Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 38


__ADS_3

Laras tidak menyangka bahwa ia kini mendapat kan klien yang ternyata adalah tersangka utama dalam kejahatan yang di daftar kan.


Laras pun pergi diam-diam dari rumah gedung tua itu, tanpa ketahuan oleh penjaga nya.


Ia segera memerintahkan polisi untuk berjaga di area sekitar, menunggu mangsa akan datang.


Tentu itu tidak lepas dari bantuan Iyyas.


"Mengapa semuanya menjadi seperti ini Yas ...?


"Kau tenang lah ... semuanya akan baik-baik saja, Alina dan Kasita mereka akan mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapat kan, tenanglah"ucap Iyyas.


"Mengapa terasa sangat menyakitkan Yas ...saat kita menangani kasus, yang kita sendiri masuk dalam lingkup kejadian itu, Mengapa menyakitkan begini ... Alina ... dia tidak mendapatkan keadilan dari papa, dan dia sekarang ... juga terlibat dalam kasus, aku harus bisa memberikan keadilan itu untuk nya Yas ... biar bagaimanapun Alina adalah korban"ucap Laras seraya menenggelamkan wajahnya di dada Iyas.


"Kau pasti bisa melewati nya, karena kau Laras, Laras yang tidak pernah mau dengan kata gagal, ikuti lah kata hatimu ... jangan biarkan hatimu merasa terluka karena ketidak berdayaan mu"ucap Iyas.


mendengar perkataan hias hati Laras menjadi tenang.


hari berjalan dengan begitu cepat kini tiba pertemuan antara Laras dan juga Alina.


Alina sudah menunggu di tempat yang sudah Alina kirimkan.


10 Menit Laras menunggu akhirnya ia melihat sosok wanita anggun masuk kedalam dan melihat kearah nya.


Ia begitu mirip dengannya, Laras merasa bahwa dirinya dan Alina memang lah bersaudara.


"Hai Nona Laras"ucap Alina saat sudah sampai di meja tempat duduk Laras.

__ADS_1


"Hai juga Nona Alina ... duduklah"ucap Laras seraya menerima jabat tangan dari Alina.


Alina duduk seraya tersenyum.


Keheningan tercipta saat keduanya sudah sama-sama terduduk.


"Mbak ... "panggil Laras pada pelayan.


pelayan itupun mendekat ke arah meja Laras.


"Nona Alina pesan apa?"tanya Laras.


"Saya pesan minuman jus Alpukat saja"ucap Alina.


"Baiklah, kalau begitu sama saja mbak, dan juga Standard cut fries"ucap Laras membuat Alina menatap nya.


Seketika raut wajah Alina berubah ... ada mata berkaca-kaca yang sempat Laras lihat.


"Baik ... sangat baik"ucap Alina seraya menghapus air matanya.


Laras memegang kedua tangan Alina seraya berkata.


"Aku tidak akan membiarkan ketidak adilan menang, aku bukan musuh mu kak ... kenapa tidak datang lebih awal ... kenapa kalian merahasiakan ini dariku ...? haruskah aku menanggung kesalahan ini seterusnya ... kakak dan kak Kasita ingin membalas dendam terhadap papa bukan ... ? itu sudah tercapai kak, kenapa masih memusuhiku ... ? datang lah baik-baik, akaj kuberikan semua hak yang seharusnya kakak terima dari papa"ucap Laras.


"Tapi ... bagaimana dengan hak kasih sayang ... apakah masih bisa aku terima? tidak Laras ... "ucap Alina


"Aku tidak tahu akan hal ini dari awal kak, aku minta maaf karena kehadiran ku ... kasih sayang yang seharusnya untuk kakak tapi harus tidak kakak terima"ucap Laras.

__ADS_1


"Sudahlah ... itu sudah lalu, aku sudah tidak ada dendam apapun untukmu, aku hanya ingin mereka yang sudah melakukan kehancuran hidup ku bisa di hukum, Laras ... cukup kau temukan ibuku ... temukan ibuku yang kini berada dalam dekapan ibunya Dito, itu yang menjadi tujuanku, aku tahu ... kau sekarang sangat berpengaruh, dan juga ... ada Iyas di sisimu, aku yakin kau bisa menemukan ibuku?"ucap Alina.


"Apakah ini ibunya kakak?"tanya Laras seraya memperlihatkan foto seorang wanita yang terikat di ruang yang gelap, namun wajahnya masih terlihat jelas.


Mata Alina terbelalak, air matanya tanpa sadar sudah mengalir deras, bagaimana bisa ... bagaimana bisa keadaan ibunya sudah seperti ini.


Saat Alina ingin bertanya, pelayan datang dengan meletakkan pesanan Laras dan juga Alina.


"Minumlah dulu kak "ucap Laras.


Alina menyesap jus Alpukat yang sudah ia pesan begitupun dengan Laras.


Sesaat mereka menikmati jus dan cemilan yang sudah mereka pesan.


"Aku akan menyelamatkan tante ... dan Tante lah kunci kita untuk mendepak mereka masuk kedalam penjara"ucap Laras.


"Kak Yoga tidak bersalah, dia tidak terlibat akan semua ini"ucap Alina.


"Aku tahu ... yang bersalah yang akan di hukum, kak ... apakah Kak Kasita memiliki anak ...? dengan siapa? mengapa ia menjadi sepertu ini"ucap Laras.


Terlihat Alina yang menghela nafas.


"Kasita sudah menjadi seperti diriku, aku sudah masuk dunia malam Ras ... aku tidak bisa keluar dari dunia itu, aku tidak sanggup keluar, karena aku ada anak dan ibu yang harus aku perjuangkan."ucap Alina.


"Harta papa akan kuserahkan pada Kak Alina, asal kan kak Alina mau keluar dari dunia itu, dan menjadi wanita baik-baik, kakak baik ... jadilah pribadi yang baik juga"ucap Laras.


"Akan ku pertimbangkan "ucap Alina seraya tersenyum dengan menghapus air matanya.

__ADS_1


__ADS_2