Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
18


__ADS_3

setelah pertemuan dengan keluarganya Aqila menjadi pribadinya yang dulu, ramah dan mudah tersenyum, meski dulu juga tak dingin tapi sekarang karyawannya mulai bisa lebih rileks dari sebelumnya.


Aqila merasa lega telah saling memaafkan dan bahagia telah di Terima oleh keluarganya.


"permisi bu ada yang ingin bertemu" Nadia memberitahu.


"siapa" tanya Aqila.


"ibu melisa bu" jawab Nadia.


"persilahkan beliau masuk" Jawab Aqila.


"apa kabar nak, kenapa tak mengabari bunda kalau ada di sini" tanya bunda melisa dengan wajah kesal.


"Bunda,,kenapa sih selalu tahu aku di mana" jawab aqila yang juga menatap kesal Bunda.


"hei kenapa memasang wajah jelek itu, tak tahu kah Bunda sangat merindukanmu"kata Bunda lagi.


" aku juga merindukan Bunda, tapi aku kesal pada paman zain kenapa harus memberitahu bunda semuanya,rencananya malam ini aku mau menginap di tempat bunda,tapi karena bunda sudah disini aku tak jadi kesana"kata aqila lagi.


"hei kata zain kau di sini cuma 3 hari dan ini hari terakhir mu, mangkanya bunda kemari" bela bunda.


"iya aku cuma 3 hari mengurusi perusahaan tapi 4harinya aku mau kerumah bunda, aku kangen tahu pengen jalan bareng" jawab Aqila sambil tersenyum.


"dasar kalian mempermainkan bunda ya.awas aja zain juga akan bunda balas"melisa terus saja mengomel, sementara Aqila terus tertawa di sertai kekehan dari ponsel aqila.


" hei bunda tahu suara siapa itu"kata bunda.


melisa menghampiri Aqila di kursinya yang sedang memegang ponsel.


"Hai meli, lama juga aku tak melihat tingkahmu yang seperti itu, haha" Zain terus tertawa di sebrang sana.

__ADS_1


"puas hem mengerjai saya, ingat Zain ada bayaran untuk semua ini" melisa terus cemberut.


"baiklah aku minta maaf, sudah dulu ya aku mo keluar, assalamu'alaikum jangan lupa setelah ini langsung pulang Aqila" Zain langsung menutup telponnya.


"ayo pulang my beby pasti merindukan kamu" melisa mengajak pulang Aqila.


" maaf bun kerjaan qila masih banyak, mungkin besok qila ke rumah soalnya harus lembur malam ini agar beres semua"kata melisa dengan nada menyesal.


"ya sudah, kalau gak selesai hari ini besok lagi aja, jangan sampai lembur nanti Sakit" melisa khawatir dengan kondisi Aqila.


"iya bun, makasih buat semuanya" melisa berucap lirih.


" sama-sama sayang semua sudah di atur Allah kita hanya bisa menjalani"kata melisa.


"aku bahagia bunda, tak menyangka setelah aku menyerah semua berubah, tak hanya nyawa, keluarga pun kembali semua dengan cintanya,Terima kasih bunda" aqila mengungkapkan isi hatinya.


"maafkan bunda yang baru tahu keadaan kamu setelah kamu menderita terlalu lama, bunda sangat menyesal" melisa berurai air mata.


mereka terus larut dalam cerita, tangis dan tawa mewarnai kebersamaan mereka.


****


keluarga Bram sedang bersantai di akhir pekan.mereka terbiasa saling meluangkan waktu untuk bersama, Brian juga di sana tapi tak bersuara, orang tuanya saling lirik merasa bingung dengan keadaan anaknya.


"Brian, Brian"panggil Bram yang melihat Brian terus melamun.


" ya yah kenapa "Brian terkaget karena panggilan Bram.


" ada apa? kenapa melamun terus dari tadi"maya merasa heran dengan Brian yang terbiasa manja padanya.


"yah, Bu sudah berapa lama kenal dengan Aqila" tanya Brian tiba-tiba.

__ADS_1


"sudah 3 tahunan, kenapa memangnya" jawab maya, maya merasa heran dengan pertanyaan anaknya.


"apakah ayah tahu dari keluarga mana dia berasal" tanya Brian.


"ntah lah dia hanya berkata dia bersama tantenya di negara lain, ada apa memangnya" timpal Bram yang sudah bertanya pada aqila.


"apakah sebelum kerjasama papa tak menyelidiki dia dan perusahaannya" tanya Bram lagi.


"pernah mangkanya awal mula saat dia mengajukan kontrak ayah tolak,tapi saat itu ibumu meminta ayah menyetujuinya karena melihat ada yang berbeda padanya,ntahlah insting wanita mungkin, dan juga melihat tekadnya yang kuat ayah pun menyetujuinya"


cerita Bram.


"yah, Bu Aqila itu anaknya rekan bisnis kita" kata Brian dengan tertunduk.


"oh ya,siapa itu" Jawab ibunya semangat.


"keluarga Mahardika" kata Brian lesu.


sementara orang tuanya diam karna kaget.


"terus apa hubungannya Aqila dengan lamunan mu" tanya ibunya dengan bingung.


"Brian menyukai aqila Bu, tapi melihat dari keluarga mana dia berasal Brian jadi takut Bu.


" takut kenapa" ibu bertanya lagi.


" aku dan dia berbeda Bu" sedih Brian sambil membayangkan aqila yang tak bisa lagi ditemuinya.


"Brian dengar, aqila gadis baik ibu percaya dia takan membedakan kasta, jalani saja apa adanya Brian, ingatlah jodoh tak akan kemana, tak usah takut dan murung. ingat lah menyukai boleh memaksa jangan" nasehat ibu.


*****

__ADS_1


allhamdulilah bisa up juga, makasih yang udah baca, jangan lupa kasih semuanya ya like dan komen nya juga, tong hilap.


__ADS_2