
Matahari pagi memasuki celah dinding sebuah kamar menyinari sosok lelaki yang tidur dengan senyuman. ya lelaki itu adalah Brian yang terus tersenyum sepanjang malam bahkan hari ini.
pasalnya seseorang yang sangat dia rindukan semalam mengajaknya untuk bertemu hari ini,aku hampir tak percaya kalau akhirnya Aqila mau bertemu dan menemaniku, semoga ini menjadi awal yang baru" Brian terus saja bermonolog sendiri di depan cermin.
siang hari sesuai jadwal Zahra, Brian datang ke kantor Zahra untuk mengajaknya makan siang bersama.
"permisi Bu pak Brian sudah menunggu di lobby untuk menemani makan siang"Nadia berkata sambil tersenyum menggoda.
" hei ada apa dengan senyum itu,baiklah aku mau pergi dulu, urus perusahaan dengan baik"Zahra yang tak mau di goda Nadia langsung berlari.
"hei jangan lari dia takkan pergi hahaha" teriak Nadia.
"ish Nadia menyebalkan diakan tahu untuk apa aku menemaninya" dalam lift Zahra terus menggerutu, untung dia hanya sendiri karyawannya sedang keluar makan siang.
"Assalamu'alaikum kak Brian maaf membuat kakak menunggu"sapa Zahra.
" Waalaikumsalam Aqila, tak apa kakak tau kamu pasti sibuk,harusnya kakak yang minta maaf karena sudah memaksamu menemani kakak "jawab Brian.
" tak masalah ayo kita pergi,, kakak mau pergi kemana"tanya Zahra.
"terserah kakak ikut kamu saja" jawab Brian.
"kak Zahra mau kemana" tanya Rian yang mendadak datang saat Zahra hendak masuk ke mobil Brian.
"Assalamu'alaikum dulu dek, kakak mau nganterin temen kakak" jawab Zahra.
__ADS_1
"maaf kak,, nganterin kemana" tanya Rian.
"ini kak Brian temen kakak,, kak Brian ini Rama adik Aqila" Zahra memperkenalkan keduanya,
keduanya saling berjabat tangan sementara mata keduanya saling menilai satu sama lain.
"dek kebetulan kamu di sini, kamu bisa rekomendasiin tempat yang bagus enggak, kakak gak tau tempat bagus nih" Zahra meminta pendapat.
"gampang nanti Rian kasih tahu tapi sekarang kakak ikut Rian dulu yuk" Rian menggandeng tangan kakaknya.
"tunggu dulu dek,kita mau kemana dan kenapa" tanya Zahra yang kaget tangannya di tarik.
"ke Panti kak penting" jawab Rama yang membuat Zahra bingung.
"kakak sama kak Brian aja kesananya gak enak kan kalau kakak tinggal" jawab Zahra yang membuat senyum Brian terbit.
"kak maaf ya jadi nganterin aku ke Panti dulu" Zahra merasa tak enak hati pada Brian.
"gak apa-apa, kakak kemana aja asalkan sama Aqila pasti mau" jawab Brian sambil tersenyum.
yang di balas senyum manis Zahra.
****
sesampainya di Panti Zahra di kejutkan dengan adanya anak Panti yang sedang berbaris rapih,sedang di depan Panti keluarga nya sudah menanti dengan binar bahagia di mata mereka.
__ADS_1
"Ada apa ini sebenarnya" tanya Zahra sambil berjalan menuju keluarganya.
"Assalamu'alaikum mah, pah Ada apa ya" Zahra menghampiri orang tuanya.
"gak ada apa-apa kok Nak, siapa yang kamu bawa" tanya Kania pada Zahra.
"oh ini temen sekaligus rekan bisnis mah" jawab Zahra. sementara Brian sudah mengobrol dengan Riza.
"ma ini ada apa sih kok ramai banget" tanya Zahra lagi.
"kamu gak ingat ini hari apa" Kania bertanya balik. tak lama Zain dan melisa serta ibu panti keluar dari dalam panti asuhan sambil membawa kue tart.
"selamat ulang tahun" serentak semua memberikan selamat pada Zahra yang berulang tahun,mata Zahra berkaca melihat semuanya bahagia.
"Terima kasih semuanya" tangis haru Zahra sambil memeluk kedua orangtuanya kemudian dia menghampiri ibu Panti, melisa dan zain.
"Terima kasih semuanya" Zahra tak bisa berkata apapun lagi.
Hari itu semuanya menghabiskan waktu di Panti sambil merayakan ulang tahun Zahra.
keesokan harinya Zahra mengantar Brian berkeliling dengan di temani Bima.
Brian hanya tiga hari di negaranya ini jadi Zahra selalu menemani kemanapun Brian pergi..
****
__ADS_1
Terima kasih kawan semua sudah membaca karya saya, jangan lupa like dan komennya yaa.