Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
05


__ADS_3

Rama diam di dalam kamar, dia merenungi perkataan Zahra.entah kenapa timbul perasaan tak enak di hatinya.


tatapan mata dan tangis serta perkataan tadi terus terbayang olehnya.


kalau dipikir lagi dari dulu Zahra tak pernah menyakitinya, dia selalu menjaganya tak pernah membiarkan sesuatu yang buruk menimpa Bima dan Rama.


"ada apa dengan ku,, Zahra.. tidak kakak. sekarang aku tak peduli apapun lagi aku akan melindungi kakak, ya mulai sekarang aku akan melindungi kakak seperti yang kakak lakukan padaku dulu"Rama langsung berdiri dari duduknya


Rama pun teringat pada Zahra yang sedang terbaring dilantai akibat benturan,Rama segera kembali ke kamar Zahra dan membawa Zahra ke rumah sakit. lama Rama menunggu tapi Zahra tak kunjung sadar.


karena ada pertemuan yang mengharuskan Rama hadir, dengan berat hati Rama akhirnya berangkat ke kantor..


karena meeting yang alot akhirnya selesai sore hari, di tambah Rama harus menandatangani dokumen yang menumpuk jadi lah dia harus menetap di kantor. sampai dia lupa waktu.


sementara di rumah sakit, Zahra sudah sadarkan diri,, dia melihat ke sekeliling dan menyadari dirinya di rumah sakit, zahra berharap saat dia membuka mata akan ada yang dilihatnya dan khawatir padanya,tapi kenyataannya tak ada tak ada yang peduli padanya.


"untuk apa aku dibawa kemari,seharusnya biarkan saja aku mati"ucap Zahra sambil menunduk.


kata-kata mamanya dan Rama terus terngiang di telinga Zahra.


"Tidur aja gak usah bangun lagi,, jangan sok peduli loe bukan siapa-siapa gue" kata itu lah yang terus Zahra gumamkan.


"apa dengan kematianku semua akan bahagia, bebas dari bebanku" kata hati Zahra.


Zahra berjalan ke balkon, menghirup udara sebentar berharap sesak didadanya menghilang. dirasa cukup Zahra pun masuk kamar dan berjalan lagi keluar,dia terus berjalan sampai lah dia di atap gedung rumah sakit.


"Bila dengan kematianku dapat membuat kalian bahagia dan lepas dari beban, mungkin sekarang dapat aku kabulkan, terimakasih atas semua yang kalian beri.


dengan bercucuran air mata Zahra melompat dari gedung tersebut tak di pedulikanya lagi rasa takut.


"maafkan Zahra semoga semua bahagia" itulah kata terakhirnya.


_____


Dikantornya Rama tak tenang dari dia mulai berangkat, tapi dia abaikan karena pekerjaan,,


pukul 8 malam dia sudah tiba di rumah sakit.


dengan membawa banyak makanan dia berencana makan bersama Zahra dan meminta maaf.


tiba di depan kamar dadanya berdenyut nyeri tapi dia abaikan.

__ADS_1


sampai di kamar Rama mencari Zahra, dilihatnya ranjang yang ditempati Zahra kosong dia lalu kebalkon dan kekamar mandi tapi tak di temukan,akhirnya Rama pun keluar dan melihat seorang perawat Rama segera memanggilnya dan menanyakan keberadaan Zahra.


"maaf Sus mau tanya pasien di kamar ini sedang kemana ya, apa sudah pulang" tanya Rama pada suster.


"maaf mas, mas apanya mbak Zahra ya"tanya perawat tersebut.


"saya adiknya Sus" jawab Rama.


si suster pun diam karena tak tega mengatakan yang sebenarnya.


Rama yang melihat sang suster hanya diam


pun mulai cemas dan ketakutan, lalu Rama bertanya lagi pada sang suster sambil menggoncang tubuhnya.


"suster katakan di mana kakak saya"tanya Rama lagi,


sang suster yang melihat Rama pun kasihan, menghela napas panjang sang suster mengatakan yang sebenarnya.


"kami mohon maaf mas, kami lalai dalam menjaga pasien, pasien yang bernama Zahra dinyatakan meninggal tadi sore mas"jelas sang suster sambil menunduk takut.


" kenapa bisa meninggal kakak saya hanya terbentur meja. kalian pasti salah orang " bantah Rama yang kaget mendengar kata suster.


"kakak anda memang sudah pulih, dia juga sudah bisa jalan sendiri tadi,, di saat tak ada orang kakak mas jalan-jalan ke atap gedung lalu meloncat dari sana" jelas suster.


Rama menggeleng itu pasti bukan kak Zahra dia wanita kuat,


gak.gak mungkin itu kakak..


"KAKAK, itu gak bener kan Sus" Rama berteriak memanggil Zahra


"Itu benar tuan, kalau tidak percaya tuan bisa mengecek CCTV di sini" tawar sang perawat agar Rama percaya.


Rama yang mendengar usul sang suster pun segera menyetujuinya, Rama diarahkan ke ruang control oleh sang perawat.


Rama melihat semua yang Zahra lakukan di mulai Zahra masuk ke kamar tersebut, ditinggalkan olehnya, lalu di detik-detik Zahra sadar dan mengedarkan pandangannya. seolah mencari seseorang lalu Zahra terkekeh telah berharap lebih,


sampai disana luruh lah tangis Rama. Rama menyesal tak menunggu Zahra sadar.


Rama sadar di saat Zahra melihat sekeliling mungkin Zahra berharap ada yang ditemui dan mengkhawatirkannya.


Rama pun melanjutkan lagi melihat Zahra. melihat Zahra ke balkon lalu keluar terus berjalan sampai tiba di atap gedung Zahra terlihat bergumam sambil menangis lalu tanpa keraguan dia melompat dari gedung tersebut.

__ADS_1


saat melihat Zahra akan melompat Rama sudah menangis dan berteriak.


"jangan jangan disitu berbalik lah, TIDAAAK"


setelah mengatakan itu Rama pun ambruk dan terus menangis.


Rama menyesal pantas sepanjang dia di kantor terus teringat Zahra mungkin ini pirasatnya.


Andai setelah meeting dia langsung kemari mungkin kejadian ini bisa di cegah.


Rama diam tapi air mata terus mengalir di pipinya.


Rama mendadak berdiri dan menatap kepada suster.


"dimana suster,, dimana jenazahnya" tanya Rama


"maaf Pak jenazah sudah di kebumikan, karna tadi pihak rumah sakit sudah menghubungi bapak tapi tak ada jawaban"penjelasan sang suster menambah daftar penyesalannya


" iya suster tadi saya di ruang meeting, tapi kenapa langsung di makamkan sus, kenapa tak menunggu dulu "protes Rama.


" maaf Pak sebelum pasien meninggal, pasien sudah berpesan, agar segera di makamkan karena mbak Zahra bilang tak punya keluarga"jelas sang suster.


Rama hanya bisa menyalahkan diri akibat kematian Zahra.


"maaf kan adek kak, adek menyesal karena tak menganggap kakak"Rama ambruk ke lantai, dia terus menangis.


"Suster tolong bawa saya ke makam kak Zahra" Rama meminta dengan suara lirih.


"baik pak, mari saya antarkan kebetulan pemakamannya tak jauh dari sini"kata sang suster.


mereka berjalan beriringan, sesampainya di makam, Rama jatuh ke tanah dan menangis pilu..


perawat yang mengantar dan melihat Rama pun ikut menangis.


"maaf Pak saya masih ada tugas gak papa kan kalau saya tinggal'pamit suster.


" iya sus gak apa-apa, Terima kasih Sus"kata Rama.


Rama terus menangis di makam tersebut, setelah agak tenang Rama pulang ke apartemen dan mengunci diri disana.


___

__ADS_1


Terima kasih para pembaca semua.


__ADS_2