Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
34 Kebenaran Yang Membingungkan


__ADS_3

Akhirnya akupun masuk kedalam ruangan ku.saat makanan yang aku pesan sudah ada di tangan ku, aku menikmati makan siangku yang tertunda, kini hari-hari berjalan dengan santai tidak sesibuk kemaren, karena aku lebih memilih diam, dari pada harus mondar mandir seperti hari kemaren, semua informasi yang aku perlukan sudah ada di tanganku, tentang tempat kelahiran Tiara atau Alina itu, tentang siapa dokter yang membantu ibunya melahirkan semua sudah aku dapatkan, dan ketiga detektif ku sudah menyelidiki semua yang bersangkutan, dengan cepat aku mendapatkan semua informasi yang aku punya, saat ku ingin pulang aku berhenti di sebuah toko kue karena aku ingin mampir kerumah Iyas sekalian membelikan kue untuk mertuaku, saat aku keluar dari toko kue, aku bertabrakan dengan seorang wanita yang sedang sibuk dengan ponselnya, saat ku tatap dirinya, dirinya sangatlah mirip dengan Kasita, atau bisa di bilang lebih mirip dengan foto yang terpajang di ruangan Nando, namun wanita itu seprtinya terburu-buru, sehingga dia tidak melihat kearahku dan langsung masuk kedalam toko, akhirnya aku putuskan untuk menunggunya dan mengikutinya dari belakang, namun tak lupa waktu ia melintasi tepat di sampingku aku menaruh alat pendengar di bajunya, sehingga nanti aku bisa mendengar semua percakapan nya, saat aku mengikutinya dari belakang aku mendengar ia bicara dengan seseorang, entah siapa aku tidak bisa mendengar suara yang ku pastikan ada di balik ponselnya,


"Aku kerumahmu malam ini, dan ku bawakan kue kesukaanmu"


"baiklah secepatnya aku akan sampai"


lanjut suara yang aku dengar, lama aku mengikuti nya akhirnya ia berhenti di sebuah perumahan yang tidak mewah tapi terlihat elit, aku berhenti di depan gerbangnya namun masih tidak terlihat oleh orang rumah, betapa kagetnya saat ku lihat Kasita yang ia datangi, mereka berpelukan seraya berkata,


"kakak..aku merindukanmu"


"kakak juga sayang... mari masuk..." ucap Tiara atau Elina itu, akhirnya merekapun masuk dan menutup pintunya, namun dengan alat itu aku masih mendengar suara mereka,


"kas... bagaimana... apakah berhasil...?"


"huftt susah kak, Iyas beda dengan MB rumor yang beredar beberapa tahun ini, kakak tau, bahkan aku sampai membuka semua yang aku pakai tapi ia tidak tergoda sama sekali, bahkan menjebakku main dengan pria lain"

__ADS_1


"lalu... kau main dengannya?"


"ya mainlah kak, aku gak sadarkan diri waktu itu, saat sadar sudah terlanjur ya sudah lanjutkan saja"ucapnya tanpa rasa malu, aku yang mendengarnya sungguh merasa jijik dengan pembicaraan mereka,


"kalau kakak sendiri, bagaimna kasus dengan adik kita itu"


"aku sudah menjalankan rencana ku, tapi kamu tau sendiri, sebenarnya incaran ku bukan Laras, dia adikku kas, dia adik kandungku, meski ku tahu, sebenarnya dia tidak terlibat dengan peristiwa itu, aku tidak sejahat itu kali, membuat darah daging papa merasa tersiksa"


"lalu apa rencana kakak sebenarnya, kenapa kakak main dengan hukum jika kakak tidak ingin menghancurkannya"


"aku punya dendam sendiri dengan keluarga yoga, adiknya sudah merenggut keperawanan ku saat itu, dia yang sudah menghancurkan masa depanku dan menjerumuskan aku dalam lembah kehinaan itu, kau tau kas, aku bertahan hidup dalam dunia malam, karena laki-laki hina itu, dia menjualku ke teman-teman nya, bajingan sekali, dan sekarang mereka ingin minta bantuan Laras, kau tahu, Laras sekarang pengacara handal, mata-mata nya tidak di kenali, aku ingin menjelaskan baik-baik, tapi apalah posisiku di kehidupan Laras, aku dan kamu sudah datang dalam kehidupan Laras dengan keburukan, tentu aku tidak bisa melakukan hal itu, Laras bukan wanita bodoh, yang hanya melihat sisi buruk ku, tanpa harus menggali masa lalu kliennya, kas... aku pernah bilang padamu kalau pria tidak pernah punya cinta yang ada hanya nafsu, itulah alasannya mengapa aku bilang seperti itu,"


"Kasita... maafkan aku telah membuatmu terjerumus ke jalan yang aku tempuh dulu"


"aku melakukan itu hanya karena aku ingin bertemu dengan mu kak, akhirnya aku bertemu juga denganmu, kita sama-sama hitam sekarang, jadi jangan merasa kalau kakak itu kotor, kakak adalah kakak yang terbaik yang pernah aku punya, kau menaruh ku di keluarga Laras,agar aku terawat dengan baik, tapi pria yang telah menelantarkan kakak, dia mati terlebih dulu"

__ADS_1


"hei gadis bodoh... kenapa kau mengaku kalau kau yang membunuh papaku, apakah kau gila, jika aqilla menjerumuskan mu ke penjara dengan bukti tulisan tanganmu apa yang akan kau bela di pengadilan, lain kali jangan bertingkah bodoh"ucap Tiara di sana,


sebenarnya apa yang terjadi, mengapa jadi terbalik seperti ini, klienku adiknya yoga, dia menjual Tiara ke dunia malam, karena itu Tiara ingin balas dendam, lalu hubungannya dengan yoga apa, seharusnya dia balas dendam nya dengan adiknya saja kenapa harus melibatkan keluarganya, sebenarnya apa yang terjadi, yoga.. apakah dia termasuk tersangka nya, atau hanya adiknya yang menjadi tersangka utamanya,


Laras berfikir sejenak, rasanya ia ingin sekali menghampiri kedua wanita itu, namun, ia tidak berani, ada rasa marah, takut,sedih khawatir semua menjadi satu, ia merasa dunia kini mempermainkannya, siapa yang harus ia bela nanti,


*aku tau keluarga yoga adalah klienku, tapi jika terbukti adiknya yang melakukan kejahatan apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus menyelidiki keluarga yoga juga, mereka kaluarag kaya, pasti dengan mudah membeli hukum tapi aku bukanlah hukum yang bisa di beli, jika benar yoga dan ibunya tidak terlibat, aku pasti membela dan menyelamatkan mereka tapi jika mereka terlibat aku pasti tidak akan melepaskan mereka, ini masuk pelecahan jika apa yang dikatakan Tiara itu benar, tapi juga pencemaran nama baik jika yang dikatakan Tiara itu kepalsuan,


akhirnya Laras pun meninggalkan rumah yang mungkin itu adalah rumah Kasita yang baru, ia semakin bingung dengan kasus ini, akhirnya Laras selesaikan perang dengan fikirannya sendiri,Laras fokus membawa mobil nya ke halaman rumah tunangan nya Iyas, saat Laras memasuki rumah itu,ia di sambut hangat oleh keluarga tunangan nya.


"sayang.. kenapa lama sekali, mama sudah dari tadi loh nunggunya" ucap mama mertua Laras sambil memeluknya,


"maafkan Laras ma, tadi ada urusan sebentar jadi Laras tellat"


"tidak lama juga kan ma, biarkan mantumu masuk dulu, bik panggilkan Iyas di ruang kerjanya ya, bilang kalau Laras sudah tiba"ucap papa mertuanya,

__ADS_1


"tidak usah pa, biarkan saja kalau Iyas sedang sibuk kerja kita jangan mengganggu nya"ucap Laras menahan pembantu itu untuk memanggil Iyas


"cih.. papa kenapa gak peka sih, jangan suruh Iyas kesini, biarkan Laras yang kesana, masak papa tidak tau anak muda sih"ucap mama mertua Laras yang telah menggoda suaminya, pipi Laras seketika menjadi memerah,, saat kedua orang tua itu memandang nya dengan pandangan menggoda.


__ADS_2