Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 20, Setelah Sekian Lama Berpisah


__ADS_3

Ku bawa kotak itu ke kamarku, ada rasa penasaran dan tak percaya setelah membaca kertas putih itu, untuk siapa tulisan itu,


kurebahkan tubuhku di dekat kotak itu, yang mana fotoku dan foto kedua orang tuaku sudah tak terlihat wajahnya,


"ah.. apa dari bencinya, lalu apa yang Kasita benci dari mama dan papa, udah jelas, mama dan papa udah baik mau adopsi dia dulu, dendam apa yang dia maksud,?"ucap Laras


jam sudah ada di pukul 11siang, tiba-tiba dering ponsel miliknya berbunyi,


"hallo..."tanpa melihat siapa penelfonnya,


"gak usah basa basi, gue ajak lho ketemu, di cafe indah, jam 1 siang ini, "ucap pemilik suara yang tidak lain lagi adalah Kasita


ya suara siapa lagi, suara lembut yang dulu sering ia dengar kini menjadi suara paling setan yang di dengar Laras,


"baiklah kak, juga ada yang ingin aku tanyakan sama kakak" ucap Laras


"baiklah..." jawab Kasita


ponselpun terputus, Laras menghembuskan nafas beratnya, ini adalah pertemuan pribadi pertama dengan kakaknya untuk beberapa tahun tidak bertemu,


"aku tidak pernah benci sama kakak, apapun alasan kakak melakukan kebohongan besar ini, aku hanya ingin tau alasan kakak untuk kebencian kakak terhadap aku dan mama papa, dan dendam apa yang kakak miliki untuk kami?" ucap Laras seraya menatap foto-foto yang sidah tercorat- coret.


Laras masih mandang semua yang berada di kotak itu, rasa tak percaya masih menghantuinya,


suara ketukan pintu kamarnya mengagetkan nya,


"siapa?"teriak Laras dari dalam,


"ini Oma sayang, di bawah ada nak Iyas"ucap Oma dari luar, mendengar nama Iyas aku langsung berlari ke luar, terlihat Oma yang masih berdiri di depan kamar,


"Oma, dimana Iyas?"


"di bawah, baru semalam yang bertemu udah kangen gitu"ledek Oma ku,


"bukan kangen Oma, tapi ada hal yang ingin aku bicarakan tentang kak Sita,"


"Sita, apalagi yang anak itu lakukan?"


"sepertinya Oma tidak suka lagi sama kak Sita, apa Oma tau sesuatu yang tidak Laras tau Oma" tanya Laras


kami bicara sambil berjalan menuruni tangga, terlihat Iyas yang sedang menyesap kopi,


Oma tidak menjawab pertanyaanku, entah karena sudah ada Iyas didepanku, atau memang tidak mau menjawab,

__ADS_1


"udah lama?"tanyaku ke Iyas,


"ah tidak baru saja, kebetulan aku ada meiting tadi di dekat sini sekalian aku mampir" ucap Iyas


"tidak penting itu, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan ke kamu, ayo ikut aku kekamar"kutarik tangan Iyas melewati Oma,


"Oma.. kami tinggal dulu ya" ucap Iyas ke Oma,


Oma ku hanya membalas dengan senyuman,


kutarik tangannya ke kamar, dan akupun duduk di ranjang ku,dan di ikuti oleh Iyas,


"apa yang ingin kamu tunjukkan sama aku?"


"lihatlah Yas... ini semua aku temukan di kamar kak Sita, dendam, apa dendam dia terhadapku dan keluargaku, apa salah kami," ucap Laras


"kamu tenanglah dulu, kita akan tau semuanya, saat apa yang kita rencanakan berhasil, Laras sekarang kamu mulai percaya kan kalau sebenarnya Kasita itu hanya pura-pura baik saja, dia ada hal yang ingin dia ambil dari kamu" ucap Iyas


"iya itu kamu, kamu yang ingin dia ambil"


"bukan Ras... bukan aku, aku hanya alasan nya, ada tujuan tertentu lain," ucap Iyas


"oh iya, ada lagi, ini coba kamu baca, dia menyuruhku menjadi pengacara karena ada tujuannya, dan disana sudah ada orangnya, tapi siapa,?" tanya Laras


"ada, cowok, kak Nando, tapi masak iya sih dia,kayaknya nggak deh Yas, karena dia orangnya baik kok gak ada hal yang mencurigakan" ucap Laras


"kita gak tau siapa, tapi setidaknya kita harus waspada untuk kedepannya, mewaspadai siapapun itu, karena kita belum menemukan orangnya, Laras, percayalah sama aku, aku akan membantumu, menunjukkan siapa Kasita sebenarnya" ucap Laras


"dia mengajakku ketemuan nanti jam 1"


"perlu aku antar?"


"jangan... biar aku sendiri saja, aku juga ingin bicara banyak dengannya"


"nyalakan sambungan suara, aku tidak ingin ada hal buruk denganmu"


"baiklah,"


"aku mencintaimu, sangat mencintaimu"


"beneran... gak boongkan?"


"hemm... ini pertama kalinya log aku gombal, aku serius hanya kamu yang aku cintai"

__ADS_1


"aku juga... apakah kau benar-benar tidak tertarik sama Kasita apalagi dia sekarang makin waw" ucap Laras yang mana membuat Iyas tersenyum mendengar nya.


"Hem... kalau kamu liat penampilannya semalam, haduh.... kau bisa nilai sendiri siapa Kasita, aku pria normal, jika di suguhkan hal semacam itu, kepriaanku bergejolak, untung bayangan mu yang menghentikan hal gila itu"


"benarkah... apa Sita seberani itu"


"Laras, dia sudah punya anak, tentu dia sangat berpengalaman, apakah kau ingin mencoba bersama ku Ras"ucap Iyas diiringi dengan senyum mesumnya,


"ye... jangan harap ya... "sambil ku bereskan semua barang dan ku masukkan kembali dalam kotak itu, aku bingung di pertemuan kita nanti, apakah aku harus bawa kotak itu atau aku taruh kembali di tempat semula,


"Yas... bagaimana menurutmu, apa aku bawa kotak ini, atau aku taruh lagi di tempat semula dan berpura-pura tidak tau apa-apa"


"kau ingin dia kembali kerumah ini kan?"


"iya.."


"jadi jangan bawa kotak itu, berpura-pura lah tidak tau apa-apa, kalau Sita tau kau telah mencurigainya, mana ada dia akan mau diajak kembali kesini, yang ada malah dia bertambah hati-hati" ucap Iyas


"owh gitu... makasih..." ucap Laras


setelah lama berbincang-bincang Iyas pun berpamitan untuk kembali kekantor, ia mencium kening Laras begitu lama, ia mengelus kepala Laras dengan lembut seraya berkata,


"jaga diri baik-baik, Ingat hidupkan alat penyambungnya"


"ok sayang.. udah sana balik kantor"


"uhhh..kaapan kita akan menikah, aku sudah tidak sabar ingin memakan mu"ucapnya penuh dengan kegelian,


"jangan aneh-aneh deh Yas... udah sana pergi.. aku juga mau siap-siap ke cafe indah"


"oke...oke...oke...aku ngalah demi seorang yang sedang merindukan kakak nya, ingin bernostalgia dengan kakaknya, hehehheh"icap Iyas.


aku hanya bisa tersenyum menggelengkan kepalaku, kini bayangan Iyas sudah menjauh dari mataku, akupun membersihkan diri dan hendak pergi menemui Kasita, dalam perjalanan ku hidupkan alat pendengar suara antara aku dan Iyas, tak perlu banyak waktu, akhirnya akupun sampai di cafe, ku edarkan pandanganku, ternyata orang yang aku cari belum datang, aku memeilih tempat duduk di dekat jendela, mengarah ke depan pintu, setidaknya aku bisa melihat jika Kasita sudah datang, beberapa saat kemudian orang yang aku tunggu sudah datang,sungguh penampilan yang jauh beda dengan 2tahun yang lalu, kini Kasita tampil sangat dan sangat mempesona, jangan kan pria, wanita seperti laras pun mengagumi kecantikan Kasita saat ini,


ya Laras hanya berpenampilan sederhana jauh dibandingkan Kasita, tapi itu tidak membuat Laras merasa minder, dia selalu percya diri dengan penampilannya,


lama pandangan mereka bertemu tanpa mengeluarkan suara,


"sudah lama menunggu"suara Kasita memecahkan keheningan,


"tidak juga... baru nyampek"ucapku,


Kasita memanggil seorang pelayan, ia memesan makanan dan minuman ya, makanan dan minuman kesukaanku pun ia pesan, dia ingat semua yang aku sukai,

__ADS_1


"kau masih menyukai makanan itukan?" ucap Kasita.


__ADS_2