Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 37 Bukti Baru


__ADS_3

Akupun meninggalkan Oma dan opa ku dengan rasa kecewa, semua yang di katakan Alina itu benar, laki-laki hanya bernafsu dan tidak punya cinta, dia pantas mengatakan hal itu, karena setiap apa yang ia alami sangatlah menyakitkan, aku merebahkan tubuhku, tanpa membersihkan diriku, aku sudah terlelap dalam tidurku, Saat aku bangun, aku begitu terkejut,karena pakaianku masih pakaian yang kemaren.


"ahh kenapa aku bisa lupa seperti itu, aku semalam ketiduran hingga tidak bisa ganti bahu, Laras... Laras "ucapku sambil berjalan kedalam kamar mandi, aku segera membersihkan diriku yang terlalu lengket oleh keringat, hingga ku rasa tubuhku terasa sangat enteng, aku melihat cuaca hari ini, sepertinya hari ini adalah hari yang cerah dan indah.


Akupun makan siang seperti biasa meski kadang Oma dan opa berusaha ingin bicara denganku, tapi aku selalu berusaha menghindari dari pertanyaan mereka.


"Laras... ibunya Alina masih hidup, sekarang ada dalam dekapan seseorang, jika kau ingin menguasai Alina, kau harus menemukan ibunya terlebih dulu"ucap opa dengan sok tau nya.


"dari mana Opa mendengar kabar itu"ucapku sambil menatap kedua orang tua itu.


"kabar itu dari setiap asisten kerja yang sudah aku tugaskan, kamu bersiaplah,"ucap opa


"bersiap kemana, aku ada urusan lain hari ini"ucapku sambil berdiri dari dudukku


"Lakukan pekerjaanmu dulu, nanti opa akan mengatur pertemuan mu lagi dengan salah satu orang yang ada dalam masalalu,"imbuh opaku.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu," akhirnya akupun meninggalkan rumah dan menuju ke rumah yoga, namun saat di perjalanan aku bertemu dengan ibunya yoga yang sedang membawa mobilnya sendiri entah mau kemana dia sepagi ini, akupun mengikuti arah mobil itu, benar saja,mobil itu berhenti tepat di gedung tua yang lumayan terawat.


"Mau kemana dia, apa yang di lakukan di dalam gedung tua itu, aku tidak bisa melihat apapun dari sini, aku akan kembali setelah ini.

__ADS_1


Akhirnya akupun meninggalkan tempat itu dan segera menemui yoga, kami bertemu di perusahaan nya, perusahaan yang mana menjadi saingan ketat perusahaan Iyas, tapi itu bukan urusan ku, aku disini untuk bekerja bukan untuk bermain, saat aku masuk kedalam ruangan Yoga disitu juga ada Dito yang kulihat, Dito sangat panik saat melihat kedatanganku.


"selamat datang nona Laras, mari silahkan duduk, kebetulan adikku Dito juga ada di sini, bagaimana perkembangannya nona"ucap yoga, aku menatap tajam kearah Dito.


"tuan yoga, aku menjamin kau akan terlepas dalam kasus ini, tapi tidak untuk orang yang bersalah, bukti sudah banyak yang aku kumpulkan, maafkan saya tuan, dan untuk saudara Dito, kenapa anda terlihat begitu ketakutan saat melihatku, kenapa tidak seperti pertama kali kita bertemu dulu, ayo ceritakan, jika ingin di ceritakan, tuan jika ada kesalahan di pihak kalian, aku juga tidak bisa diam, dan aku tidak bisa membantu, pihak musuh begitu cerdas jika bukti kejahatan yang sebenranya juga di miliki sang musuh mau tidak mau tuntutan hukuman akan semakin berat"ucapku.


"tapi jika ada yang mengaku bersalah, akan aku pastikan hukuman nya tidak akan seberat hakim yang menjatuhkan hukumannya"tambah ku,


Dito kini semakin ketakutan,


"nona Laras, aku ingin mengakui sesuatu"ucap Dito dengan terbata-bata


"Apa yang kau katakan nona, Dito tidak mungkin melakukan hal itu"ucapnya dengan tak percaya


"Tapi kenyataannya begitu tuan, Dan Alina mendekati Anda sebenarnya dia ingin meminta bantuan anda namun anda tidak pernah merespon padanya, hingga ia dendam terhadap keluarga anda yang sudah dengan kejam menghancurkan masa depannya, tuan, jika aku ada di posisi Alina mungkin aku juga akan balas dendam saat aku sudah ada uang untuk bangkit, tidak ada kata terlambat temui wanita itu, setidaknya dia bisa mengurangi masa hukumannya, mungkin saja membatalkan tuntutannya asalkan Dito dengan tulus meminta maaf padanya."


"kau bercanda nona Laras, aku harus minta maaf pada wanita seperti itu"ucap dito,


"karena ulahmu dia menjadi wanita tidak terhormat, karena ulahmu dia menjadi wanita seperti sekarang, dia melakukan hal ini karena ingin melindungi dirinya sendiri, mengertilah, semua bukti berarah kepadamu tuan Dito, dan aku tidak bisa menyembunyikan kesalahan mu itu, mungkin jika sedikit kesalahan aku bisa, tapi ini..., hanya itu solusi yang aku punya selebihnya ada di tangan kalian, sidang kurang dari seminggu, fikirkan baik-baik saran ku."

__ADS_1


aku melihat Yoga masih termenung mencermati setiap perkataan yang ia dengar tadi, ada rasa marah, kecewa, dan sedih, mungkin mengingat betapa seringnya Alina mengabarinya, meminta bantuannya, namun ia selalu mengacuhkannya karena ingat kalau Alina adalah mantan adiknya, Jam sudah menunjukkan pukul 10, akupun keluar dari ruangan Yoga dan segera melajukan mobilku dengan cepat saat aku melihat gedung tua itu kembali, mobil ibunya Yoga sudah tidak ada, akupun masuk kedalam disana ada seorang penjaga tapi dengan mudah aku menyelinap masuk, aku telusuri setiap tangga gedung itu, gedung itu terlihat tua namun di dalamnya begitu megah dan luas.


tempat apa ini, kenapa seorang nyonya besar masuk kedalam gedung seperti ini, ucapku sambil menyusuri jalan betapa terkejutnya aku saat melihat salah satu ruangan terdapat beberapa wanita muda yang terikat dan ada makanan di depan mereka.


"Apa yang terjadi pada kalian...?"ucapku sambil mendekati mereka,


"siapa kau, kami tidak pernah melihatmu sebelumnya, "ucap salah satu dari mereka,


"aku adalah seorang pengacara, kalian, apa yang kalian lakukan disini, dan kenapa keadaan kalian seperti ini?"ucapku sambil membuka setiap ikatan mereka yang mana tangan mereka terikat, namun tidak berani melepaskan diri.


"sudah 1 tahun kami terkurung disini, ini karena kami di janjian untuk di berikan pekerjaan keluar negri, tapi nyatanya, sampai sekarang kami tidak di berangkatkan, entah apa salah kami"ucapnya sambil menunduk.


"apakah nyonya tadi yang melakukan ini"tanyaku dengan hati-hati.


"iya, dia adalah nyonya yang begitu di segani di desa kami, karena sebenarnya ia berasal dari keluarga seperti kami, namun saat merantau kehidupannya berubah dan kami ingin berubah seperti dirinya, tapi nyatanya .. takdir kami tidak semujur itu"ucap salah satu mereka lagi,


"kalian jangan khawatir aku akan membebaskan kalian tenanglah..., kalia akan mendapatkan apa yang kalian inginkan, tapi kalian juga harus bekerja sama membantuku, kapan nyonya itu akan kembali kemari"tanyaku,


"nanti sore saat menjelang makan sore,"

__ADS_1


"ini adalah rekaman kalian bisa menggunakan ini untuk mengumpulkan bukti kejahatan dia"ucapku sambil menyerahkan sebuah rekaman kecil.


__ADS_2