
Pagi ini kami sarapan dengan baik,layak nya sebuah keluarga kecil yang bahagia, semoga setiap harapan kami menjadi kenyataan,
"ma, papa kemana?"tanya Iyas sambil menyodorkan sesuap nasi kemulutnya,
"papa ada pekerjaan mendadak di luar negri kemaren berangkat, makanya mama minta Laras kesini untuk nemenin mama"jawab mertuaku itu, setelah selesai sarapan aku dan Iyas pun pamitan bekerja kami menyalami mama Martha secara bergantian,
aku masuk kedalam mobil mewah Iyas, dan Iyas pun membawa mobilnya keluar dari area halamannya yang luas,
"bagaiamana rencana semalam apakah kau menemukan sesuatu"
"banyak jebakan yang Kasita sediakan untukku, dia merekam semua tentangku, untung aku mempunyai persiapan, kalau tidak aku pasti akan masuk dalam jebakan itu"ucap kessal Iyas sambil tetap fokus mengendarai mobilnya,
"lalu bagaimana kau bisa keluar dari sana"
"aku menyiapkan sesuatu, hingga bukan aku yang terjebak melainkan Kasita yang masuk ke perangkat sendiri, laras kakak yang Kasita ceritakan itu memang ada, namun kebenaran antara dia anak dari papamu itu belum aku ketahui,sekarang kakak yang di sebut-sebut Kasita itu berada di area perumahan elit di Jakarta barat, dia wanita seperti Kasita terlihat begitu lembut, mata yang penuh dengan kesedihan tapi tersimpan begitu banyak ambisi dan emosi di dalamnya, dan ... adiknya wanita itu ada dalam kantormu"ucap Iyas dengan secara detail,
"lalu apa yang harus aku lakukan Yas???"
"kamu harus cari tau siapa laki-laki yang berada dalam kantor itu yang memiliki hubungan dengan Kasita, kita tidak punya petunjuk dengan wanita yang di panggil Kasita kakak itu, tapi kita punya Kasita, kita pasti bisa mencari tau tentangnya melalui Kasita,"ucap Iyaa
"Iyas, aku ingat jika aku ingin tau kelanjutannya ceritanya aku harus menemui Kasita kan, akan aku gunakan itu untuk mengetahui dan memancing pria yang ada di belakang Kasita selama ini"
"baiklah, aku akan selalu ada di belakangmu, jika terjadi sesuatu langsung kabarin aku, jangan di lewati sendiri, karena kita tidak tau kekuatan musuh kita seperti apa, lagian kamu banyak musuhnya, jadi bukan Kasita saja yang mengincar mu"ucap Iyas dengan semua kebenarannya atas apa yang di katakannya,
__ADS_1
"baiklah akan ku ingat selalu" ucapku
sesampai nya aku di depan kantorku Iyas pun pamitan untuk kekantor nya, sekilas ia mencium keningku, akupun melambaikan tanganku, mobil itu semakin menjauh dari pandanganku dan akupun masyk kedalam kantor tiba- tiba ada yang menghentikan ku dengan menarik pergelangan tanganku,
"Laras tunggu.."
ku hentikan langkahku dan ku lihat orang yang telah memegang tanganku,
"Ada apa pak"sambil melepaskan pegangan tangan itu,
"Laras ada sesuatu yang harus kita bicarakan, dan ini sangat penting Ras..."
"apakah begitu penting pak?"
Nando mengajak Laras keruangan nya, mau tidak mau Laras mengikuti langkah Nando, ia masuk dalam ruangan itu, terlihat sebuah foto seorang pria dan wanita di sebuah dinding, menyadari Laras menatap foto itu Nando pun bersuara,
"dia istriku.. tapi aku jarang pulang kerumahnya, karena pekerjaan, kadang dia yang menghampiriku, kadang juga aku, dia cantik kan Ras .." serentak aku kaget dengan ucapan Nando, mana bisa ia bilang kalau dia sudah beristri, sedangkan beberapa bulan yang lalu ia menyatakan perasaannya kepadaku, apakah yang di katakan Kasita itu benar, sebenarnya laki-laki tidak pernah mencintai..?
"sesuatu apa yang ingin bapak tunjukkan padaku?"langsung aku buka pertanyaan itu,
"oh itu, coba kamu lihat ini, aku dapatkan rekaman ini dari temanku yang bekerja di sana, bukankah itu tunangan mu Iyas dan kakakmu Kasita, mereka tinggal dalam satu kamar? itu tindakan tidak benar Laras, dia tunanganmu mana bisa ia berbuat seperti itu kepada dua saudara sekaligus,"ucap Nando
aku mengamati setiap Vidio yang terputar dan semua seperti yang Iyas katakan, saat berada dalam kamar mandi, ia menjadi semakin yakin kalau Iyas tidak berbohong padanya, tapi aia kaget saat melihat Iyas menaruh obat dalam minuman Kasita, setelah itu Vidio itu terputus
__ADS_1
"bagaimana kau sudah lihat sendiri kelakuan tunangan mu kan? dia bukan pria baik Laras, kau harus menjauh darinya, aku sebagai temanmu hanya bisa menasehati mu, mengertilah, Iyas seorang playboy dan selamanya akan menjadi seorang playboy, dia laki-laki yang mapan, semua wanita ingin ada di sampingnya, jika kau bersamanya kau hanya akan menjadi serpihan debu baginya,"ucap Nando
"pak Nando yang terhormat... saya sangat berterimakasih kepada anda tentang Vidio itu, dengan Vidio itu, aku bisa tau seperti apa tunangan ku itu, dengan melihat Vidio itu aku bisa tau siapa yang bisa menjadi musuh kita dan siapa yang menjadi kawan kita, dengan Vidio itu aku bisa melihat, siapa Iyas yang sebenarnya, pak Nando tidak perlu repot-repot mengurus urusan pribadiku, aku bisa mengatasinya sendiri" ucap Laras.
saat aku mau melangkah pergi, Nando masih meghentikan ku,
"tunggu Laras, jika kau bisa membatalkan pertunangan mu dengan Iyas, aku bisa menceraikan istriku, aku akan menjagamu, Laras aku tidak pernah bercanda dengan perasaanku Ras..." suatu perkataan yang sangat bodoh bagiku,
"pak Nando, apakah pagi ini anda salah minum obat...?apakah anda makan-makanan yang salah, kenapa pagi ini anda seperti orang yang kurang waras? pak Nando,
1 aku tidak pernah menyukai bapak
2 aku sangat mencintai tunangan ku
3 bodoh jika aku membatalkan pertunangan ku dengannya dan lebih memilihmu
4 kau sudah beristri jika kau cerai status mu sudah duda, sedangkan aku masih perawan,
5 Iyas tidak bisa di gantikan oleh siapapun apalagi dengan pria yang tidak tau malu sepertimu"ucapku dengan langsung meninggalkan ruangan itu dengan membanting keras pintu ruangan Nando,
*mengapa Nando mempunyai rekaman itu secara detail? apa yang terjadi sebenarnya, apakah Nando adalah pria itu, tapi itu tidak mungkin, selama ini tidak ada tingkahnya yang membuatku mencurigainya ataupun khawatir padanya, dia seperti yang lain,mendekatiku karena cinta, lalu bagaimana dia bisa mendapatkan rekaman itu, tidak mungkin jika temannya yang memberikan, jika temannya yang memberikannya, otomatis temannya sudah membeberkan berita besar itukan... ahh..jadi bingung sendiri kan akunya,* ucap Laras dalam hati.
Laras pun masuk kedalam ruangannya, disana sudah berjejer beberapa foto saat Kasita, menjatuhkan handuknya dan terjatuh di pelukan Iyas, semua foto itu berjejer di meja kantor Laras dengan mata yang tertegun Laras mengambil semua foto itu,
__ADS_1
"dasar wanita murahan... aku tidak menyangka kau akan melakukan hal rendah seperti ini kak, aku tidak menyangka kau akan melakukan hal kotor seperti ini untuk menarik Iyas kembali, kau .... apakah kau benar-benar Kasita atau kau hanya mirip dengannya, aku jijik dengan tingkah mu seperti ini kak aku jijik" Laras menangis melihat semua foto yang ada di dalam genggaman nya, ia meremas semua foto itu dan membuang nya ke atas lantai, ia menangis, menangis bukan karena apa yang terjadi pada Iyas dan Kasita tapi menangis karena tingkah kakaknya yang sudah melewati batas.