
"kau harus menjaga kesehatan, jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting, masih ada aku yang akan mengurus semuanya, aku sudah menemukan titik terang antara cerita Kasita dan wanita yang kau bilang tadi,"
"Benarkah... "
"iya, tapi hanya satu jalan yang bisa kita buktikan,tes DNA tapi mengingat papa mu sudah tidak ada, kita harus menggali lebih dalam lagi cerita itu, pasti ada seseorang yang tau semua cerita dibalik kejadian itu,
kamu tenanglah, fokus dengan kasus barumu, biar aku yang menangani tentang Kasita dan wanita itu"
"Iyas aku menemukan petunjuk baru tentang cerita Kasita, ini bersangkutan dengan kasus baruku, Nando dia mengaku adalah suami wanita yang aku curigai adalah wanita yang di ceritakan Kasita, dan sekarang wanita itu yang telah terlibat kasus dengan klienku, apakah semuanya berhubungan, aku masih ingin menyelidikinya, maka dari itu aku ingin mendekati keluarga klienku ini, siapa tau mereka punya informasi tentang wanita itu,"
"tapi ingat... jaga kesehatan jangan seperti ini, kalau kau seperti ini aku tidak lagi mengenal Laras,"
Iyas menyuapiku hingga nasi di piring habis kandas, sungguh kenyang sekali perutku,
kini jam sudah menunjukkan jam 9 malam, Iyas pun pamitan untuk pulang, sungguh aku merasa tidak enak dengan Iyas, aku lihat ia merasa lelah dengan pekerjaannya, tapi masih merawatku yang katanya menjadi prioritas utamanya,
malam telah berganti siang, pagi ini aku menuju kerumah klienku, rumah itu begitu besar setara dengan rumah Iyas, sungguh laki-laki menjadi incaran para wanita, selain kaya mereka juga terlihat tampan,
"cari siapa nona"ucap seorang yang ku tebak adalah pembantu disini,
"nyonya ada bik",
"Oh ada nona, apa anda nona Laras, nyonya sudah menunggu anda dari tadi non"
"terimaksih bik"
Aku pun masuk kedalam rumah besar itu, aku melihat sekeliling banyak foto keluarga yang terpapar di sana, aku melihat kehangatan di sana,
"nona Laras... silahkan duduk, maaf tidak menyambutmu di luar"
__ADS_1
"tidak perlu nyonya, maaf aku datang tiba-tiba, karena ada hal yang ingin aku bicarakan dengan putra nyonya,
"tapi siadik sedang keluar nona,"
"tidak apa-apa, si kakak juga bisa aku tanyakan,"
"baiklah nona, bik panggilkan yoga kemari ada nona Laras,"
ku lihat pembantu itu naik keatas dan akupun duduk di kursi yang bagaikan kursi raja, rumah ini benar-benar sangat megah,
saat aku masih fokus dengan suasana rumah, seorang laki-laki tampan turun dari tangga, dia berjalan sambil memasang kancing tangannya, ia tersenyum melihat kedatanganku,
"maaf sudah membuat nona Laras menunggu "
"tidak apa-apa, aku masih baru datang tuan, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan anda tapi kalau anda sibuk kita bisa tunda nanti"
tanpa bertanya akupun mengikuti langkahnya benar saja , di sini tempat santai yang nyaman yang sangat indah semua pemandangan bisa aku lihat dari sini,
"tuan, kasus ini tidak semudah yang aku bayangkan karena wanita ini, begitu misteri juga bagiku, wanita ini, sepertinya adalah istri dari temanku, tapi itu benar atau hanya kepalsuan aku tidak tau, kalau boleh tau siapa nama wanita ini, apakah nama itu asli atau ada nama lain selain nama itu"
"Aku tidak tau nama aslinya yang mana, tapi nama yang sering ia gunakan untukku dan adikku adalah nama Tiara, tapi aku pernah menyelidiki namanya juga Alina, entah mana yang benar aku juga tidak tau nona, sungguh aku mengira dia wanita yang polos, yang pernah di tiduri adikku, tapi nyatanya dia hanya wanita yang berbulu yang hanya bersembunyi di balik wajah polosnya, dan kini kehormatan keluargaku yang menjadi ancamannya, nona, jika ada sesuatu katakanlah mungkin dengan cerita kita, kita bisa menemukan satu titik kelemahannya,"
"aku punya kakak, tapi bukan kakak kandung, ceritanya begitu rumit, entah kau akan mengerti atau tidak dengan cerita ini,tapi semoga saja bisa menjadi jalan bagi kita"
Laras pun menceritakan semua detail tentang Kasita dan kehilangannya serta tentang anak dari papanya, dan tentang tidak ada kata cinta di dunia hanya ada nafsu ketertarikan saja,
"begitulah tuan, aku juga ingin menyelidiki perihal wanita itu tidak taunya ada kalian yang menjadi kan aku tambah semangat untuk menyusuri tentang wanita itu, entah dia Alina atau Tiara tapi aku ingin tahu dia terlahir dimana, di rumah sakit mana, dan siapa dokter yang menanganinya dulu, aku ingin mencari tau semua nya tuan"
"kalau tentang hal itu adikku pasti tau nona, karena setauku wanita itu berteman dengan adikku sejak mereka masih SMP bahkan wanita itu sangat tergila-gila dengan adikku, hingga dengan mudahnya dia menyerahkan tubuhnya, aku akan mberi informasi itu ke anda secepatnya,"
__ADS_1
"Baiklah tuan, tunanganku juga sudah menyelidiki tentang mereka, mereka bukan lawan yang bisa kita anggap remeh, ada suatu yang mereka incar tuan, dan pasti itu hal besar, seperti nya, incarannya adalah harta keluarga anda seperti Kasita adiknya yang mengincar tunanganku karena kekuasaan nya,"
"anda sudah punya tunangan nona,"
"tuan Iyas Arora dia tunangan ku"
betapa kagetnya saat yoga itu mendengar nama Iyas, entah apa yang ada di fikiran yoga tentang Iyas, tapi sorot matanya kini berubah tidak seperti pertama kali,
"apa anda mengenal tunangan ku?"
"siapa yang tidak mengenal tuan Iyas Arora pemuda sukses yang terkenal sadisnya, nona, sebaiknya anda juga berhati-hati dengan tuan Iyas, dia tidak sebaik yang anda kira aku sudah mendengar tentang dia dan wanita-wanita nya,"
"jika masalah wanita yang anda khawatir kan, anda tidak usah repot-repot memberiku peringatan tuan, aku tau tentang itu, oh baiklah jika begitu aku pamit dulu tuan, kabari aku secepatnya jika anda sudah mengetahui semua informasi yang aku minta tadi, di situ kita akan bisa meguak semua tentang Tiara,
"baiklah nona, apakah anda tidak ingin tinggal beberapa menit lagi di sini, mungkin ibuku sudah menyiapkan sesuatu buat anda"
"tidak perlu tuan, terimaksih, aku harus melanjutkan pekerjaan saya, kalau begitu permisi tuan"
"hati-hati di jalan nona"
Laras pun melangkahkan kakinya menuruni tangga,
"loh sudah mau kemana nona"sapa ibunya yoga,
"maafkan saya nyonya, karena tidak bisa tinggal lebih lama, ada hal yang harus saya kerjakan , mungkin lain hari aku akan mapir lagi dan menemani anda ngobrol"ucapku sambil diiringi dengan senyuman,
"oh baiklah nona, terimaksih...karena sudah mau membantu kami,"
"tidak perlu berterimksih nyonya, karena saya juga membutuhkan bantuan keluarga anda, kita sama-sama mempunyai kasus yang sama, jadi aku harap kita bisa bekerja sama dalam hal ini, kalau begitu aku permisi dulu nyonya".pamit Laras
__ADS_1