
Iyas pun mengantarkan Laras pulang namun ia tidak pulang malah pergi ketempat Kasita,
"Kasita... buka pintunya, ini aku Iyas"
tak lama kemudian pintu terbuka, kulihat sosok yang ke perkirakan sudah berumur 45 tahunan,
"cari nona Sita ya den, dia di kamarnya"ucapnya
"baiklah bik, aku akan kekamarnya, dia marah padaku bik"
"silahkan masuk den, nona memang sedang menunggu anda dari tadi"
Iyas pun berjalan ke kamar Kasita, terlihat Kasita yang sudah bersiap dengan baju **** nya, laki-laki mana yang akan tahan dengan suguhan seperti ini,
Iyas melangkahkan kakinya, mendekat kearah Kasita yang sudah menyambutnya,
"kau **** sekali Sita..?"
"kau tentu suka Iyas, aku sudah dengar semua tentangmu dalam beberapa tahun ini"
"apa yang kau dengar tentangku?"
"kau sering merasa bosan dengan satu wanita, tapi akan aku pastikan kau tidak akan melupakan pelayanan ku malam ini, karena isu itulah aku memaafkan mu, karena kau tidak akan mungkin tertarik sungguhan dengan gadis membosankan seperti Laras,"
"kau begitu yakin dengan pemikiranmu, bagaimana seandainya aku jatuh hati beneran dengan Laras, apa yang akan kau lakukan?"
"aku pastikan kau akan memilihku sebagai satu- wanita dalam hati dan hidupmu, seperti beberapa tahun yang lalu"
"Kasita kau sungguh percaya diri, tapi aku suka dengan sikapmu, kau lembut namun kejam hahahha"
"cocok kak dengan penguasa seperti mu"
__ADS_1
"mendekat lah Yas.., mari kita nikmati malam pertama kita, malam pertama pertemuan kita"
"kau menginginkan malam ini, bagaiman jika aku tadi sudah melakukan hal itu dengan adikmu Laras"
"aku akan membuatmu membandingkan kemampuanku dan kemampuannya dalam hal ranjang, kau akan lebih kagum padaku Yas"
"tentu... kau berpengalaman dalam hal ini, sedangkan Laras baru pertama kali, pasti dia tidak tahu apa-apa, benar kan...?"
"pastinya..."
arah Iyas semakin mendekat dengan Kasita, Kasita terus berbaring miring memperlihatkan belahan dada dan belahan pahanya, dengan baju tidur yang nerawang,
Iyas mendekat lalu menutup tubuh Kasita dengan selimut, membuat Kasita terkejut,
"ini terlalu malam untuk melakukan hal itu, tidak seru..."
"apa yang kau lakukan?" kenapa kau menutup tubuhku, apa kau tidak tertarik?"
"kau benar... aku tidak suka laki-laki yang loyo"
"hahahaha, Sita... Sita... aku bertanya satu kali lagi kepadamu, kenapa kau begitu membenci Laras, setauku dulu kau sangat menyayangi nya,"
"hah... mana bisa aku sayang kepada wanita rubah itu, karena dia mama papa meninggal, dan lebih bencinya lagi semua harta mereka jatuh ketangan Laras,
"ya pantas harta mereka jatuh ke tangan Laras, secara kenyataanya, dia adaah anak kandung mereka dan kamu hanya anak panti asuhan yang di ambil orang tuanya Laras, "
"tidak... harta mereka semuanya untukku, dan kamu... kamu hanya milikku yas... tidak akan ada yang bisa mengambil mu dariku, siapapun itu, termasuk Laras dan kedua orang tuamu,"
"kau sangat egois Kasita..."
"Iyas bisakah kita tidak berdebat malam ini, bisakah kau tidur dengan ku, aku tidak akan mengganggumu"
__ADS_1
"tidurlah aku akan menemanimu,"
Iyas berbaring di dekat Kasita, memandang wanita yang kini penuh ancaman untuk Laras,
deg..deg..deg... hati Laras serasa tersayat sembilu, tidak mengerti dengan semua keadaan, bagaimana kakaknya bisa berubah sedrastis ini, apa yang sebenarnya terjadi, andai aku tidak hilang ingatan mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi,
'Iyas... kuharap kau bisa menjaga cinta kita, bagaimana aku bisa merelakan mu dekat dengan kakakku, meski ku tahu tujuan kita untuk mengetahui motif, dan ingin dia seperti dulu, tapi aku tetap seorang wanita, Sita juga wanita, mana ada laki-laki tidak akan tertarik jika selalu bersama, dan buat Kasita dia tidak akan diam saja pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan mu lagi, tapi... tentang anak... apa yang terjadi pada Kasita sebelumnya, anaknya sudah berusia 1tahun lebih itu bisa jadi Kasita pergi dalam keadaan hamil, tapi... anak siapa, jika dulu dia kekasih Iyas, lalu kenapa dia bisa hamil anak orang lain??'ucapan dalam hati Laras
pertanyaan yang selalu bermunculan di fikiran Laras hanya bisa menjadi pertanyaan belaka, tidak akan menemukan jawaban sebelum misi ini berhasil, malam ini Laras benar-benar kelelahan, alat pendengar yang terhubung dengan Iyas pun telah terputus, entah apa yang di lakukan Iyas, Laras hanya bisa berfikiran positif tentang tunangannya,
sedangkan Tante Martha masih gelisah dengan kehadiran Kasita,
"pa... tidakkah kau lihat mata gadis itu, mama ngeri melihatnya, untung Iyas tidak memilih dia"
"bagaimana mungkin anakmu akan memilih orang yang berlawanan denganmu, kamu tenanglah, serahkan semuanya pada Laras dan Iyas, mereka pasti bisa mengatasi masalah mereka sendiri, kamu tau Laras, dia wanita hebat yang kita kenal, dia tidak mungkin menyerah meski kepada saudaranya, masalahnya itu ada pada anakmu, jika anakmu masih seperti dulu, suka main wanita itu yang akan menjadi masalah besar" ucap tuan rian sambil menaruh buku yang ia baca tadi,
"tidurlah ma... ini sudah malam"
"pa.. mama masih khawatir, baru saja mama bangga dan bahagia sama Iyas dan Laras, kenapa masalah datang secepat ini"
"kamu jangan banyak berfikir, istirahatlah, kita cari jalan besok papa capek ma"
akhirnya nyonya Martha mengalah iapun berbaring di ranjangnya, menyelimuti tubuhnya, meski masih terbayang kejadian di hotel tadi, tapi ia berusaha memejamkan matanya,
*****
Iyas pun menaruh alat pendeteksi di ponsel Kasita, dengan begitu ia akan mudah untuk penyelidikan siapa orang di balik Kasita, dan apa tujuannya, menyembunyikannya lalu mengeluarkannya lagi, apakah ini ada sangkut pautnya dengan dunia bisnis,
Iyas adalah pria yang cerdas dan sedikit kejam, itu sudah pasti tapi tidak untuk wanitanya, dia sudah memperkirakan segala hal yang akan terjadi, semua trik yang sekarang ia alami, ia pernah mendengar dari sahabatnya dulu, jebakan dalam rayuan wanita, tentu siapa yang akan menolak pesona Kasita, wanita yang **** dan gila namun berkedok lembut dan lugu, andaikan Iyas tidak tau tentang Kasita sebenarnya tahun lalu, mungkin ia masih terjebak dalam hubungannya,
'Kasita.. apa tujuanmu kembali muncul seperti ini...?? tidak tau kah kamu, jika seandainya kamu tetap menghilang mungkin kita masih bisa mengenang indah masa lalu, tapi kini kau kembali dengan tujuan beda... kau berniat menyakiti Laras, aku tidak akan tinggal diam dengan hal itu, jika seandainya tidak ada orang di belakang mu, mungkin aku langsung membereskan mu tapi... aku ingin tau siapa orang yang ada di belakangmu apa motifnya, dan siapa yang menjadi incarannya, aku apa Laras???' ucap Iyas dalam hati
__ADS_1