Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 35 Kebenaran Tentang Alina


__ADS_3

"Pergilah sayang... temui Iyas di ruang kerjanya"ucap mertua Perempuanku, dengan rasa malu akupun menaiki tangga mendekati ruang kerja Iyas, ada rasa takut di hatiku, takut jika aku mengganggu Iyas yang sedang fokus bekerja, takut jika aku akan membuatnya terhenti bekerja, lama aku berdiri di depan pintu ruang kerja Iyas yang sedikit terbuka, benar saja aku melihat Iyaa yang sedang fokus menatap layar laptop di depannya, saat aku mematung dengan menggigit ujung jari telunjukku, suara Iyas mengagetkanku.


"kenapa hanya berdiri di luar sayang, masuklah..."ucapnya, mendengar perkataan seperti itu, akupun masuk dan duduk di depannya,


"kau sangat sibuk?"


"kenapa duduk di situ, kemarilah"ucap Iyas sambil menepuk pahanya, aku mengerti isyarat itu, akupun mendekati Iyas dan duduk di pangkuannya,


"Apakah tidak apa-apa jika aku begini? apakah aku tidak mengganggumu?"


"Tidak sama sekali sayang, aku hanya memindahkan file saja, karena tadi di kantor tidak sempat memindahkannya, kau selarut ini kesini apakah ada hal mendesak?"


"Tidak bukan begitu, awalnya aku kesini sudah dari tadi sore, karean aku sudah janjian sama mama, cuma tiba-tiba aku ada urusan mendadak, jadi terpaksa aku kesininya kemaleman, tapi aku sudah ngabarin Oma dan opa kok"


"Urusan apa yang begitu membuat Laras begitu tertarik, apakah lebih penting dari pada menemui seorang Iyas" ucapnya sambil mencium pipiku,


"Tentu kau lebih penting, kalau tidak aku pasti sudah pulang karena lelah"


"kau lelah... mau ku tidurkan kamu sayang" mengerti akan ucapan Iyas yang ada sedikit ancaman, akhirnya Laras segera menjauhkan wajah Iyas yang sedikit demi sedikit mendekatinya.

__ADS_1


"halalin dulu sayang, apakah kau sudah tidak bisa menunggu"


"kalau aku tidak bisa menunggu lagi bagaimana?"


"kita nikah siri saja dulu" ucapku tanpa berfikir panjang,


"apakah kau yakin, bagaimana jika aku meninggalkanmu setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan, misalnya setelah aku menyaluri keinginanku"


"kau benar-benar akan meningglkan aku setelah mendapatkan itu?"


"aku bertanya padamu sayang, apakah kau tidak akan menyesal dengan apa yang kau ucapkan barusan, kenapa kau memilih nikah siri dari pada nikah secara resmi"


"kau meragukan seorang Iyas? kau hanya perlu berkata, kita nikah sekarang, semua persiapan akan aku siapkan dan kau hanya diam menikmati sayang, katakan kau ingin menikah denganku"ucap Iyas di dekat telingaku membuat bulu-bulu ku berdiri karena kegelian, aku pun memberanikan menatap Iyas dengan jarak begitu dekat


"Aku ingin segera menikah denganmu Iyas Arora" ku dekatkan wajahku sehingga terjadilah apa yang kami inginkan, namun masih dalam tahap kewajaran dalam hubungan tunangan, saat kami melepas kesenangan kami, akupun turun dari pangkuan iyas dan menarik Iyas ke sofa.


Iyas mendekapku dalam pelukannya, membelai lembut kepalaku,


"kau menemukan fakta baru?"ucap Iyas saat keheningan tercipta begitu lama,

__ADS_1


"apakah kau mengetahuinya?"


"kadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar tidak sepeti kenyataan, begitupun sebaliknya, kau terjebak dalam pilihan yang sulit, aku sudah tau, Alina adalah putri papamu dengan wanita lain, tapi bukan papamu yang menelantarkan Alina, melainkna ibunya yang membawanya kabur, karena saat ibunya alina melahirkan Alina, ia melihat papamu sedang bersama dengan ibumu, ibunya Alina wanita terhormat, dia mengalah karena ia melihat kebahagiaan di mata papamu saat bersama ibumu, jadi ibu Alina merahasiakan keberadaan Alina kepada papamu, dan saat semua terungkap, papamu sudah tidak menginginkan Alina, karena sudah ada kau di dalam rahim ibumu, sebab itulah, Alina yang mengetahui fakta itu merasa sangat terpukul, dan ibunya menikah dengan suami baru yang tidak manusiawi, sehingga ibunya Alina merasakan penyiksaan yang sangat amat, sebab itulah Alina semakin membenci papamu, sebab karena papamu yang menelantarkan ibunya, mereka mengalami hal itu, Laras, aku tidak pernah mengenal Alina, yang aku tau hanyalah Kasita, dan itu di masa lalu, aku harap apapun yang terjadi, kau mau tetap bersamaku, menerima setiap kekuranganku, dan menjadi kelebihan ku"


"Iyas... kenapa papaku berbuat seperti itu kepada anaknya sendiri, Bagaimana jika aku ada di posisi Alina, pasti aku akan masuk kedalam dunianya juga"


"tidak, kau beda dengannya, kau dan Alina orang yang berbeda, Alina tipe wanita yang tidak bisa menerima keadaan dan ingin setiap apapun yang ia inginkan segera terwujud, dan sekarang keinginannya, ingin menjebloskan Dito dalam penjara, karena dendamnya"


"Dito,maksudmu.. adiknya yoga, lalu apakah yoga juga terlibat dalam kasus itu"


"yoga tidak terlibat, cuma ibunya yang terlibat, karena pada saat Alina ingin dito bertanggung jawab, ibunya lah yang menjadi sumber dari menjual Alina kedunia malam, sedangkan saat itu yoga ada dalam perjalanan bisnis, sebenarnya Alina mendekati yoga hanya ingin minta bantuan yoga, agar dia mendapat keadilan, tapi yoga terlalu mempercayai Dito dan mamanya, sehingga Alina semakin menjadi wanita yang tak punya perasaan" Iyas selalu membelai rambut Laras yang berada dalam dekapannya,


"Laras, aku tidak ingin kau terlibat dalam kasus ini lagi, aku ingin kau mundur, keluarga mereka bukanlah keluarga baik,mereka menggunakan jasamu karena mereka yakin kau akan berusaha memenangkan kasus ini"


"Iyas... apakah kau akan menyuruhku mundur saat kau mendengar apa yang aku katakan setelah ini"


"memang apa yang kau ketahui ... apakah informasi itu terlewat olehku?"


"sebenarnya, Alina tidak ingin aku masuk dalam kasus ini, hanya saja dia ingin menyapaku, namun tidak tau caranya, Alina ingin menyapaku sebagai adik, dia ingin menyapaku Yas, aku mendengar keputus asaan, bagaimana aku akan meninggalkan kasus ini, setelah aku mengethui kebenarannya, Iyas, aku ingin dito mendapatkan hukuman yang sesuai dengan kejahatannya, aku ingin mereka yang telah membuat Alina dan Kasita masuk dalam dunia malam merasakan kesengsaraan Yas, sebenarnya Kasita dan Alina tidak pernah menyakitiku, lalu apa arti permusuhan antara kami, hanya saja, Kasita belum menyerah atas dirimu, tapi aku bisa mengesampingkan hal itu, demi keadilan untuk Alina, Iyas... kau mengerti maksudku kan? dulu Alina sudah terbuang oleh papaku, dan tidak mendapatkan keadilan buat mamanya, aku hanya ingin membantunya sekali saja, bantu aku Yas, bantu aku agar aku bisa meminta maaf atas tindakan papaku terhadapnya, dan aku ingin mereka keluar dari Dunia malam mereka, aku ... aku akan menyerahkan semua yang di berikan papaku terhadap mereka asal mereka keluar dari dunia itu, Iyas...apakah aku salah jika berbuat seprti itu,apakah kau akan meninggalkan aku setelah aku tidak memiliki apapun lagi,apakah mama tidak akan perhatian lagi saat tau aku sudah menyerahkan semua asetku kepada Alina" dengan suara penuh khawatir aku memegang kerah baju Iyas dan mendekatkan wajahku ke wajahnya, Iyas langsung memegang rahangku mengatup kedua pipiku dengan kedua tangannya sambil berkata, ..

__ADS_1


"Hei... apa yang kau katakan, apakah keluarga Arora tidak cukup harta sampai harus memandang menantunya dengan harta, Laras... aku mama dan papa tulus mencintaimu, bukan karena harta, tapi karena hati mu, karena sifat mu,"


__ADS_2