Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
10


__ADS_3

sesal tak pernah bisa di andai,


kehilangan juga takan tergantikan.


___


Kania dan Riza jatuh sakit karena sesal,, Bima akhirnya berangkat ke negara b untuk menjalankan perusahaan sang kakek yang selama ini di urus sang papah.


sementara Rama di perusahaan negaranya karena harus menunggui Kania dan Riza.


"dok bagaimana keadaan orang tua saya sekarang" tanya Rama.


"tuan Riza sudah membaik karna dia hanya syok dan sedih karena menyesal,, tapi untuk nyonya Kania,,, nyonya membutuhkan psikiater untuk kesedihannya" jelas dokter sambil menatap prihatin Kania.


Rama mematung mendengar kata-kata terakhir sang dokter.


Kania hanya terus terdiam dengan tatapan kosong, tak bicara pada siapapun dan tak mengatakan apapun.


"seandainya kak zahra masih hidup semua tak akan seperti ini,, kenapa baru sekarang kebenaran itu terungkap" Renung Rama pada semua kejadian yang menimpa keluarganya.


_____


flashback:


"Assalamu'alaikum zain,, ini melisa apakah sedang sibuk" melisa memberi pesan pada Zain.


tak lama handphone melisa bergetar.


melisa:Assalamu'alaikum Zain, apa kabar.?


zain: Waalaikumsalam Lisa,baik darimana saja.


melisa: ceritanya panjang Zain, nanti ku ceritakan kalau bertemu.


Zain: oh... ya udah hari ini aku free, bisakah kita bertemu.


melisa: kamu ini kebiasaan terburu-buru pada sesuatu...aku masih di bandara sekarang dan bingung mau kemana,, heem jemput ya.


Zain: oke 15 menit lagi aku nyampe.


melisa: terimakasih Zain sampai jumpa.


Zain: hemmm.


mereka menutup sambungan telepon,


tak berapa lama Zain datang dan langsung menghampiri melisa.


"ayo ke rumah ku,, kita bertemu dengan istriku" ajak Zain.


"wow ternyata Zain sudah soldout, sama siapa apa aku mengenalnya" ejek melisa.


"jangan mengejekku meli, kau sendiri apa sudah menikah" tanya Zain pada meli.


"baru,,, mau, jangan mengejekku, diamlah" kata melisa yang melihat Zain menahan tawa.


tak lama mereka sampai di rumah Zain.

__ADS_1


Assalamu'alaikum,, keduanya mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam" kata Azalea istri Zain.


"Hai apa ini ka melisa" tanya Azalea.


"wow Zain, inikah istrimu, cantik sekali,, iya saya melisa,, kenapa mau dengan orang sepertinya" canda melisa.


kedua wanita itu tergelak bersama,,


"mari masuk kak,," kata Azalea.


"baik lah, terimakasih" melisa pun masuk mengikuti tuan rumah.


mereka langsung menuju meja makan,, dan makan bersama.


setelah makan melisa mengajak Zain dan Azalea ke gajebo untuk bercerita.


"zain maafkan aku, aku sudah membohongimu selama ini,aku sebenarnya adiknya ka Aira istri nya kak marwan, waktu itu aku menyamar karna saat itu kak Aira sakit dan menghawatirkan kak marwan yang tak ada kabar............ " melisa terus bercerita sampai akhirnya dia pergi karena di suruh kakaknya.dia terus menangis.


"kenapa kau tak bilang semua ini dari awal,, kalau kau bilang dari awal tentang semua ini mungkin Zahira takakan tersiksa di dalam keluarga itu, mungkin dia bisa bahagia,, kau tau keluarganya sering menyiksa dan menyakiti serta mencaci makinya, karena yang mereka tau dia anak marwan melisa.. anak seseorang yang membunuh keluarganya dan menghancurkan perusahaannya" teriak zain pada melisa.


melisa semakin tertunduk dalam,tangisnya makin menyayat hati, dia menyesal sangat menyesal.


"maaf kan aku, maafkan salahku,, aku tak sengaja aku hanya ingin menyelamatkan mu waktu itu,, aku menyesal pergi waktu itu,, aku pergi karna kak Aira akan menyerahkan mu dan menceritakan semuanya pada orang tua mu,, maafkan aku" melisa terus menerus menangis sambil mengungkapkan penyesalannya.


Azalea merangkul bahu melisa dan menggenggam tangan suaminya berharap kekalutan mereka reda.


zain yang melihat tangis dan ungkapan melisa pun kasihan.


"lalu, kenapa kau datang lagi sekarang" tanya zain.


"apa kau tidak tahu apa yang terjadi pada kakakmu" tanya zain.


melisa menggeleng.


"kakakmu sudah meninggal melisa, dia tertembak oleh kakek bagas ketika Aira menyerahkan bayi itu pada Kania dan Riza, tanpa menjelaskan apa-apa" terang zain.


melisa kaget bukan main mendengar kenyataan yang barusan dia dengar, lalu pingsan.


"kak Zain tolong angkat ke kamar tamu saja dulu" kata Azalea pada Zain.


beberapa saat kemudian melisa pingsan dari pingsannya dan melihat ke sekelilingnya.


Azalea memberikan minum pada melisa dan menyenderkannya.


"Zain, tolong aku lagi zain tolong cari bukti tentang kejadian masalalu itu zain, kasihan zahra zain, zahra pasti menderita" pinta melisa pada Zain dan di iyakan oleh Zain.


____


"Permisi Bu, didepan ada yang sedang menunggu,ibu-ibu paruh baya" kata sekertaris Nadia pada Aqila.


"siapa... " tanya aqila.


"tidak tau Bu,bagaimana Bu apa boleh disuruh masuk" tanya kembali Nadia.


Aqila nampak berpikir sejenak, kemudian mengangguk.

__ADS_1


"ya suruh masuk saja, saya ingin tahu siapa yang mau bertemu"


"ibu paruh baya siapa yaa" batin aqila.


"apa kabar nak" sapa ibu itu.


aqila mengalihkan pandangan dari laptop pada tamunya seketika aqila berdiri dari duduknya dan menatap tajam sang tamu.


"Baik,,kenapa baru kesini,, kemana aja,,, gak rindu ya sama qila" aqila langsung memeluk erat sang tamu.


"hei ingat umur, udah gak pantes ngambek ngambekan" sang tamu menggoda aqila.


"ih Bunda qila sebel tahu gak dapet kabar dari bunda" rengek aqila pada melisa.


melisa hanya tersenyum mendengar rengekan aqila,


aqila, seorang pengusaha perempuan muda yang selalu ramah dan dewasa, hanya didepan orang terdekatnya dia bertingkah kekanak-kanakan.


Di usianya yang ke 25 dia bisa membangun perusahaan sendiri, cantik dan mandiri menjadikan aqila incaran setiap pria, entah karyawan biasa atau sesama pengusaha.


tapi aqila tak menghiraukan semuanya dia hanya pokus pada perusahaan barunya.


"putri bunda,, bunda habis jalan-jalan mengunjungi Zain" aqila terdiam ketika bunda menyebutkan sebuah nama.


bukan nama seseorang itu yang membuat dirinya sedih tapi kenangan kota yang dikunjungi sang bunda.


Bunda yang melihat mata aqila berkaca kaca pun memeluknya.


"pulang lah nak semuanya sudah berubah,, sudah terlalu lama kamu pergi,kasian mereka" nasihat bunda pada aqila.


aqila diam mendengarkan nasehat bunda,, bukan aqila tak ingin pulang tapi dia takut atas semua masalalunya.


"Akan qila pikirkan bun" jawab aqila pada bunda.


______


Sedangkan di keluarga Mahardika semua nya berubah,,,


Kania sudah sembuh tapi Kania tidak mau pulang ke rumah besar keluarga Mahardika.


Kania lebih memilih tinggal di dekat Panti asuhan yang dulu sering zahra kunjungi.


Kania juga sering membantu di panti asuhan tersebut dan jadi donatur tetap di panti.


Riza juga tak lagi mengurusi perusahaan yang di kota b,, Riza memilih mendirikan lagi perusahaan di dekat panti asuhan agar bisa terus menemani Kania.


di bantu kedua anaknya Riza berhasil menjadikan perusahaan baru tersebut maju.


"ayo siapa yang mau mandi sama bu Kania" teriak Kania memanggil anak panti yang umurnya di bawah 5 tahun tersebut.


"saya bu,, saya dulu, aku juga mau"


teriak anak-anak panti berebutan.


Kania hanya tersenyum dan geleng kepala melihat kelakuan mereka.


kania terhibur dengan semua tingkah laku mereka.

__ADS_1


Bima dan Rama pun pokus mengembangkan perusahaan yang di pimpin oleh mereka.


_____


__ADS_2