Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 29 Laras Akan Melawan nya


__ADS_3

Aku terus mengamati setiap detail berkas yang mereka serahkan kepadaku, dengan sekali-kali aku melihat kearah mereka satu persatu, aku tidak ingin masuk kedalam kasus yang mana akan menghancurkan kehidupan orang lain,


"Baiklah, kita akan bertemu lagi nanti, akan aku selidiki semuanya, tuan-tuan, saya harap kalian bisa menjaga sikap kalian selama masa pemeriksaan kalian, jangan buat masalah sedikit dan sekecil apapun itu, jangan terpancing oleh hal-hal kecil, yang nantinya akan mempersulit kalian dalam masa persidangan,"ucapku sambil menatap kearah kedua pria di depanku, dengan wajah yang tegas mereka mengiyakan semua yang aku katakan,


"Baiklah nona kalau begitu kami permisi dulu"ucap wanita yang mereka panggil dengan sebutan ibu,


"Baiklah, hati-hati di jalan nyonya,"


Mereka pun berlalu dari ruangan ku, dengan cepat Reni menghampiriku,


"Wah... Keren banget tuh cowok, kasih aku mau dong satu aja Ras" ucapnya sambil memasang wajah memelas,


"Kamu gak dengar tadi, mereka tersandung kasus dengan wanita loh, minat mau menyelidiki denganku?" Ucapku sambil membereskan berkas-berkas di atas mejaku,


"Tapi aku dengar tadi mereka dalam posisi yang tidak bersalah kan?"


"Kita belum tau kebenarannya, semoga aja mereka benar, dan kasus ini sepertinya akan mengasyikkan"ucapku


"Kok gitu, apa karena mereka tampan"ucap Reni dengan polosnya,


"Ya enggaklah, yang tertampan itu tetap tunangan ku, yang bikin aku penasaran dengan kasus ini adalah si gadis, hebat juga dia, kayaknya akan lebih hebat di bandingkan Kasita"

__ADS_1


"Apa hubungannya dengan Kasita ras, kok aku semakin bingung" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"Nanti kamu akan mengerti sendiri kok, mau gak nangani kasus ini denganku, meski nanti hasilnya yang terlihat hanya aku, tapi pendapatan nya aku bagi jadi dua deh, itung-itung buat kamu dekat sama tuh salah satu cowok, bagaiamana..?"


"Hemmm...baiklah, aku setuju, lagian...biar bagaimanapun peranku, tetap saja aku tidak bisa mengalahkan mu, setidaknya aku punya kesempatan mengejar salah satu pangeran itu hahahaha"ucapnya sambil melepas tawanya,


"Kau benar-benar bosen sendirian ya ren"


"Masalah seperti itu, tentunya kau juga tau, kau pernah jadi jomblo ngennes seperti aku kan?" Ucapnya sambil menunjukku dengan jari telunjuknya,


"Tapi aku gak kayak kamu juga kali ren, "


"Ok nanti aku kabarin lagi dah, sekarang kamu keluar, aku ingin fokus bekerja ok"ucapku sambil mendorong Reni, agar keluar dari ruanganku, jika tidak di usir dia bisa diruanganku seharian full, sungguh seorang yang tidak punya kesibukan, dulu aku pernah jomblo, bahkan tidak punya teman, tapi nasibku malah terbalik dengan Reni, aku lebih fokus bekerja dan mengembangkan karirku, eh dia sibuk cari jodoh, kenapa aku dulu tidak berteman dengannya, kalau tau dia sangat lucu seperti ini aku pasti tidak kesepian di hari-hariku yang lalu,


Akhirnya Reni pun keluar dari ruanganku dan akupun kembali ketempat dudukku, sebentar lagi waktu makan siang akan tiba, aku segera membuka file untuk mengetahui tentang wanita itu, wanita yang membuatku penasaran dengan kasus nya dan kisahnya, kini aku semakin yakin tentang fikiran ku yang tadi pagi,


*Jika semua yang aku fikitakn itu benar, maka sangat kemungkinan wanita yang di maksud Kasita adalah..


Ah... Kenapa fikiran ku selalu mengarah dengan apa yang Kasita bilang, belum tentu kan kalau nando adalah orangnya Kasita,*


Lama aku memikirkan hal itu membuat pusing kepalaku, kini aku fokus pada layar leptopku, semua foto tentang wanita itu sudah terlihat begitu banyak akun yang memakai fotonya, memang wanita yang menggiurkan, foto **** nya,dan cara berposenya, sungguh membuat mata laki-laki tak berkedip menatap nya,

__ADS_1


"Kau sangat cantik, aku aja sebagai perempuan jatuh cinta dengan wajahmu, apalagi laki-laki, ahh... Andaikan aku punya kecantikan sedikit dari wajahmu, pasti aku tidak akan khawatir tentang Iyas, wajahku yang pas-pasan membuatku merasa gak tenang tau... Saat memiliki kekasih yang berwajah tampan, kau belum menemui kekasihku, apa jika kalian bertemu kau akan tertarik dengan Iyas ku...?" Ucapku sambil menatap foto-foto cantiknya, ahh.. sial... Lama-lama aku bisa gila, masak iya, aku membandingkan diriku sendiri dengan orang lain, tentu akulah yang terbaik, meski wajahku ini pas-pasan tapi aku sudah berhasil menaklukkan si raja wanita, berarti aku kan punya daya tarik sendiri, jadi Laras jangan minder, jangan berkecil hati, jika kau bertubuh pendek dan berhidung pesek, karena kekuranganmu bisa jadi kelebihanmu,


Aku menyemangati diriku sendiri, tentu, karena setiap aku melihat foto wanita cantik jiwa minderku meronta-ronta, ahh tentu saja, semua wanita pasti ingin terlihat cantik, tapi percayalah, cantik tidak menjamin bahagia, cantik tidak menjamin kita mendapatkan apa yang kita inginkan, cantik juga tidak menjamin kita bahagia,


Aku tutup laptop ku saat aku mengetahui alamat wanita itu, lumayan jauh, tapi tidak sampai keluar negri kan, seperti yang di katakan Nando barusan,


Tiba-tiba dering ponselku membatalkan aku untuk mengambil jasku, aku lihat layar ponselku ternyata Kasita yang menghubungiku,


"Hallo adikku sayang, sudah lihat berita hari ini sayang...?"ucapnya dengan suara khasnya sok manja dan cantik,


"Iya kakakku tercinta,aku sudah melihatnya sampai selesai malah, aku salut sama kakak, salut banget, darimana kakak belajar trik murahan seperti itu"ucapku dengan sok hebatnya, mungkin di sana Kasita sedang kesal dengan apa yang aku katakan,


"Apa yang kamu katakan, kamu fikir itu trik ku, hei wanita naif, tunangan mu adalah kekasihku, dari dulu yang di cintai nya cuma aku, hanya aku wanita yang ada dalam hatinya, dia bersama denganmu, karena dia selalu ingat denganku, jika tidak, mana mungkin dia akan suka dengan wanita seperti mu,"ucapnya yang aku rasa dia sangat kessal


"Owh... Benarkah, apakah dia benar-benar melakukan hal itu denganmu kakak, kalau begitu selamat ya kakak, kau masuk dalam jebakan mu sendiri"


"Maksudmu apa Ras...?"ucapnya dengan suara yang setengah teriak,


"Apa perlu aku kirim Vidio lanjutannya kak, atau langsung saja aku unggah di sosial media sebagai sambungan dari kisah tadi pagi, bagaimana kakakku tercinta"ucapku dengan nada sok lembut,


Lama Kasita terdiam hingga akhirnya ponsel kami terputus, aku yakin dia sangat marah, mungkin saja dia sedang melempar benda yang ada di dekatnya seperti di film-film yang aku tonton di televisi, atau bahkan ponselnya ia lempar karena dari marahnya, aku hanya menghela nafas, bisa melawan Kasita sungguh butuh keberanian, karena ini pertama kalinya aku berdebat dengannya, seorang kakak yang sudah tidak aku kenal lagi untuk apa di beri perhatian, jika dia ingin perang, maka aku hanya perlu bertahan dalam serangannya, jika ia ingin menghncurkan reputasi ku dan Iyas maka aku tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


__ADS_2