Hikayat Cinta

Hikayat Cinta
Part 17 Kejutan Yang Mengejutkan


__ADS_3

"Kasita.... kami tau, kamu punya alasan untuk melakukan tindakan konyol, memalsukan kematian mu sendiri, dengan itu, kamu berfikir lah, jangan menyalahkan Laras dalam hal ini, apakah selama ini Laras mengenal Iyas tidak, meski kenal dimasa lalu tapi 3tahun yang lalu dia hilang ingatan karena kamu, apakah dia masih ingat dengan Iyas??? jangan egois.. ini murni kesalahanmu,jika seandainya kamu tidak menghilang, apakah Iyas akan berpaling darimu???ucap opa nya Laraa


"Opa... maaf, Aku dulu memang pacaran dengan Sita, tapi itu sudah berlalu, itu cinta masa kecil, sedangkan yang aku cintai adalah Laras si mata elang ku, dan Kasita, aku mohon, terimalah keadaan, aku berkata seperti itu, agar kau keluar dari persembunyiannya, Kavita, kamu tau aku, aku tidak suka dengan hal yang berbau pengkhianatan,"ucap Iyas dengan penuh kecewa,


rahasia apa yang Iyas simpan tentang kasita, dan bagaiamana Iyaa bisa tau keberadaan Kasita, apa yang Kasita sembunyikan dari kami, semua pertanyaan berkecamuk di pikiranmu, namun aku tak bisa mempertanyakan karena Kasita sudah berlalu pergi dengan kekesalan nya,


"nyonya, maafkan kami karena kehadiran cucuku, acaranya sedikit terganggu"ucap sesal omahku,


"tidak apa-apa nyonya, untung pertunangan ini tetap terjadi,Laras sayang... terimaksih .. karena sudah menjadi menantu tante,"


"terimaksih Tante... karena tante menerima Laras, meski tadi sedikit terkejut,"


"ini salah.. Iyaa, dia dengan sengaja mengajak wanita itu di waktu yang salah,"


"aku sebagai adiknya, minta maaf atas namanya, aku harap juga, Tante tidak menyalahkan aku dalam hal ini"


"tidak sayang... kamu akan selalu benar di mata tante,"


jam semakin menunjukkan semakin malam, kamipun berpamitan untuk pulang, namun Iyaa, meminta ijin untuk mengantarku karena ada hal penting yang ingin dia bahas denganku, Oma dan opa pun mengijinkan,


malam ini terasa begitu indah, dengan sinar rembulan dan taburan bintang, ku amati setiap jalan yang kami lewati, jalanan begitu sepi, Iyas memegang tanganku selalu sambil mengemudi mobilnya, sesekali di ciumnya genggaman tanganku, ku tersenyum padanya, meski masih banyak pertanyaan nya, aku sudah siapa dengan segala yang ingin dia katakan, jika seandainya dia berkata masih mencintai Kasita,aku tetap akan memperjuangkannya, aku akan melawan Kasita dan memperjuangkan Iyas kembali itu tekadku,


jalan semakin sepi kami tempuh, kini aku lihat pantai dari jalan, ya, ini pantai entah Kemana dia akan membawaku,

__ADS_1


beberapa saat kemudian, mobil Iyas sudah berhenti di pantai yang ombaknya terlihat indah di pandang, dengan sorotan lampu dari mobil, kami duduk di depan mobil tepatnya di atas mobil, dia terus menggenggam tanganku,


"jelaskan...?"ucapku


"sebelum aku jelaskan, aku ingin bertanya, kau percaya padaku?"


"akan selalu percaya"ucapku tegas,


"terimaksih Laras karena sudah mempercayaiku, akan aku ceritakan semuanya dari awal kenapa aku mendekatimu, memilihmu, dan mencintaimu,


pertama, aku penasaran dengan pengacara hebat yang sudah terkenal sampai keluar negri,


kedua saat pertama kita bertatap di depan ruangan papa, aku melihat mata elangmu, sejak itu aku mengingat mata elangku yang tiba-tiba menghilang dari pandanganku,


keempat, semenjak aku tau siapa dirimu, bagaiamana kamu, aku putuskan untuk menjadikan mu satu-satunya wanita ku,"


"lalu bagaimana dengan kisah Kasita"


"Kasita... dia adalah wanita lembut yang aku kenal dulu, tapi itu hanya kedoknya semata untuk menggaet setiap incarannya, termasuk aku, sebelum kamu hilang ingatan, kamu pernah menyelamatkan ku dari sebuah bahaya, dan buktinya adalah luka di punggungmu, aku senang melihat bekas luka masih ada, itu menunjukkan kau tetap mengingatku meski dalam kehilangan ingatanmu, Kasita adalah tipe wanita lembut, tapi berbahaya, Laras mulai saat ini kau harus berhati-hati dengannya,"


"Iyas... aku mengenal kakakku, dia orang yang baik, bisa saja itu orang lain"


"dulu aku berfikir juga begitu, karena sifat Kasita sering berubah-ubah, kadang lembut kadanag kasar, kadang membahayakan, tapi dia orang yang sama yang telah menjebak kamu masuk dalam bahaya untuk melindungiku, kamu tau ras, sebenarnya tujuan nya waktu itu bukan aku tapi kamu, dia menyadari saat aku selalu memperhatikanmu saat kau masih di bangku SMP, sejak saat itu ku tau dia punya sisi lain dalam dirinya,

__ADS_1


selama ini aku emang mencarinya, berharap saat menemukannya aku bisa menemuimu, tapi nyatanya, aku menemukan mu, saat aku tau caertai tentang kematiannya, aku mencari tau tentang kecelakaan pesawat tahun itu, tahun dimana Kasita pergi, dengan cepat semua informasi aku dapatkan,


Laras, aku selalu berkata akan selalu ada di sampingmu, memercayai aku selalu, karena inilah yang aku takutkan, dan dengar, aku ingin kamu melakukan satu hal denganku, agar kau bisa lihat sifat asli kakakmu bagaimana, kamu bisa berpura-pura untuk marah denganku, dan aku akan berpaling kepadanya,"


sedikit demi sedikit Iyas menjelaskn rencananya, agar semua rahasia Kasita terungkap, Laras mengangguk mengerti dengan semua rencana Iyas, dan Iyas sudah merencanakan dengan matang, hingga Iyas memberikan ponsel cadangan karena Iyas mengerti akan situasi ke depannya nanti,


"apakah ini tidak keterlaluan Yas?"


"Laras, dia bukan wanita sembarangan dan dia bukan wanita bodoh, dan perlu kamu tau, ada anak kecil di dekatnya dia sekitar umur 1tahunan lebih, dia anak Kasita"


"apa!!kau bercanda kan Yas, anak, kakakku punya anak, siapa ayahnya dan kapan mereka menikah?"


"suatu saat kau akan mengerti segalanya ras"


badan kedinginan pun kini tidak lagi aku hiraukan, aku penuh dengan ketidak terimaan, bagaimana kakak yang sangat aku sayangi, berubah terhadapku, Kasita yang aku kenal adalah wanita baik-baik ternyata wanita berbahaya apakah selama ini Oma melarang ku dekat demgannya karena Oma juga tau tentang Kasita, dan menyembunyikan ini dariku? tapi apa tujuan Kasita melakukan hal itu? dia adalah kakakku, apa yang dia inginkan dariku, kenapa dia membohongiku seperti ini, apa tujuannya,


seperti mengerti dengan isi fikiran ku Iyas membelai rambutku dan meletakkan kepalaku di dadanya,


"semua pertanyaan mu, akan segera terjawab kan ras, aku harap kau sabar kedepannya melihat ku dengan Kasita, aku harap kau mau bersandiwara bersama ku, meski aku tahu aku akan menyakitimu nanti,"


"kau tidak akan menyakitiku Yas, jika memang semua yang kau katakan tentang Kasita, aku malah berterimakasih kepada kamu, aku hanya ingin kakakku yang dulu bukan seperti yang sekarang, dia berubah dalam segala hal Yas, aku tidak suka itu"


"Hem... kalau misal kakakmu yang dulu kembali, dan dia memintamu untuk mengembalikan ku bagaiamana??"

__ADS_1


"kalau dia kembali, dia tidak akan memintamu dariku, dia kaan dengan senang hati memberikanmu padaku, mungkin dia akan menjadi saksi pernikahan mesra kita nantinya"


__ADS_2