
Alina puas dengan pertemuan siang ini dengan Laras, Laras sesuai dengan harapan Alina selama ini, tidak sia-sia Alina menyuruh Kasita untuk mendorong Laras masuk dalam fakultas hukum.
Meski Alina tahu, Kasita memiliki dendam sendiri dengan Alina perihal lelaki, tapi ... Alina akan meyakinkan Kasita bahwa Laras akan menjadi adik yang baik untuk nya.
Percuma juga jika Kasita menyimpan rasa itu pada Iyas, Iyas tidak akan menerima barang bekas.
Di perjalanan, Laras banyak berfikir tentang Alina yang mana Nando mengatakan kalau Dia adalah istrinya, lalu ... apakah mungkin Nando berbohong ... ataukah benar yang nando katakan tapi ... ia menyembunyikan semua ini ... pikiran Laras benar-benar kacau, ia lupa menanyakan perihal Nando pada Alina.
Saat Laras, berfikir keras, tiba-tiba dering ponsel mya membuat nya tersadar.
"Hallo ..."ucap Laras.
"Jangan memikirkan hal yang tidak penting, Nando adalah orang yang baik bagiku, dia menyukai mu karena kau begitu mirip denganku, bawalah mobil mu dengan baik, jangan sampai terjadi sesuatu padamu"ucap suara wanita itu yang tidak lain lagi Alina.
"Mengapa dia bisa tahu ... kalau aku lagi memikirkan masalah Nando."ucap Laras pada diri sendiri.
Sedangkan panggilan itu sudah terputus.
Saat Laras bingung dering ponsel nya berbunyi lagi, kali ini iya melihat siapa penelfon nya.
"Hallo pak"ucap Laras.
"Hallo Bu Laras, kami sudah menangkap pelaku penyekapan di gedung tua itu bu"ucap Polisi yang ditugaskan oleh Laras.
"baguslah pak, kalau begitu nanti saya akan datang ke kantor bapak, dan para korban bagaimana pak?"tanya Laras.
__ADS_1
"Mereka sudah di bawa ke rumah sakit terdekat bu ... ada yang sudah paru baya bu"ucap lagi polisi itu.
"Baik pak ... saya akan kerumah sakit terlebih dahulu setelah itu ke kantor bapak"ucap Laras.
"Baik bu" ucap polisi dan akhiran dari panggilan itu.
Dengan segera Laras memutar balik mobilnya untuk menuju kerumah sakit.
Tidak butuh waktu yang lama, Laras sudah sampai di depan rumah sakit, ia dengan mudah menemukan ruangan para korban, karena di situ ada beberapa polisi yang menjaga.
"pak ... dimana ruangan yang katanya ibu paruh baya?"tanya Laras.
"Dia di UGD masih bu"
Laras dengan segera menuju keruang UGD, ia menunggu di depan pintu yang masih tertutup.
Namun tidak ada tanda-tanda orang keluar dari ruangan itu.
Laras masih terus menatap pintu itu, hingga kecemasan nya terasa menurun setelah melihat pintu itu terbuka.
"bagaimana keadaan orang yang di dalam Dok?"tanya Laras.
"Tidak apa-apa mbak ... hanya saja ada luka di kaki dan tangan nya"ucap dokter yang menangani nya.
"baiklah Dok ... bolehkah aku masuk?"
__ADS_1
"Silahkan Mbak"jawab Dokter itu.
Laras dengan segera masuk keruangan itu, terlihat wanita itu menatap nya.
"Bagaimana keadaan ibu?"tanya Laras.
"Kau yang datang saat itu bukan?"tanya wanita tua itu.
"Iya Bu ... itu aku ... bagaimana keadaan ibu?"tanya laras lagi.
"Aku baik, Terimakasih karena kau sudah datang menyelematkan kami, Nak ... kenapa kau berani?"Tanya wanita itu.
"Karena aku adalah seorang pengacara bu ... aku adalah anakmu, aku berjanji akan memberikan Ibu keadilan"ucap Laras seraya menggenggam tangan wanita tua itu dengan deraian air mata.
Laras merogoh sakunya, mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.
"Hallo adikku ... kenapa sudah menghubungi ku, apakah kau sudah merindukan ku?"
"Kak Alina ... kak Kasita datanglah kerumah sakit harapan, Ibu kalian sudah terselamatkan"ucap Laras lalu mematikan ponselnya.
"Kau menyebut nama siapa tadi? Alina ... Kasita ...?"ucap wanita itu dengan mata berkaca.
"Iya bu ... mereka anak-anak ibu yang sangat merindukan ibu"ucap Laras.
"Kalian saling kenal? tanya lagi.
__ADS_1
"Iya bu .. kami saling kenal, tunggulah sebentar lagi mereka akan datang"ucap Laras seraya mengelus kepala Ibunya Alina.
Wanita yang sudah di sia-sia kan oleh papanya, wanita yang menderita karena ulah papanya.