Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
14


__ADS_3

seorang gadis berjalan dalam keheningan ,,lalu berhenti di bawah lampu yang temaram di sebuah taman,dia menangis sesenggukan terdapat luka lebam di pipinya tangannya pun terdapat luka cengkraman.


Bima yang berniat pulang menghampiri sang gadis yang terlihat ketakutan, Bima mengulurkan tangan memberi saputangan kesayangan berharap sang gadis tenang,, namun bukannya tenang sang gadis malah berteriak histeris lalu menangis.


"tolong,, tolong jangan bawa saya ampun tuan saya tak mau di bawa kerumah itu lagi tuan" mohon sang gadis yang bernama Hana.


"maaf jika membuatmu takut" kata Bima lalu hendak berlalu.


"maaf tuan, dan Terima kasih" lirih Hana.


Bima berhenti dan kembali melihat Hana,, Bima merasa iba melihat luka dan mata sembab Hana.


"apa yang telah kamu lalui sehingga menjadi seperti ini" batin Bima.


"Nama saya Bima" Bima mengulurkan tangan.


lalu di sambut Hana.


"Hana tuan" jawab Hana sambil menunduk.


tak lama terdengar suara orang memanggil Hana, muka Hana langsung berubah pucat pasi mendengar suara mereka, Hana bergegas bangun dari duduknya lalu berlari tak tentu arah.


"Naiklah" seru Bima yang mengikuti Hana.

__ADS_1


"tidak" tolak Hana yang sudah takut oleh semua orang.


"Aku tak akan berbuat Macam-macam, aku akan mengantarmu, percayalah" kata Bima membujuk.


di belakang para preman sudah terlihat,Hana yang ketakutan memilih lari ke tepi danau dan berenang menuju sampan yang akan membawanya ke sebrang.


___


keluarga mahardika sudah berkumpul di rumah utama karena ada sesuatu yang penting akan di bahas di sana.


"segeralah bicara ada hal penting apa yang membuat kalian selalu tersenyum sepanjang waktu" tanya Riza.


"apa ada hubungannya dengan calon mantu mama" tanya Kania berharap.


mereka saling lirik lalu tersenyum, sedangkan orang tua mereka hanya saling lirik sambil mengangkat bahu.


"gini mah,,pah..Rama sama citra rencananya mau menikah dalam waktu dekat, itupun jika direstui" kata Rama.


ke tiganya terdiam karena kaget dengan perkataan Rama.


"maksudnya gimana Ram,, mama gak ngerti kok bisa gitu" tanya mamanya yang heran dengan keputusan anaknya yang mendadak.


"ya citra kan gak mau nikah sama cowok yang di jodohkan dengan nya, nah si cowok nya juga engga mau karena udah punya cewek jadi mereka sepakat membatalkan perjodohan mereka, dan ternyata yang menolak keras itu dari awal si cowok nya, mangkanya aku mau cepet nikahin citra takut keduluan yang lainnya"jelas Rama dengan semangat.

__ADS_1


"ohhh,, jadi kami harus melamar lagi" tanya mamah Kania.


"gak usah mah langsung tentuin tanggal aja, mama gak lihat dia begitu semangat menikahinya"timpal Bima meledek adiknya.


" ya, emang jodoh gak kemana ya mah"papa Riza ikut menimpali.


semuanya mengangguki perkataan pak Riza.


"jadi kapan kita kesana" tanya mama antusias.


"nanti aja mah tunggu kabar dari Rama, biar dia mastiin dulu lamaran kali ini pasti di Terima" saran papa Riza di sertai kekehannya.


semua ikut tersenyum melihat godaan sang papa pada anaknya tersebut.


"nah sekarang Bima, tadi kan yang telpon suruh kumpul Bima,, ada apa sayang" tanya Bunda yang melihat perubahan raut wajah Bima.


"gini mah,pah,kak,, tapi kalian janji jangan kaget yah" Bima melihat mama dan papanya dia takut mereka syok.


"iya, asal kamu jangan kasih berita yang buat marah aja" sahut mama Kania.


"Mah Pah kak zahra ternyata masih hidup" Bima memberi tahu keluarganya.


mama Kania menjatuhkan gelas yang di pegangnya..

__ADS_1


__ADS_2