tante Martha ku putuskan untuk menatap ke arah mereka, terlihat wajah amarah Tante Martha, aku semakin tidak mengerti dengan keadaan ini,
"mama tenanglah"ucap tuan Arya,
"bagaimana aku bisa tenang, apa anakmu ini ingin membuatku mati hari ini?"
"tenang lah ma....semua yang hadir disini, aku minta maaf atas ke gaduhan yang aku buat, terutama untuk kesayangan ku yang disana," semua mata tertuju pada arah telunjuk Iyas menuju, ya ke arahku, aku tersentak kaget begitu pun dengan Sita di atas mimbar,
__ADS_1
"Iyaa, apa yang kamu maksud kesayangan?"tanya Sita,
"maafkan aku Sita, aku sudah berjanji malam ini adalah malam Laras, kau datang di saat yang tidak tepat Sita,"ucapnya dengan nada lembut namun menegaskan,
Iyas turun dari mimbar dan berjaln ke arahku, mengusap air mataku yang dengan deras masih mengalir,
"maafkan aku membuatmu terkejut, aku juga sama halnya denganmu, terkejut melihat kedatangan nya, tapi percayalah, aku akan menceritakan semuanya setelah malam ini"
aku tak menjawab, dengan rasa penasaran, bersalah atau semua rasa berkumpul dalam hatiku, di bawanya aku ke atas dan menghadap ke arah Tante Martha dan tuan Arya,
"ma.. ini adalah kadoku untukmu, ku serahkan menantu idamanmu malam ini"
"apa maksudmu?"
terlihat jelas rasa kecewa, amarah, dan sedih di wajah Sita, aku mendekat ke arahnya, namun ia menjauh, saat aku ingin mendekat lagi, Iyas mencegahku dan menberi isyarat agar aku tidak lagi mendekati nya,
dengan semua panduan dari pembawa acara, kini Iyaa telah memasukkan cincin tunangan di jari manisku, aku bahagia, Oma dan opa pun juga bahagia tapi tidak dengan Sita,
entah apa yang ada di fikiran Iyaa, kini aku sedikit meragukannya, apa sebenarnya tujuannya mendekatiku, dan sebenarnya apa hubungannya dengan kakakku Sita, kemana dia selama ini??, mengapa tiba-tiba muncul seperti ini, membuat kejutan besar untukku mungkin hanya untukku, karena ku lihat wajah Oma dan opa tidak seperti orang kaget, melaiankan seperti ada kecemasan di wajah mereka,
malam ini aku resmi menjadi tunangan Iyas Arora, ku mencoba tersenyum dengan senyum yang sangat terpaksa, rasanya tenggorokanku tercekik, sakit tapi tidak tau harus bagaimana?, jika aku mundur, aku akan kalah dengan cinta yang selama ini aku puja, ya Iyas adalah cinta pertamaku, aku tidak mau kehilangan nya, tapi banyak misteri yang tidak aku ketahui, tentangnya, dan tentang kak Sita???
malam berakhir semua tamu undangan pun pulang , sedikit demi sedikit, menyisakan keluargaku dan keluarga Iyas, termasuk kak Sita,
__ADS_1
"maksud kamu apa membawa wanita ini Yas"
"nyonya, dia adalah Kasita, kakak Laras, yang di kabarkan meninggal selama 2tahun ini"timpa oma ku,
"bagaimana mungkin, dan apa hubungannya dengan Iyas?"
" Tante... akulah pacar Iyaa yang sebenarnya, akulah pacar Iyaa sewaktu SMA, tapi adikku ini, dengan licik merebut Iyas dariku"ucap Kavita dengan kejamnya, aku kaget,dengan sikapnya sekarang, apakah dia benar kakakku yg dulu sangat menyayangiku, memanjakan ku.
"tidak... aku tidak seperti itu kak, aku tidak tau kalau Iyaa adalah pacar kakak, dan selama ini kakak sudah menghilang, aku benar-benar tidak tau kak"belaku,
"sayang... kamu tenang"ucap Tante Martha menenangkan ku yang mulai menangis,
"aku tidak peduli dengan hubunganmu dan anakku di masa dulu, tapi hari ini, anakku sudah bertunangan dengan Laraa, dan dialah satu-satunya yang sangat aku annggap, jadi... saya mohon lupakan masa lalu, biarkan Iyas dan Laras bahagia,"
"Iyaa, katakan pada mereka.. katakan pada mereka apa yang kau katakan sebelum kita kemari, katakan Yas...."ucap Kasita mendesak Iyaa,
"Kasita .. sebenarnya, aku berkata seperti itu, agar kamu mau ikut denganku dan keluar dari persembunyiannya, Kasita ini adalah keluargamu, mereka sangat menyayangimu, lalu apa tujuanmu melakukan semua ini, menghilang dan berpura-pura meninggal,apakah kematian mu bisa di buat mainan??? maafkan aku, aku mencintai adikmu, dari dulu sampai sekarang aku hanya mencintai mata elangku, maafkan aku terlambat untuk mengatakannya, Kasita kau wanita yang bijaksana, lihatlah adikmu, dia meninggalkan cita-cita nya demi kamu, demi kamu yang memaksa dia untuk menjadi seorang pengacara, tapi kenapa kau tega bersembunyi darinya"
"Iyas... aku ... aku tidak terima dengan apa yang kau lakukan malam ini, dan kamu Laras, dari dulu sampai sekarang, kau selalu mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku, aku sungguh tidak mengerti dengan mu, kenapa kau Setega itu padaku Laras..."
teriakan Kasita sungguh membuatku merasa bersalah dan sedih, aku benar-benar tidak tau kalau Iyaa lah lelaki itu, dan meski aku tau, tapi kematian Kasita sudah tersebar, lalu dimana salahku dalam hal ini, dia yang bersembunyi dariku, dari Iyasi dan dari lainnya, tapi kenapa harus aku yang di salahkan dalam hal ini, jika aku tau dari awal tentang hubungannya dengan Iyaa, jika aku tau dia masih hidup, apakah aku masih Setega itu, mengambil kekasihnya, Kasita ini semua kesalahanmu, karena sudah membiarkan harta berharga mu berada sendirian,dan menemukan pemilik aslinya, dan akulah pemiliknya,
"kak, jika aku tau kau masih hidup, apakah kau fikir aku akan membina cinta dengan Iyas, tapi ini murni, aku tidak mengenalnya, begitupun dengan dia, aku hilang ingatan, mana bisa aku merencanakan hal konyol semacam itu, dan.... selama 2 tahun terakhir, kemana kau pergi... kemana kau menghilang... tinggal dimana kamu selama ini... bersama siapa kamu selama ini.... "
__ADS_1
wajah Kasita tiba-tiba berubah, menjadi pucat pasi.... bagaimana tidak semua pertanyaan Laras sungguh menusuk hatinya... bagaimana ia harus menjawab....????