Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
23


__ADS_3

Hana pun bersyukur meski dalam hati meyakini ada yang aneh dengan semua yang terjadi, tapi Hana tak mau ambil pusing.


Hana terus menunggui mamanya, tidak ada niatan untuk pergi kemanapun.


"Ma, sadarlah Hana disini menunggu mama,, cepat sembuh ma" bisik Hana di dekat telinga mamanya tak lama dia pun tertidur sambil menggenggam tangan ibunya.


merasa ada yang mengusap kepalanya Hana pun enggan bangun,, karena baru kali ini dia merasakan lagi usapan yang menenangkan dan penuh kasih sayang.


"usapan ini persis dengan usapan Mama,,tunggu...mama berarti Mama" hatinya terus bermonolog tak lama dia pun membuka matanya dan melihat siapa yang mengusap kepala nya.


"Mama... mama sudah sadar" tanya Hana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"apa kabar sayang,, mama merindukanmu" yuni juga meneteskan air mata.


mereka lalu merangkul satu sama lain.


"kemana keluarga kita yang lain sayang" tanya Mama nya.


"anggap saja mereka sudah tiada mah,, seperti mereka yang tak pernah menganggap kita" Hana berkata dengan dingin terpancar luka di matanya.


"sabar nak mungkin sudah jalannya" yuni coba menenangkan.


"maaf mah jika sudah melukai Mama,, sekarang jangan ingat apapun dulu ya ma,, pokus pada kesembuhan mama aja dulu" Hana langsung pergi setelah membaringkan ibunya kembali.

__ADS_1


****


di kantornya Bima terus menatap layar handphone nya, dia melihat semua yang dilakukan Hana di kamar rumah sakit, melihat Hana menangis dan murung Bima pun sakit melihatnya seakan itu semua terjadi menimpanya.


"aku ingin selalu menjagamu dan tak ingin menyakitimu" Bima berkata seolah Hana nyata didepannya.


dreetttt.. handphone Bima terus bergetar.


"hemmm" dingin Bima berucap.


"bos dia kembali" 3 kata yang langsung merubah mood Bima.


"bodoh,, kenapa bisa dia kembali, apa kalian tidak bisa melakukan semuanya dengan Baik,,terus ikuti dia pantau semua gerak gerik nya dan laporkan pada ku" teriak Bima pada anak buahnya.


"Azkia.. Azkia kau mau bermain-main denganku rupanya,, kita lihat apa yang bisa kau lakukan kali ini" Bima bergumam dengan rahang yang mengeras menahan amarah.


***


"Assalamualaikum,,,bu" sapa zahra yang melihat maya sedang menata meja makan.


"Waalaikumsalam sayang, baru datang"jawab maya langsung memeluk zahra.


" iya Bu baru selesai meetingnya,, Aqila bantuin apa nih,semua sudah selesai" tanya aqila sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"gak usah bantuin apa-apa sayang, ibu nyuruh kemari kan emang nyuruh makan" jawab maya sambil terkekeh.


"ibu kalau cuma makan di restoran aja,, Aqila kesini agak Siang kan biar bisa ikutan berantakin dapur ibu" kata Zahra sambil tersenyum.


"dasar,,ya sudah tolong siapin piringnya aja" maya memberi perintah.


"oke Bu"zahra menata meja sementara Brian hanya memperhatikan keduanya sambil mengulum tersenyum,, Brian tak akan menghampiri mama dan zahra karena dia hanya ingin melihat sisi lain zahra bila datang kerumahnya.


" assalamu'alaikum"Bram datang lalu menghampiri sang istri.


"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak.


"pantas tak menyambut papa di depan, ternyataa ada calon mantu kesayangan" kata Bram sambil melirik zahra.


"papa bisa aja,, mama itu lagi sibuk siapin meja, mangkanya gak nyambut papa" jawab maya.


sedangkan zahra dan Brian saling lirik dalam diam.


"ya sudah karena semua sudah siap dan anggota juga lengkap mari kita mulai makan" semua berkumpul dan memulai makan siang mereka.


*****


Terima kasih like dan komennya, trima kasih juga sudah membaca karya saya.

__ADS_1


maaf jika mengecewakan..


love you all. ☺☺☺


__ADS_2