Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
37


__ADS_3

Brian masih bersama dengan Aqila.mereka memutuskan untuk berjalan sebentar sebelum pulang. sebenarnya Zahra malu jalan berdampingan dengan Brian, tapi Brian mempertegas kalau dia tak masalah dengan penampilan Zahra.mereka memasuki area game dan memainkan semua permainan. hingga lupa waktu. banyak pasang mata yang melihat mereka. ada yang menatap kasihan dan memuja pada Brian, ada yang mencemooh dan marah pada Zahra.sedang keduanya acuh tak acuh.


"astagfirullah kak, ayo pulang udah mau magrib nanti qila dicariin."


"ya udah kita shalat di mesjid aja, sekalian makan malam. mau enggak?"Brian belum rela berpisah dengan Zahra.


" ya sudah, aku kabarin orang rumah dulu ya."


Zahra tak tega memutuskan harapan Brian. jadi Zahra meminta izin untuk pulang telat.


setelah mendapat izin mereka pergi dari mall tersebut, lalu berhenti di pelataran mesjid. seusai melaksanakan kewajiban umat muslim. mereka berlalu ke sebuah taman, disana mereka mengobrol sambil makan makanan pinggir jalan.


Brian suka dengan kesederhanaan Zahra. Zahra yang tak pernah membedakan orang, dia yang selalu menolong orang, Brian yang suka dengan kepintaran dan kegigihan Zahra dalam mengelola perusahaannya.


setelah puas bermain seharian Zahra pun pulang diantar Brian.


"Ai Terima kasih untuk hari ini, karena sudah menemani Kakak seharian ini. "


"sama-sama Kak. harusnya Aqila yang 'makasih sudah mau membawa qila menghabiskan uang Kakak." Zahra tersenyum manis kearah Brian.


"kamu ini." Brian tak bisa bicara apa-apa lagi.


"kamu memang wanita langka Ai. jalan begitu saja sudah begitu membuatmu bahagia.


di tawari apa pun kamu tolak. sedang kan semua wanita yang pernah jalan denganku mereka meminta apapun yang mereka lihat. entah itu pakaian tas atau berlian sekalipun, mereka bisa memintanya. sedangkan kamu di beri pun kamu tak mau. sedang makan dan jajan di pinggir jalan sudah membuatmu begitu bahagia." batin Brian sambil tersenyum menatap Zahra.


"kakak mau mampir dulu enggak?" tanya Zahra yang sudah turun dari mobil.


"oke deh. mampir ngembaliin anak gadis yang udah diculik seharian. semoga gak dapat amukan yaa." canda Brian sambil tersenyum.

__ADS_1


"dasar, ayo masuk. Aqila panggil Mama Papa dulu ya." Aqila berlalu mencari orang tuanya.


Tak lama Zahra turun bersama kedua orang tuanya.


"Assalamu'alaikum om, tante. Brian mau minta maaf enggak izin buat ngajak Aqila keluar tadi. maaf juga karena sudah lupa waktu." kata Brian.


"waalaikumsalam.iya enggak apa-apa. lain kali kabarin dulu kalau mau pergi. memang datang kesini kapan?"tanya Riza.


" baru mendarat tadi siang om, kebetulan kita makan di tempat yang sama, jadi keterusan main. kalau begitu Brian pamit dulu ya om, tante, Aqila."


"ya udah hati-hati di jalan. salam buat kedua orang tuamu ya."


"iya Om makasih. nanti Brian sampein. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Brian pun berlalu, dari pandangan mereka.


****


sehingga tambah ramailah suasananya.


sorenya Zahra di kagetkan kembali dengan Brian yang mengatakan kalau kedua orang tuanya ingin berkunjung ke kediaman Mahardika.


Zahra pun mengatakan tentang keluarga Brian yang akan datang malam itu pada keluarganya.


"Mah.Pah keluarga Brian ingin datang kemari apakah boleh?" tanya Zahra pada orang tuanya.


"gak apa-apa dong sayang, mumpung mereka ada di negara kita." jawab Kania dan diangguki Riza.

__ADS_1


"Terima kasih."


"kalau begitu mari kita masak banyak hari ini. begitu banyak kejutan hari ini." semua wanita berada di dapur mempersiapkan hidangan. sedangkan yang pria terus saja bercengkrama. sambil mengasuh Rara cucu pertama keluarga Mahardika.


Hana juga diterima baik di keluarga ini. mereka tak segan saling menggoda satu sama lain. Hana berasa punya keluarga baru. mereka tampak saling menyayangi.


"Assalamu'alaikum" salam dari luar mengagetkan mereka yang sedang bercengkrama.


"Waalaikumsalam.mari masuk, Tuan dan Nyonya Bram. Apa kabar?" tanya Riza menyambut kedatangan keluarga Brian.


"Baik Tuan Riza. wah sedang kumpul keluarga yaa. maaf kami malah mengganggu dan merepotkan."


"tidak apa-apa Tuan, mereka juga datang tanpa pemberitahuan." Riza menggiring tamunya sambil tertawa.


mereka langsung memulai makan malam dengan hening. setelah makan mereka bercengkrama bersama.


Zahra bercengkrama dengan keluarga Brian.


"Mereka cocok ya pah, persis seperti ibu dan anak." Kania berbisik pada Riza.


"iya mah. semoga anak kita berjodoh dengan Brian ya Mah. Mama lihat nyonya Maya tampak menyayangi Zahra." Riza menjawab Kania.


"ya pah, Mama juga berharapnya begitu. mereka yang selalu mendukung Zahra waktu mulai usahanya. tak heran nyonya Maya begitu mengenal Zahra." ada kegetiran di suara Kania mengenang masa lalu.


"semua sudah berlalu mah, sekarang kita tinggal memperbaiki kesalahan di masalalu." Riza menenangkan Kania.


*****


Terima kasih semuanya. maaf jarang update.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya yaa..


😄😄😄


__ADS_2