Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
33


__ADS_3

Brian semangat untuk pulang dari tugasnya, karena mengira zahra masih berada di rumahnya, berbagai macam oleh-oleh sudah dia bawa untuk kedua orang tuanya juga zahra. dengan langkah tergesa Brian memasuki rumah, dia memanggil pelayan dan bertanya di mana keluarganya beserta zahra. namun jawaban pelayan tersebut membuat lunglai seketika.


"kenapa dia pergi tak memberitahu saya" tanya Brian dalam hati.


Brian langsung naik ke atas lalu pergi ke kamar tamu. dilihatnya semua ruangan itu, Brian langsung duduk di kasur dan membelai permukaannya aroma tubuh zahra masih tertinggal disana. Brian langsung tertidur karena lelah.


pagi harinya Bu maya membangunkan anaknya,


"Brian bangun, kenapa kamu tidur disini" tanya maya.


"Brian ketiduran Bu, saat mencari Aqila semalam, dia kok enggak bilang mau pulang Bu" tanya Brian.


"dia mendadak pulang sama papanya, Brian, kalau kamu kangen kesana aja tapi nanti karena zahra juga baru pulang sekarang, mending videocall aja kalau kangen" Maya memberikan saran.


*****


Zahra sampai di rumah Riza.rencananya minggu ini mereka akan pindah ke rumah utama keluarga Mahardika. sedangkan rumah yang kini di tempati akan di alih fungsikan jadi tempat anak Panti.


pagi ini zahra di kagetkan dengan panggilan videocall dari Brian yang menanyakan kenapa dia pergi mendadak.


zahra menjawab sekenanya saja, karena dia buru-buru akan pergi ke perusahaan karena harus menyelesaikan dokumen yang perlu di tandatanganinya, dan juga rapat dengan dengan Rama dan Bima.

__ADS_1


tak lama Brian memutuskan panggilannya lalu zahra berangkat ke kantor.


Bima dan Rama datang lebih awal untuk meetingnya.


"kak sudah siang makan dulu yuk" Rama mengajak kedua kakaknya makan siang.


"ayo, dekat kantor aja ya" kata zahra yang diangguki keduanya.


mereka makan di depan kantor.


"maaf aku lupa bertanya pada kalian mau makan dimana" zahra merasa tak enak dengan kedua adiknya karena mengajak mereka ke rumah makan padang tempat biasa dia makan.


"gak apa-apa kak Rama yakin dengan pilihan kakak, walau tempatnya sederhana pasti menunya luar biasa" jawab Rama menenangkan zahra yang sudah panik dan ketakutan.


"apa karena perlakuan kami dulu ya, kak zahra sampai ketakutan seperti itu,aku jadi merasa bersalah banget"kata hati Bima.


" Terima kasih ya,, kalau begitu ayo masuk dulu"zahra mengajak keduanya sambil tersenyum, zahra memesan semua menu andalan di rumah makan tersebut untuk dihidangkan sesuai selera adiknya.


mereka makan dengan lahap, meski baru pertama kali menginjakkan kaki di rumah makan padang tapi keduanya sudah merasa ketagihan dengan rasa masakannya.


setelah makan mereka kembali ke kantor dan memulai meeting untuk pengembangan proyek mereka kedepannya.

__ADS_1


berbagai ide mereka kemukakan sampai menemukan kesepakatan lalu membuat pembaharuan. setelah selesai mereka berpisah ke kantor masing-masing.


zahra masih di kantor sedang mempelajari berkas untuk meeting esok pagi. sampai ada panggilan di handphonenya baru lah Zahra berhenti untuk melihat siapa yang memanggil. Zahra bingung sendiri antara mengangkat atau mendiamkannya karena yang menelpon adalah kekasih lamanya.


"halo" Zahra memutuskan untuk mengangkatnya meski enggan.


"Apa kabar Ara, bagaimana keadaanmu sekarang" tanya Ilyas.


"Baik"


"kenapa sekarang kau begitu dingin padaku Ara apa kau masih membenciku"


"tidak.saya tak lagi membenci Anda, karena saya menganggap anda tak pernah ada. "


"oh baik lah kalau begitu,, aku mau lihat bagaimana reaksimu bila bertemu denganku nanti" Ilyas terdengar mengejek di sebrang sana.


"terserah Anda." Zahra langsung mematikan sambungannya.


"hihh kenapa juga aku dulu bisa suka padanya" Zahra bergidik mengingat masa lalu.


****

__ADS_1


Terima kasih buat yang selalu dukung karya saya. Terima kasih juga buat like dan komennya.


__ADS_2