
Pagi ini ku sediakan Iyas dengan masakan sederhana nasi putih, dengan lauk ikan gurami goreng dengan kuah bening, ya...ini adalah masakan favoritku, karena aku tidak begitu suka dengan masakan ala barat seperti stik, dan semisalnya,
Aku lihat Iyas sangat menikmati sarapan paginya, begitupun dengan Oma opa, semua yang ku sayangi bisa aku lihat dalam satu pandangan, setelah sarapan pagi Iyas pamitan untuk langsung ke kantor akupun demikian, aku juga pergi kekantor setelah hari kemaren aku cuti, aku dan Iyas jalan bersama, ia mengantarkan ku kekantor ku, seperti suami istri aku mencium tangan Iyas, sedangkan Iyas mencium keningku, sungguh suasana yang bikin mood ku sangat baik hari ini,
"Aku jalan dulu, jangan nakal-nakal di kantor"ucapnya menggodaku,
"Ye..emangnya aku anak SD apa"balasku dengan memanyunkan bibirku,
"Bercanda... sudah sana masuk"
Akhirnya aku pun masuk kedalam kantorku, dan kulihat Iyas sudah membawa mobilnya keluar area kantorku,
"Cie...cie...diantar calon suami ni...?" goda salah satu teman kantorku yang kebetulan datangnya bersamaan denganku,
"Kamu.... ya, kebetulan saja dia mau antar aku kekantor, Oya ngomong-ngomong,kemaren katanya ada rapat, rapat tentang apa?"
"owh...gak penting juga kok, cuma masalah,cara kita melayani klien itu aja, karena ada beberapa dari kita yang meminta tarif di atas rata-rata"
"Hem ..masih ada ya orang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi, kamu tau siapa mereka"
Siapa lagi kalau bukan orang yang sama, pengacara sombong, padahal gak terkenal amat"jawabnya dengan nada tidak suka,
"Kau tidak menyukainya...?"
"Ya jelas dong .. siapa yang suka orang seperti dia, udah yuk kita ngobrol diruanganmu saja"ucapnya sambil menyeret lenganku agar aku masuk kedalam bersamanya,
Semenjak aku kenal dengan Iyas, aku tidak menolak lagi untuk berteman, aku merasa hal yang selama ini menghalangi hatiku untuk dekat dengan seseorang kini berangsur menghilang,
kami pun masuk kedalam ruangan ku, dan ku tuangkan dua cangkir kopi yang ada di ruang otomatis ku,
"Hem... Ras... aku rasa ada yang aneh dari diri kamu"
"Benarkah...apa? apa ada sesuatu di wajahku"
__ADS_1
"Bukan masalah itu, kamu dulu gak suka kan berteman, apalagi masalah ngerumpi seperti ini, kenapa aku lihat hari ini beda, aku ingat betul, kau selalu menolak dekat dengan teman kantor, termasuk aku"
"hahhahaha masak sih aku gitu ... apa aku dulu jutek banget"tanyaku dengan sambil memberi tawaku, sungguh mood yang baik hari ini,
"Benar...Ras... aku gak bercanda...apa ini pengaruh dari calon pengantin baru kali ya..."
"Reni... kamu jangan bercanda...apa hubungannya dengan itu, kamu gak nyambung..."balasku sambil membuka salah satu berkas di atas mejaku,
"Mmmmm bagaimana Ras... apakah Iyas sama seperti gosip di luaran sana"
"masalah wanita maksudmu...?"
"iya... secara sudah tersebar kan tentang dia, yang sering gonta- ganti cewek, apa benar semua itu,kamu tau gak... dia benar-benar tampan loh, pantas saja kalau dia jadi playboy"
"hahahah Reni...Reni... kalau gosip itu benar, mana mungkin aku akan bertahan bersama Iyas coba, semua itu hanya gosip, memang iya Iyas sering ganti wanita, tapi itu bukan untuk tidur, melainkan untuk menemaninya dan menemani sekertarisnya itu minum,mengertikan... "
"Benarkah....kalau begitu...kamu dong yang beruntung, kenapa gak aku aja ya dari dulu yang di jodohkan sama Iyas..."ucap Reni dengan tanpa pemikiran, aku mengerti, siapa yang tidak akan memuja Iyas, secara fisik dan materi ia terkenal sudah mapan apa lagi yang tidak membuat semua wanita menatapnya,
lama kami berbincang, sampai ia lupa jam sudah menunjukkan pukul 10, hari ini pekerjaan kami sangat santai, karena tidak menangani masalah apapun lagi, bisa di bilang,keadaan sudah kembali normal,
"pengacara Laras, kau kan merasakan luka yang di rasakan oleh putraku"ucap si pengirim pesan singkat itu,
"siapapun Anda,dimanapun Anda..saya akan menunggu anda dengan senang hati, bukan aku yang mencari tau tentang semua peristiwa itu, aku hanya menjalankan tugas jika kalian ingin menghukum ku atas kejadian diri kalian sendiri,kalian hanya akan menyakiti diri kalian sendiri," balasku,
Entah dari siapa pesan itu, namun kupastikan dari seseorang yang pernah kalah melawan hukum denganku, masalah seperti ini sering aku alami, jadi tidak heran dengan pesan singkat itu,
pesan lain masuk ternyata adalah dari Iyas.
"sayang ... kamu hati-hati, Kasita sedang mengawasi mu hari ini,"
Dengan segera aku mebalas chat dari Iyas,
"Benarkah...kamu tu dari mana"
__ADS_1
"Sudah jangan banyak bertanya, tolong jaga diri baik-baik"ucap Iyas
"Baiklah sayang... aku sangat menyayangimu,"
kami pun mengakhiri chat kami, sedangkan kulihat Reni sudah keluar dari ruangan ku, karena mungkin merasa kesal denganku, karena aku lebih fokus ke ponsel dari pada Kediri nya,
******
Malam pun tiba kini tiba waktunya Iyas datang lagi menemui Kasita, sesuai permintaan Kasita jam 7 malam Iyas sudah berada di hotel, dimana Kasita memberinya alamat, sedangkan aku berada dirumah Iyas, karena Iyas bilang kalau mamanya sendirian dan meminta aku datang untuk menemaninya,
"sayang....Iyas bilang mau kemana tadi?"
"entahlah ma...mungkin masih ada urusan mendesak yang tidak bisa di tunda lagi ma"ucapku meyakinkan mertuaku itu,
"ya seharusnya dia tunda, sekarang ada kamu disini, masak kamu ditinggal, padahal kan mama mau lihat kalian berdua"ucap mertuaku dengan nada seperti anak kecil,
"mama..."
"heheh..mama juga pernah muda dulu sayang, mama yakin, Iyas pria seperti papanya, romantis, penyayang dan pasti dia setia, jadi kamu jangan pernah berfikiran tentang Iyas ya nak"
"tentu dong ma... aku sepenuh nya percaya sama Iyas"
****
"Kau sudah datang sayang....duduklah, aku ganti pakaian dulu"ucap Kasita yang dengan rileks nya memakai handuk saja di depan Iyas yang berdiri di depan pintu kamar hotel itu, Iyas menyadari akan banyaknya cctv di hotel itu,sebelum Iyas melewati jalan keruangan Kasita,Iyas terlebih dahulu mematikan cctv di sekitar ruangan Kasita, entah apa yang ada di fikiran Iyas, hanya Iyas yang tau.
"Iyas...masuklah sayang..."ucap Kasita sambil menarik tangan Iyas, sangat terdengar jelas suara Kasita di telinga Iyas,membuat Laras sering tidak fokus dengan apa yang ia bicarakan dengan mamanya Iyas.
Dengan terpaksa, Iyas pun masuk kedalam kamar hotel itu, saat Iyas masuk ia melihat ada 3 cctv diruangan itu, entah disengaja atau tidak Kasita membuat handuknya terjatuh tepat di depan Iyas.
"Aww... maaf Yas... handukku terjatuh jadi aku reflek memelukmu,"
Ya sekarang posisi Iyas sedang memeluk Kasita yang tanpa busana,namun Iyas langsung melepaskan dan menjauhkan tubuh Kasita darinya,
__ADS_1
"Sebaiknya kau cepatlah berpakaian, tidak sehat untuk tubuhmu jika kau seperti itu"
ucap Iyas sambil memalingkan wajahnya, ia tau, jiwa kelaki-lakiannya pasti bergejolak, dia laki-laki normal tentu akan bereaksi meski tidak menyukainya.