Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
36


__ADS_3

siang ini,Zahra dibuat kesal oleh suara notifikasi handphone miliknya. pasalnya Ilyas terus menerus meminta untuk bertemu, sekedar makan siang bersama. karena kesal, Zahra terpaksa menerima ajakannya.


siang harinya Zahra sudah siap dengan penampilannya yang dulu, Zahra keluar dari ruangannya. semua karyawan terbengong, dan saling berbisik menanyakan siapa yang berani masuk ruangan bos mereka tanpa izin.


Zahra pun dihadang oleh sekelompok pekerjaannya.


"Hei siapa kamu, berani masuk kemari tanpa izin!"tanya seorang karyawan.


Zahra menatap dingin pada mereka yang terus menatapnya.


" maafkan saya Bu,permisi semuanya."Nadia memberi jalan agar Zahra bisa keluar dari kerumunan itu.


semua terheran dengan perlakuan Nadia pada gadis culun tersebut, semua karyawan terus menatap mereka hingga menghilang ke dalam Lift.


Didalam Lift Nadia menyemburkan tawanya, Zahra diam saja melihat sahabatnya menertawakan dirinya.


"kenapa kamu berpenampilan seperti ini kembali? " tanya Nadia heran.


"Ilyas terus memintaku untuk bertemu. diakan tahunya aku orang tak mampu dan berpenampilan seperti ini. "


"Ohhh.teman masa lampau, kirain Ilyas itu calon laki!"Nadia menggoda zahra, dan meninggalkannya setelah sampai lobi.


Zahra pergi diantar sopir pribadinya .


Sesampainya di restoran, Zahra memilih turun jauh dari pintu masuk. dan membiarkan sopirnya pergi lagi ke kantor. sesampainya didalam. dia kira makan siang ini hanya berdua, ternyata semua yang ikut taruhan dulu pun ada. ingin pergi kembali takbisa.


"Assalamu'alaikum, apa kabar semuanya. maaf saya telat" zahra memberikan sapaan untuk semuanya.


"Waalaikumsalam zahra, apa kabar? " kompak semua bertanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, baik"


"silahkan duduk Zahra" Ilyas mempersilahkan.


Zahra duduk dengan elegan di kursi yang kosong. cara Zahra duduk membuat mereka terbengong. apalagi saat Zahra memesan makanan, dia tak lagi terlihat seperti orang bodoh. saat dia makan Table mannersnya begitu tertata. seperti sudah biasa makan di tempat seperti ini.


Setelah bersantap mereka mengobrol ringan.

__ADS_1


"Zahra kami semua minta maaf untuk taruhan dulu. waktu itu kami hanya ingin menantang Ilyas tanpa memikirkan perasaanmu."Musa memberikan penjelasan dan di angguki semuanya.


"Iya Zahra, setelah kejadian itu kami semua mencarimu, kami tak tega melihat Ilyas terus terpuruk dan menyesali perbuatannya. apalagi setelah putus dia terus mengurung diri." zidna memberi tahu semuanya.


"hei... kalian ini, jangan dengarkan mereka Ara" kata Ilyas.


" 'tak mengapa. permisi sebentar, semuanya, "


Zahra meninggalkan kawan Ilyas karena ada telpon dari Brian.


"Assalamu'alaikum kak... Apakabar? " tanya Zahra melalui sambungan handphone.


"Waalaikumsalam Ai. kakak baik kok.


Ai udah makan siang belum? "


"baru udah kak, kakak sendiri udah belum"


"ini lagi makan Ai, di dekat perusahaan kamu." jawab Brian mengejutkan Zahra.


"jangan bercanda deh kak"Zahra tak percaya.


"di sebelah mana kakak makan? "


"di Atas"


"baiklah, aku tutup dulu. Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, "


"apa dia tak percaya padaku ya! "batin Aksa.


"maaf kawan semua,, aku duluan ya ada keperluan soalnya."Zahra berpamitan.


"mau kemana Ara, aku antar ya" tawar Ilyas.


"tidak usah. terimakasih. Assalamu'alaikum semuanya" Zahra pun berlalu dan membayar semua makanan yang mereka pesan.

__ADS_1


***


Zahra naik ke atas mencari keberadaan Brian, setelah melihatnya, dia segera duduk dihadapan Brian.


"maaf nona,nona salah kursi" Brian berkata dengan datar.


"tidak"jawab Zahra mengejutkan Brian.


Brian seketika mendongak, dan terkaget melihat penampilan wanita di depannya.


"Aqila!, kakak kira siapa, maaf yaa"


"iya kak. enggak apa-apa,kakak kapan kesini? ada proyek apa nih?"


"gak ada proyek, cuma ingin berkunjung aja"


"oh, kak Aku ke toilet dulu ya, rapihin penampilan." Zahra yang baru sadar dengan tampilannya ingin segera merapikannya.


"memang kenapa dengan penampilan seperti ini? " tanya Brian.


"memang kakak gak malu,duduk bareng sama cewek culun gini" jujur Zahra.


"kenapa malu? kakak juga dulu begitu" Brian mengenang masa lalunya.


"beneran kak, emang kenapa" tanya Zahra antusias.


"ya pingin aja. gini nih pengalaman kakak dulu... " Brian menceritakan semuanya pada Zahra.membuat Zahra tersenyum.


"kita sama ya kak, waktu sekolah. sama-sama bersembunyi. " lalu keduanya tertawa bersama.


pemandangan tersebut tak luput dari penglihatan Ilyas. yang mengikuti Zahra, karena penasaran.


"siapa dia? apa itu pacarnya Ara?" batin Ilyas.


*****


maaf ya baru bisa update lagi.

__ADS_1


like dan komen yaa jangan lupa.


TERIMA KASIH.


__ADS_2