Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 6 Wanita Asli Kah???


__ADS_3

Hari itupun berlalu dengan sangat menyenangkan, Laras pun berpamitan untuk pulang terlebih dahulu,


"Maaf pak,saya permisi dulu,karena ada sesuatu yang masih harus saya kerjakan"


"Nona, apa yang harus saya berikan kepada anda,sebagai tanda terimakasih saya dan keluarga" ucap pak Dayu


"Cukup anda membuat putri anda tersenyum seperti dulu itu sudah cukup pak,"


Laras pun tersenyum dan juga berpamitan kepada nyonya Martha


"Tante...saya pamit duluan ya,"


"Bareng Tante saja sayang"


"Gak usah Tante, Laras bawa mobil sendiri, lagian Laras juga masih ada urusan di luar sebentar, kalau begitu saya pamit dulu Tante,"


Laras menundukkan tubuhnya ke semua orang bertanda memberi hormat, lalu ia pun keluar dari rumah itu,


"Tuan, kalau begitu kami permisi juga," ucap Iyas yang matanya masih menatap ke arah luar, mobil, mereka pun saling berkejaran, Iyas membawa mobilnya mengikuti mobil Laras, saat di jalan yang begitu sepi, mobil Laras berhenti dengan begitu Iyas juga menghentikan mobilnya,


"Kenapa berhenti sayang?"


"Mobil wanita itu berhenti ma,"


mamanya pun mendongakkan wajahnya ke depan, benar saja mobil Laras berhenti dan terlihatlah Laras yang turun dari mobilnya,


"Mungkin mobilnya ada masalah sayang, kita kesana, bantu dia"


"Bukan ma... lihat di depan, banyak pria yang sudah mengelilinginya"


Tampak sudah Laras yang sudah di kelilingi banyak laki-laki perkasa, namun tidak membuat Laras takut,


"Apa yang kalian inginkan??"


"K amu wanita murahan, berani-beraninya kamu membuat bos kami mendekam di penjara"


"Jika aku bisa membuat bos kalian masuk kedalam penjara, apa kalian fikir aku tidak bisa menjebloskan kalian juga"


"Tentu kamu bisa kalau kamu bisa lolos dari tangan kami"


2 orang pria pun maju ingin menangkap Laras, namun tidak mereka duga, dengan mudahnya Laras melumpuhkan dua pria kekar itu, Laras pun tidak segan lagi maju menghadapi mereka yang berjumlah lebih dari 7 orang, nyonya Martha yang melihat itu terus berteriak-teriak dari dalam mobil agar Iyas membantu Laras, namun Iyas masih santai melihat pemandangan itu, ia mengetuk-ngetuk setir mobilnya dengan jari-jari nya,


terlihat Laras mampu melumpuhkan mereka semua, namun di luar dugaan Iyas, mereka membawa senjata tajam, yang tidak di ketahui Laras,

__ADS_1


menyadari akan hal itu, Iyas keluar dan mendekati mereka, melemparkan batu yang ia pegang mengarah ke pria yang memegang pisau di tangannya, lemparannya tidak meleset, senjata pria itu terjatuh, hingga Laras menyadari hal itu dan menghajar pria itu, hingga tak berkutik lagi,


sebuah tepuk tangan terdengar dari arah belakang Laras,


"Tuan Yas, terima kasih untuk hal tadi"


"Aku tidak melakukan apa-apa, tapi nona Laras anda sangat hebat, jarang loh, wanita bisa bela diri seperti anda,"


"Aku harus punya kemampuan itu untuk melindungi diriku sendiri, karena pekerjaan ku yang beresiko"


"Ini pertama kali kita bertatap muka berdua, apa bisa kita berkenalan secara formal, namaku Iyas Arora" Iyas menjulurkan tangan kanannya ke arah Laras, dengan tersenyum Laras menerima uluran tangannya,


"Laras Pramudya tuan"


tiba-tiba terdengar suara seperti kelelahan,


"Sayang... kamu hebat.... Tante sampai syok melihat mu melawan mereka, kamu benar-benar wanita kan nona Laras?"


pertanyaan yang membuat Laras dan Iyas terbelalak menahan tawa,


"Apa yang mama katakan, jelas dia wanita ma" ucap Iyas


"Aku wanita Tante, 100% wanita heheheh"


"Lembut sekali, tapi tadi...."


"Ma, sudah dia wanita asli ma, bukan wanita jadi-jadian" gerutu Iyas yang masih kessal dengan tingkah mamanya,


seketika juga terlihat Laras menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan tangannya,


Sungguh ini pertama kalinya ada yang bertanya apakah dia wanita asli, itu membuat hati Laras menjadi gelli, ia tertawa menahan suaranya agar tidak keras,


"Maafkan mama saya karena tingkahnya ini"


"Tidak apa-apa tuan, kalau begitu, sekali lagi, aku ucapkan terimakasih untuk anda, sebagai gantinya aku ingin mengundang anda dan Tante juga om untuk makan malam di rumah bagaimana?"


"Tapi katanya kamu ada urusan sayang"


"Urusanku hanya sebentar kok Tan, bentar lagi selesai, kalau kalian bersedia aku akan pulang lebih cepat"


"pasti.. pasti kami hadir sayang, itukan yang Tante rencanakan dari awal"


"maksud Tante..?"

__ADS_1


"ahh tidak sayang, kami pasti hadir di rumahmu, sebenarnya Tante berencana mengundangmu duluan, tapi takutnya kamu tidak bersedia makanya Tante takut mengatakannya,"


"tidak apa-apa kok Tante, ya sudah Laras pamit dulu, Tante, tuan Yas"


"hati-hati"ucap Iyas dan nyonya Martha secara bersamaan, merekapun terpisah,


siapa yang akan menduga, rencana yang di fikirkan nyonya Martha berjalan dengan sempurna namun tidak sesuai rencana yang ia susun sih, tapi setidaknya, satu langkah untuk mendekatkan mereka sudah berhasil,


Laras mengendari mobilnya dengan senyum yang tak lepas mengingat kata-kata nyonya Martha, yang menanyakan dirinya wanita apa bukan, lalu ia menatap area dadanya, ia langsung menggelengkan kepalanya,


*ahh, dadaku kan tidak rata-rata amat, masih menonjol kok hehehhehe*


begitulah omongan Laras terhadap dirinya sendiri, Iyas juga tersenyum, mengingat kejadian tadi,


*malam ini, aku akan menemui nya, mata singaku, mata elangku, aku bahagia menemukanmu, tapi dimana dia, tapi mengapa aku tidak merindukannya sama sekali*


begitulah gumaman Iyas dalam hatinya, ia menatap lurus pandangannya, mengingat masa lalunya,


*****


"sayang, bersiaplah sebentar lagi kita akan berangkat, mama sudah membawa kan oleh-oleh untuknya"


"ok ma... Iyas sudah siap kok,"


"ok sayang, mama lihat papa dulu ya, anak mama memang ganteng"


martha pun meningglakn putranya sendirian di kamarnya, tak lama kemudian mereka pun berangkat, sedangkan Laras sudah siap dengan semua hidangan nya,


"sayang... ini pertama kalinya loh, kamu mengundang seseorang untuk makan malam dirumah"


"Oma, opa, mereka adalah klien Laras kok, tapi kebetulan tadi anaknya membantu Laras di persidangan, dan juga menolong Laras di jalan, ini hanya sebagai rasa terimakasih Laras kok, tidak lebih"


"bukan itu yang opa maksud sayang, apakah kamu tidak memikirkan untuk memiliki keluarga sendiri?" ucap opanya dengan serius,


"benar sayang, kariermu sudah bagus, kamu cantik, baik, tidak ada kekurangan di diri kamu,apakah tidak ada satu pun pria yang kau ingin kenalkan ke kami?"


"oma, kita akan membicarakan hal ini lain hari ya, Laras mau bersiap-siap dulu, soalnya, nyonya Martha sudah ada dalam perjalanan"


Laras langsung meninggalkan Oma dan opa nya masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri, ia mengenakan baju dres dengan lengan pendek, dengan rambut yang sedikit bergelombang, riasan yang tipis, namun sangat mempesona, ia menatap dirinya di cermin, ini pertama kalinya ia pakai make up, mengingat kata nyonya martah tentang ke aslian nya


wanita asli kah????


kata itu yang selalu terngiang di telinga Laras, hingga membuat Laras????? selau tersenyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2