Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
19


__ADS_3

kesulitan dan kesakitan pasti berlalu, berada di dunia fana yang beroda semua bisa berubah seperti yang di alami AQILA QUEEN ZAHRA sekarang roda nasib membawanya pada bahagia bersama keluarganya.


akhir pekan keluarga mahardika berkumpul di sebuah resto ternama.


"Assalamu'alaikum" di tengah obrolan citra masuk ke ruangan tersebut.


"Waalaikumsalam" jawab serempak semua keluarga.


"Hai sayang kenapa telat" Rian menghampiri citra dan menggandeng tangannya.


citra masuk dan menyalimi calon mertuanya.


"apa kabar mah, pah semuanya" citra bertanya sambil tersenyum pada semuanya, citra duduk di samping Rama dan zahra.


"Hai kak senang bisa melihat kakak, aku citra" citra memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.


"Hai juga, kakak zahra salam kenal" zahra pun menyambut uluran tangan citra sambil tersenyum. mereka berdua pun terlibat obrolan yang seru sehingga mengabaikan semuanya.


semua tersenyum melihat keakraban mereka. terutama zahra yang terus mereka lihat. mereka kagum dengan sipat keduanya.


"maaf apakah bisa kita mulai makannya" tanya mama Kania yang membuat citra dan zahra menoleh ke semua orang lalu tersenyum tak enak telah mengabaikan mereka.


"maaf semuanya, mari makan" zahra menjawab dan mempersilahkan semuanya.


mereka makan dalam diam, setelah selesai pelayan pun mengangkat semua bekas makan mereka dan menggantinya dengan cemilan.


"maaf semuanya papa ada sedikit pemberitahuan.

__ADS_1


zahra, Bima papa ingin bertanya pada kalian.


apakah kalian keberatan kalau Rian dan citra menikah" tanya Riza pada kedua anaknya.


"Tidak pah" kompak keduanya menjawab lalu tersenyum.


"apa kalian tak apa-apa kalau di langkahi" tanya mama Kania.


"Ya tidak apa-apa" Jawab zahra.


"aku pikir-pikir dulu lah" jawab Bima dengan wajah seriusnya.


"BIM kok jawabnya gitu sih" Rian menatap citra dan merasa tak enak.


"Emang kapan lo nikahnya" tanya Bima.


"oke besok malam kita kerumah citra nentuin tanggal" kata Bima.


"hei kenapa kamu yang memutuskan papah masih disini loh" kata Riza.


Bima dan Rama menunduk dan meminta maaf.


" maaf pah, mah" ucap Bima dan Rama bersama.


"papah sama mama setuju kok" kata Kania di sertai kekehan Riza, helaan lega Bima serta sorakan Rama.


"sebentar jangan senang dulu lo, ada syarat yang harus lo jalanin.

__ADS_1


semua menatap Bima dengan sorot mata bertanya.


"hem,,, begini, gue sama kak zahra kan ada proyek kerja sama dan kita belum dapat orang yang tepat buat megang proyek tersebut. dan gue mau lo yang megang proyek tersebut. gimana? " tanya Bima.


"gak mau rugi banget lo sama adik sendiri, kapan memangnya proyek itu di mulai" tanya Rama.


"tiga bulan lagi" Jawab Bima.


" Bim jangan kasian Rama, nanti kelelahan" kata zahra khawatir.


"gak akan kak,, Bima udah mastiin jadwal nya kok" jawab Bima yang mendapat pelototan Rama.


"oh jadi lo udah tahu sebelumnya gue kosong mangkanya lo ngajuin syarat itu" tanya Rama yang di jawab anggukan oleh Bima.


"rese lo,, oke gue setuju tapi keuntungannya bagi rata" kata Rama juga bernegosiasi.


"oke setuju" jawab Bima sambil tersenyum.


"lihat tuh anak papah apa aja jadi bahan negosiasi, kelihatan banget gak mau rugi" Kania berkata sambil menyikut perut riza.


"Namanya juga pebisnis mah, gak ada rugi dalam kamusnya" jawab Riza sambil terkekeh. sementara ketiga perempuan di situ cuma bisa geleng kepala melihatnya.


_____


Hai semua pembaca saya ucapkan Terima kasih buat semuanya yang sudah bersedia membaca karya saya...


jangan lupa like dan komennya yaa😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2