Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 30 Aku Adalah Kamu


__ADS_3

Aku pun melanjutkan kegiatan ku yang tertunda tadi, aku ambil jas ku dan aku gantung lagi di gantungan baju, karena dari tadi jas ku hanya berada di sandaran kursiku, kini tiba waktunya makan siang, akupun keluar dari ruangan ku, rencananya ingin mencari Reni dan mengajaknya makan siang bareng, namun niatku terhenti saat aku lihat sosok laki-laki yang di ikuti oleh beberapa wanita di belakangnya, ya dialah my hubby ku, dia datang ke perusahaan ku, ke kantor tempat ku bekerja, dengan senyum manis di bibirnya membuat semua teman wanitaku mengikutinya dari belakang, aku masih mematung di tempatku, aku tidak menyadari saat Iyas sudah berada di depan mataku tepat saat ia mencium ku, baru akau sadar akan keberadaan nya,


"Ahh...so sweet banget sih .."ucap salah saru teman kantorku, membuatku malu sendiri dengan tingkah Iyas ini, ia berani mencium ku di depan umum, apa mungkin ia ingin menunjukkan kalau dia sudah ada yang punya, ahh... Aku bahagia jika itu alasan Iyas menciumiku, setidaknya sainganku berkurang saat melihat Iyas, aku merasa semua wanita adalah sainganku, yang kapan saja akan bisa mengambil Iyas dariku,


"Hai... Kok masih melamun gitu, gak suka ya aku datang kemari?"ucapnya saat selesai mencium ku


"bukan...aku suka hanya saja aku terkejut, kamu datang tiba-tiba seperti jelangkung tau gak?"


"Masak ada jelangkung setampan aku, kalau ada jalangkung tampan kayak aku yang ada hantu-hantu wanita antri di dekatku"


"Kamu benar tuh buktinya"sambil menunjuk ke wanita-wanita yang dari tadi mengikutinya, Iyas tertawa sambil mencium kening Laras,


"Apakah kau cemburu sayang?"ucapnya menggodaku,


"Mana ada aku cemburu,"ucapku sambil mengalihkan pandanganku,


"Apakah kau masih meragukan ku sayang...,jika seperti Kasita saja tidak bisa menggodaku, apalagi yang seperti mereka, hanya kamu wanitaku sekarang sayang" Iyas merangkul pinggangku dan berjalan meninggalkan perusahaan, dia membawaku entah kemana, aku hanya mengikuti nya,


"Bagaimana pekerjaan mu hari ini?"


"Seru...aku dapat kasus yang seru kali ini"ucapku dengan sangat antusias,


"Apakah butuh bantuanku?"


"Tidak, terimaksih, aku udah ada Reni yang menemaniku untuk kasus ini jadi... Kami berdua "

__ADS_1


" Tumben berdua dengan Reni?"


"Hemm... Mau bagaimana lagi, klienku menjadi incaran Reni, ya hitung-hitung biar semakin dekat sama teman lah, mengingat kalau aku tidak pernah berteman beberapa tahun ini,"ucapku sambil melihat kearah Iyas yang mengendarai mobilnya,


"Ngomong-ngomong kita mau kemana Yas?"


"Makan siang, aku punya tempat yang enak buat mu, aku yakin kau menyukainya,"


"Benarkah, mengapa kau yakin kalau aku akan menyukai tempat dan makanan yang ada di situ?"


"Karena aku tau kamu"ucapnya santai namun menyentuhku, sedangkan akau tidak tau apa-apa tentang Iyas, tentang kesukaaannya tentang apa yang tidak dia suka, tempat yang ia suka, makanan favorit, aku semua tidak tau, sedangkan dia tau semua tentangku, mulai hal-hal kecil yang tidak aku suka dia sudah mengetahui dengan deteil,


"Kenapa melamun, akhir-akhir ini kau sering melamun, apakah ada sesuatu yang kamu fikirkan?"


"Tidak, hanya saja .. aku merasa aku tidak pas buatmu sebagai pasangan mu"ucapku dengan menundukkan kepala, membuat Iyas menghentikan mobil nya dengan mendadak,


"Tidak Yas, aku merasa kurang baik buatmu,kamu tau segala nya tentangku, sedangkan aku, sedikitpun aku tidak tau tentangmu, bagaimana aku bisa menjadi pasangan yang baik jika aku seperti itu"ucapku sambil menatap matanya Iyas yang menatapku, ia langsung memelukku seraya berkata,


"Kau ingin tau tentangku... Jika kau ingin tau tentangku, ketahui diri kamu sendiri dulu, karena setiap yang kamu sukai adalah kesukaanku, setiap yang tidak kau sukai adalah hal yang tidak aku sukai, kamu tidak perlu mengenalku, cukup aku yang akan mengenalimu, karena kamu tidak akan ku jadikan seorang yang melayaniku, tapi akan kujadikan kau wanita yang aku layani seumur hidupku"ucapnya dengan masih dalam keadaan memelukku, aku membalas pelukan itu dengan sangat erat,


"Terima kasih Yas, terimaksih karena sudah memberiku cinta seperti ini"


"Mulai sekarng jangan fikirkan hal yang aneh-aneh, mengerti"


Aku hanya menganggukkan kepalaku dan melepaskan pelukan kami, Iyas pun melanjutkan perjalanan kami, hingga akhirnya kami tiba di sebuah pondok kecil yang terbuat dari kayu, namun sangat indah dan sejuk saat di pandang, dengan nuansa danau di dekatnya membuat mata terasa sejuk, benar kata Iyas aku akan menyukai tempat ini,

__ADS_1


"Kau..., Sejak kapan kau tau tempat ini"


"Sejak mengenalmu, ini tempat favoritmu dulu, maaf aku terlambat membawamu kemari"


"Benarkah..., Apakah itu benar?"tanyaku dengan heran,


"Tentu...coba saja kamu lihat di sosial mediamu, kamu pernah Selfi di tempat ini" ucapnya dengan santai sambil duduk di lantai dalam pondok itu, kulihat seorang pelayan datang mendekati kami,


"Pesan apa tuan,nona?"tanya sopan,


"Nasi putih dan babat goreng saja, sambalnya jangan terlalu pedas, dan jeruk hangat dua"ucapku pada pelayan itu, ya, ini adalah pondok kecil yang hanya melayani makanan ikan babat, soto babat, dan juga usus, Aku menatap Iyas dengan wajah tersenyum, saat aku mendengar makanan yang ia pesan, aku sering ingin memakan, makanan itu, tapi tidak tau tempat nya dimana, dan Iyas kini membawaku untuk menikmati makanan itu, aku lihat Iyas juga melihatku, setelah meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di depan kami,


"Sayang.... Mungkin untuk dua hari kedepan aku akan pergi ke Surabaya untuk proyek, apakah tidak apa-apa?"tanya Iyas


"Tentu tidak apa-apa, itu urusan pekerjaan mana bisa aku mencegahmu sayang,"


Saat kami berbincang pelayan tadi datang membawa pesanan kami, benar saja, makanannya sudah sampai, air liurku serasa ingin berjatuhan membuatku malu sendiri, apakah sebegitu inginnya memakan ikan babat????


Tanpa menunggu lagi, aku pun menyantap makan yang ada di hadapanku, tidak perlu di tanya lagi, sungguh, makanan yang sangat enak, aku merasakan Iyas terus menatapku, mungkin heran dengan tingkahku, tapi aku tidak mau tau lagi, aku hanya ingin makan menghabiskan makanan yang ada di hadapanku,


"Tidak perlu terburu-buru sayang, tidak akan ada yang berebut makanan dengan mu"ucapnya yang berhasil membuat kepalaku terangkat, aku memberikan senyumku dengan mulut yang penuh dengan makanan,


"Kau tidak makan Yas"ucapku sambil menelan makanan yang masih ada di mulutku


"Tentu aku makan, tapi melihatmu itu jauh lebih penting,"ucapnya seraya tersenyum, tanpa tersadar aku tersedak membuatku ter batuk dan Iyas dengan segera memberiku air putih yang ada di dekatku,

__ADS_1


"Makanya aku bilang hati-hati, pelan-pelan saja makannya" sambil menepuk punggungku, sungguh sangat perhatian


Aku menyentuh tangan Iyas yang ada di bahuku, mengisyaratkan kalau aku sudah baik-baik saja, Iyas pun kembali ke tempat duduknya, dan segera menikmati makanannya juga,


__ADS_2