
Aku duduk di kursiku sambil menyandarkan kepalaku, menatap langit-langit ruangan ku, semua yang terjadi berputar di ingatanku, aku tutup mataku dengan kedua tanganku, tiba-tiba dering telfonku berbunyi,
"Oya dengan Laras disini"
".........."
"Baiklah, jam 10 datanglah kemari"
Aku pun mematikan ponselku, dan segera membuka semua berkas yang ada di mejaku, banyak kasus yang harus aku tangani, selain menjadi pengacara keluarga Arora, tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara pintu yang terbuka tanpa ketukan pintu,
"Ras... gawat... coba kamu lihat berita media sekarang... tunangan mu Iyas..ia menjadi topik utama sekarang"ucap temanku reni
"Berita apaan emangnya, aku tau Iyas selalu menjadi yang utama dalam berita"ucapku masih tenang,
"Ini bukan berita bagus Ras..coba kamu lihat sendiri ni"ucapnya sambil menyodorkan ponselnya kehadapan ku, aku pura-pura kaget melihat Vidio itu, Vidio yang mana aku sudah melihatnya tadi pagi, tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada chat masuk namun saat aku buka itu adalah kiriman Vidio dari Iyas dengan tulisan
*ini lanjutan Vidio yang beredar itu sayang*
aku putar lanjutan cirinya, betapa kagetnya aku saat melihat ada pria lain di dalam kamarnya, ya di situ ada Iyas, Brayen dan pria asing itu, dan kulihat di situ Iyas dan Brayen sudah keluar dari ruangan Kasita, sedangkan pria asing tidak keluar sampai di situ Vidio yang di kirim Iyas kepadaku, dan aku pun langsung menunjukkan lanjutan Vidio itu ke Reni,
"Vidio itu aku sudah tau dari awal, dan ini kelanjutannya, Reni aku lebih memilih percaya sama cintaku dari pada berita gosip"ucapku sambil menyodorkan ponselku ke padanya,ia langsung mengambil ponselku dengan sangat antusias,
"what... dia kan saudaramu, kenapa tega melakukan ini padamu dan tunanganmu Ras, gila ni cewek ya"ucapnya sambil terus melihat Vidio itu,
"Entahlah ren, aku seperti tidak mengenal kakakku itu lagi, apa mungkin dia hanay mirip dengan kakak ku ya ren, aku kenal kakakku dulu tidak seperti ini, meski aku tau perubahannya karena ada alasan tapi, perubahan ini lain ren"
"Ini cewek gila yang pernah aku kenal loh Ras sumpah, kenapa vidionya pakek di blur segala ya, dia kan niatnya mau benerin, kenapa gak sekalian beberin yang jelas, mau menjebak eh ternyata terjebak sendiri,"
__ADS_1
"sebenarnya aku tidak suka dengan cara Iyas membalas apa yang di lakukan Kasita, tapi mau bagaimana lagi, aku tau setelah semuanya terjadi,"
lama kami berdiam,kulihat Reni terus memandangku, mungkin mencari rasa cemburu,
"meski ini jebakan, apakah kau tidak cemburu Ras,wanita itu mau merebut Iyas loh"
"terus apa yang harus aku lakukan ren, toh Iyas tidak melayani diakan"
"ya tetap aja dia pelakor Laras, kalau aku jadi kamu udah aku cabein dia, meski aku tau dia itu kakakmu,"
"huh Reni... terus apa yang kita dapatkan kalau aku labrak kakakku, malu yang ada, aku akan ketahuan kalau aku ngrebutin cowok, ogah banget ah, intinya aku akan diam selagi Iyas tidak meladeni Kasita, dan selagi Kasita tak mengusik ku aku akan diam, aku ada hal yang harus aku tangani ren, ini penting buatku dan masa laluku"
"ceritakan, aku akan bantu kamu sebisa ku, sebagai teman barumu aku harus bisa mengambil hatimu hahhahahaha"
"dasar, hatiku sudah di ambil sama Iyas ren, mana bisa kau ambil lagi heheheh"
"itukan cuma umpama Ras... "
"kamu selalu sibuk, jangan-jangan klien mu itu suka sama kamu ras"
"ngacok kamu, mana mungkin.... klienku banyak berarti mereka semua suka sama aku gitu, gila kamu ya ren"ucapku menahan tawa,
"bercanda... aku tau klien mu banyak yang aki-aki tapi kalau ada yang keren... kamu kasih ke aku ya, aku masih jomblo, jomblo ngennes malah,"ucapnya sambil memanyunkan mulutnya, tiba-tiba saat kami masih asyik bercanda suara ketukan pintu membungkam mulut kami,
"masuk..."ucapku
pintu pun terbuka, kulihat ada 3 orang yang masuk 1 wanita dan 2laki-laki, Reni pun pindah duduk di sofa, sedangkan para tamu itu duduk di hadapanku,
__ADS_1
"silahkan duduk, nyonya, tuan" ucapku ramah,
mereka pun duduk semua,
"Ada yang bisa saya bantu "
"begini nona Laras, kedua putraku ini sedang ada masalah dengan satu wanita, mereka terjebak nona, dan wanita itu menuntut kedua anakku, agar salah satu dari anakku ada yang bertanggung jawab dengan wanita itu, tapi kedua anakku tidak yakin jika mereka melakukan hal menjijikkan itu ke wanita itu nona, saya sudah mendengar kehebatan anda dalam menangani kasus,"
"Baiklah, aku akan terima kasus ini, tapi tuan-tuan, apakah kalian benar-benar tidak pernah terlibat dengan wanita ini, saya tidak mau jika kasus yang saya selidiki ini akan menemukan salah satu kejahatan kalian, jika ada hal atau kejadian ceritakan semuanya,"
"saya pernah pacaran dengan wanita itu, dan sempat tidur dengannya, tapi itu sudah satu tahun yang lalu, setelah itu dia memutuskan hubungan denganku karena menyukai kakakku ini, aku terima dan tidak lagi mengejar cintanya, setelah itu aku tidak ada hubungan lagi dengannya nona, dan aku tidak tau menau tentang dia dan kakakku"ucap sang adik
"Aku tidak pernah ada hubungan dengannya nona, tidak pernah menanggapi perasaanya sama sekali karena aku ada wanita lain, dia sering mengadu tentang adikku, dan aku hanya menasehatinya, aku tidak tau kalau dia dan adikku sudah putus tapi beberapa Minggu yang lalu dia datang ke rumah kami dan menuntut kami karena dia sedang hamil 2 bulan, aku tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan tapi dia membawa foto yang memberatkan kami,"ucap sang kakak,
"foto... foto apa tuan..."
kulihat dia mengeluarkan sebuah amplop coklat dari saku jasnya, dan menyerahkan nya kepadaku ku buka amplop itu dan isinya adalah foto mereka berdua, satu foto sang adik tidur dengan wanita itu dan kedua foto sang kakak dengan wanita itu namun kulihat foto yang bersama kakaknya tidak seperti foto saat bersama adiknya,
"foto ini..."sambil kuperlihatkan foto yang bersama kakaknya,
"itu yang tidak saya mengerti nona, aku tidak pernah melakukan hal itu dengannya,
aku amati setiap foto dan ku letakkan di sebuah benda pengamat foto asli atau tidak, ya aku memang mempunyai alat itu untuk pekerjaan ku,
kulihat foto editan yang bersama kakaknya sedangkan yang bersama adiknya itu benar, namun seperti yang dikatakan adiknya kalau foto itu adalah foto setahun yang lalu,
"Baikalh aku akan terima kasus ini,"
__ADS_1
"terimaksih nona, terimakasih, kehormatan keluarga kami tergantung kamu nona"ucap sang ibu
"nyonya saya tidak menjamin kemenangannya, tapi saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kasus ini"