Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Par 19 Sebuah Kotak Misteri


__ADS_3

Malam telah berlalu, saat pagi tiba ada pesan masuk ke ponsel Laras, dengan mata masih enggan membuka, Laras mengambil ponselnya,


"kau lihat siapa ini??? pria yang semalam menyematkan cincin di jari manis mu kini sudah ada di ranjang ku,Laras.. Laras apakah kau masih ingin bertanding denganku??"


sakit hati....tentu... melihat kekasihnya berada berdua dengan wanita lain,


"kakak... sebenarnya apa yang terjadi kepadamu?? mengapa kau menghilang dari kami selama ini,dan datang dengan cara seperti ini, jika ada suatu masalah, sebaiknya kita bicarakan baik-baik, jangan seperti ini kak"balas Laras atas pesannya Kasita.


aku harus bisa berperan seperti yang Iyas katakan, aku harus bisa menahan emosiku,


"jangan terlalu naif Laras, aku tau kau kini sudah menjadi pengacara terbaik, otakmu tidak sebodoh itukan mengartikan kedatanganku?"pesannya,


"aku memang sudah mengerti kedatangan mu kak, kau ingin mengambil Iyaa kembali kan?kak.. kau ingat kata terakhir di suratmu, kalau laki-laki mu akan datang kepadaku, apakah kau lupa? kini tuhan mengabulkan keinginan kakak, pria mu datang melamar ku, lalu dimana salahku,?" balasan Laras


kuakhiri pesanku dan ku matikan ponselku, ku sandarkan kepalaku, tiba-tiba ponsel yang di berikan Iyas semalam, terdapat pesan juga,


"selamat pagi kesayangan,maaf pagi-pagi udah membuat hatimu tidak enak, aku tidak tidur di ranjang Sita semalam,"


"hufttt... lain kali jangan gitu ah caranya, nyessek tau.... ingat.. Kau hanya kekasihku, my hubby.."


"tentu.. dan pasti.... ah.. andai kau lihat tadi malam raut wajah Sita saat aku tolak, pasti kau senang"


"udah pulang sana, jangan lama-lama disitu"


"gini saja, bagiamana kalau kita melakukan hal itu sayang hahhaha biar kau tenang, dan gak khawatir untuk ninggalin kamu"


"jangan harap ya... sebelum kita sah, gak boleh ngerti!!"


"hahahhahah"balasan terakhirnya,


akhirnya ku putuskan untuk kekamar mandi, kusiram tubuhku dengan air hangat, rasa kantukku pun hilang, kupakai baju santai ku, ya kini aku mengambil cuti, tubuhku masih terasa lelah, entah karena acara semalam atau karena terlalu banyak fikiran,

__ADS_1


setelah sarapan aku masuk kekamar kak Sita, aku tatap semua dinding yang terpapar fotonya, dan fotoku, terlihat jelas senyum di wajahnya, senyum kasih sayang yang selama ini ia berikan kepadaku,


ku tatap mata itu sudah berubah dengan mata yang semalam aku temui... sosok semalam yang kulihat bukanlah Sitaku bukanlah kak Sita yang selama ini aku kenal, tapi meskipun aku berfikir sekeras apapun, aku tidak bisa menemukan jawaban, ah...sialan... kenapa disaat aku mencintai seseorang harus mengalami hal seperti ini sih....


Laras pun menjatuhkan tubuhnya di ranjang Sita, ia berbaring menatap langit-langit kamar itu, menatap semua setiap sudut kamar hingga ia menemukan sebuah kotak di atas rak pakaian Sita,


"kotak apa itu?"


akhirnya Laras memilih mengabaikan kotak itu dan menatap sekeliling lagi, namun fikirannya tertuju ke arah kotak itu, akhirnya ia terbangun dan berusaha mengambil kotak itu, namun kotak itu terkunci rapat, Laras pun kebingungan mencari kuncinya, rasa penasarannya pun menyolok di hatinya, di bukanya setiap laci di ruanagn itu, namun ia tidak menemukan kunci apapun, lama mencari namun tak menemukan hasil akhirnya Laras menyerah dan duduk lagi di atas ranjang dengan tangannya memegang kotak itu, ..


"hei kotak...isi apa kamu di dalam, ayolah terbuka biar aku gak penasaran, buka...ya...buka...."ucap Laras pada kotak itu


"hah...percuma kalau cuma ngomong sama kotak ini... emangnya isi apa ini, kenapa aku tidak menemukannya dari dulu? apakah isinya adalah hal penting atau hal rahasia?" tanya Laras pada diri sendiri.


saat pandangan nya tertuju kearah lemari baju, ia tak sengaja melihat kunci kecil yg bergelantungan dengan kunci lemari itu, akhirnya Laras pun tersenyum,ia segera bangkit dari duduknya dan mengambil gantungan kunci itu,


"ahhh, semoga saja ini kuncinya"


"apa ini..., Kasita... maksudnya ini apa?"


Laras terus menerus mengeluarkan isi kotak itu, ada banyak tumpukan kertas di dalam nya,


ada secarik kertas yang menarik perhatian Laras, iapun mengambilnya dan membacanya,


*aku sudah hampir dengan tujuan kita, kau tenanglah di alam sana, aku dan kakak akan menyelesaikan dendam kita, dendam keluarga kita, akan aku pastikan mereka akan membayar apa yang telah mereka lakukan terhadap keluarga kita, aku sudah berhasil memasukkan kesayanganku ke dunia pengacara, disana dia akan bertemu dengan kakak, kakak yang akan menyelesaikan semua, hah tapi .. aku ceroboh, aku telah membuatnya hilang ingatan, tapi baguslah... setidaknya dia mengenalku dengan kakak yang baik, lembut, penyayang, dan yang terbaik, tapi sialnya, aku kini hamil, mau tidak mau aku harus menghilang dulu, mereka akan membayarnya, cepat atau lambat*


"kertas ini, ini tulisan Kasita, apa maksud ini, maksud tujuannya sudah dekat ini apa, dan siapa kakaknya yang berada di dunia pengacara, dan apa dendamnya terhadap keluargaku, bukankah dia juga anak orang tuaku??? aku sangat bingung dengan hal ini, kenapa harus terkuak di saat-saat seperti ini, gak pas banget sih... " ucap Laras


"aku harus bilang ini ke Iyas, ah... lama kelamaan kepala ku bisa meledak ini, "ucap Laras lagi


saat Laras keluar dari kamar Kasita, Oma Margareta melihatnya, ..

__ADS_1


"apa menemukan sesuatu??"


"apakah Oma sudah tau dari awal tentang kak Sita...?"


"maksudmu apa sayang .."


"maksudku... apakah Oma tau kalau sebenarnya Kasita selama ini tidak meninggal???"


"Oma tidak tau, hanya saja Oma dan opa sedikit curiga, karena tidak ada mayat di lautan, ternyata Iyas juga begitu, Laras, berjanjilah... tidak akan kau lepaskan Iyaa ke tangan Kasita,"


"maksud Oma apa sih, ya gak mungkin Oma, dia tunanganku dan calon suamiku, meski nanti datang 5 orang yang mengaku kekasih Iyas, tapi Laras akan terus mencintai Iyas, dan akan mempertahankannya " ucap Laras


"syukurlah kalau begitu"ucap Oma sambil berlalu dari hadapanku, ku bawa korak itu ke kamarku, hah kan sudah jam 10, siang, Laras bingung harus ngapain, akhirnya menghubungi temannya,


"hello... tumben nelfon gue, gak biasanya,jangan bilang kau telah menangis?"goda sahabatnya,


"Yee..siapa yang nangis, kamu tuh yang nangis bagaiamana Suasana di kantor?"


"ya bagaimana, biasa saja, tapi pak Nando dari tadi mondar mandir di depan ruangan mu"


"mau apa pria itu"


"entahlah .... kangen kamu mungkin"


"jangan ngacok, di... nanti makan siang bareng yuk, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ni, kamu mau kan...?"


"asiap .. tuan putri... waktuku hanya milikmu"


"hemm Ras... jangan lupa traktirannya"


"ok ok... siap"

__ADS_1


__ADS_2