
Aqila keluar dari perusahaan pukul 11 siang, ada janji temu dengan tante Maya untuk makan siang bersama di rumahnya, karena lumayan jauh Aqila memutuskan berangkat awal karena Aqila takut macet hingga telat untuk sampai kesana,, dijalan Aqila memutuskan membelokan mobilnya di toko kue, Aqila ingin membawa kue kesukaan maya.
"Tolong bungkus kue yang itu" kata maya dan seorang pemuda bersamaan.
"maaf tapi kue yang di sini tinggal satu,kalau mau menunggu di belakang sedang membuat yang baru" kata seorang pelayan dengan senyum ramahnya.
"Baiklah saya akan menunggu" keduanya berkata kompak kembali, kemudian saling pandang dan tersenyum bersamaan.
"ladies first, tak perlu menunggu, biar saya yang menunggu" kata sang lelaki.
"tak apa saya saja yang menunggu anda terlihat sedang buru-buru" kata Aqila.
"Brian, panggil saya Brian saja tidak perlu terlalu formal" Brian mengulurkan tangan pada Aqila.
"Aqila panggil saja begitu" balas Aqila
"baiklah Aqila silahkan ambil kuenya terlebih dahulu biar saya yang menunggu, anggap saja perkenalan dari saya" kata Brian dengan tersenyum ramah.
"oke baiklah, percuma juga kita terus berdebat karena kuenya sudah datang kembali" Aqila tersenyum sambil melihat kearah pintu dapur yang menampilkan pelayan lain sedang membawa loyang kue.
Brian dan Aqila pun kompak tersenyum kembali.
"mbak ini bayarannya,sekalian sama punya Aqila ya" Brian menyodorkan sebuah kartu.
"Aku bisa bayar sendiri Brian" tolak Aqila.
"gak papa, anggap aja hadiah perkenalan, dan Terima kasih sudah menemani saya menunggu"kata Brian sambil terkekeh.
" Bisa saja,, ya sudah saya duluan kalau begitu Terima kasih kuenya, kapan-kapan jika bertemu lagi saya akan mentraktir kamu"
"baik lah, semoga kita bertemu lagi dan hati-hati di jalan" kata Brian.
"sama-sama" timpal aqila dan berlalu.
_____
"Assalamu'alaikum" salam Aqila ketika memasuki rumah maya.
"Wa'alaikumsalam" jawab maya dari dalam.
"Bu, gimana kabarnya" tanya Aqila sambil mencium punggung tangan maya.
__ADS_1
"baik sayang, kamu gimana, kemana aja" tanya maya dengan beruntun
"Baik kok Bu, gak kemana-mana biasa lah Bu urusan kantor, kalo gak nyempetin ya gak ada waktu maklum kantor baru" jawab Aqila sambil menyerahkan bingkisan kue pada maya.
"kamu ini di larang bawa apa-apa juga masih aja repot-repot,, ayo ke belakang langsung makan" ajak maya pada Aqila.
"Bu bapak gak pulang,,? " tanya Aqila yang tidak mendapati adanya pak Bram di meja makan.
"sebentar lagi juga datang kita makan duluan aja" jelas Bu maya.
"nanti aja ya Bu bareng bapak Aqila gak enak " tolak kila pada makanan yang mau dihidangkan.
"assalamu'alaikum Bu, maaf yaa ayah telat, Aqila kenapa belum makan" tanya Bram
"ya nungguin ayah, tumben ayah telat" kata Bu maya.
"iya ada seseorang yang bikin telat" kata ayah sambil tersenyum.
"ya sudah ayo makan kasian tamu ibu terus menunggu" kata ibu merajuk.
"Assalamu'alaikum" datang lagi suara dari luar menuju tempat makan.
"Waalaikumsalam,, aduh nak kamu pulang toh, kenapa ndak ngabarin ibu toh" Bu maya langsung memeluk anaknya tersebut.
"ya sudah ayo makan, Ayah kenapa gak bilang kalau Brian pulang ibukan bisa masak kesukaannya" kesal ibu pada pak Bram.
"lah ayah aja ketemunya pas di belokan rumah kita kok" sahut Bram yang tak mau ada salah paham.
"jadi kapan makannya,Brian apa aja masuk Bu"timpal Brian
" Hai Aqila,kita bertemu lagi "sapa Brian pada aqila.
" Hai juga Brian "jawab aqila sambil tersenyum.
" mari makan sesi tanya jawab nanti saja, keburu makanannya dingin" pak Bram menghentikan gerakan mulut ibu yang akan menginterogasi anaknya.
mereka makan dalam hening tidak ada pembicaraan apa pun karena sudah jadi aturan keluarga itu dilarang bicara saat makan.
"jadi kapan kalian kenal, apa jangan-jangan kalian pacaran diam-diam" tanya bu Maya dengan spekulasi nya sendiri.
"kami kenalnya barusan" jawab keduanya bersamaan lalu mengundang tawa semuanya.
__ADS_1
"kami kenal di toko kue langganan ibu tadi, kalau tau mau kesini tadi barengan" kata Brian melirik Aqila.
"kan aku gak tau kalau kamu anaknya pak Bram sama Bu Maya" bela Aqila.
mereka pun terus berbincang bersama.
" Bu maaf Aqila pulang duluan ya, Aqila lupa siang ini ada meeting di kantor " Maya izin pamit.
"ya sudah gak apa-apa, nanti sering main kesini yaa" Maya pun mengijinkan.
"Bu, ayah juga mau kembali ke kantor" pak Bram juga pamit.
"Aku juga ikut yah, aku ingin tau keadaan kantor" Brian ikut ke kantor.
_____
"yah bagaimana orangnya Aqila itu" tanya Brian pada Bram.
"Baik, pekerja keras juga cantik, kenapa bertanya, suka? " tanya Bram.
"gak tau juga pah kan baru kenal,, tapi ibu juga ayah kok bisa dekat dengan Aqila"tanya Brian.
" ayah kenal Aqila hampir dua setengah tahun, pertemuan pertama dia menawarkan sebuah produk pada perusahaan,,dia optimis dan pekerjakeras,awalnya papa menerima produk dia karna suka akan Keoptimisandia, tapi siapa sangka produknya begitu bagus.
dia merintis usaha dari bawah tanpa dukungan siapapun, dia menghendel semuanya sendiri. jatuh bangunnya dia papa tahu tapi dia tak pernah mengecewakan klien nya. itu lah yang papa salut dan suka dari dia"cerita pak Bram pada Brian.
"emang dia gak punya siapa-siapa yah" tanya Brian.
"Ayah gak tau pastinya tapi yang Ayah tau dia punya seorang bunda namanya melisa, dia berada di negara c kalau tidak salah"terang Bram.
" yah bolehkan Brian mengenalnya "
"itu tergantung Aqila sendiri mau tidak dekat denganmu, satu pesan ayah jangan mempermainkan dan menyakiti dia,, karna Ayah dan ibu sudah menganggapnya saudara atau anak, dia baik dan lugu Rian kalau bisa jagalah dia anggap dia adikmu jika kamu tak menyukainya" pesan Bram pada Brian.
" baik yah, Brian akan ingat selalu pesan ayah"...
______
Hai haihai,, hahahaha, maaf ya jika ceritaku Kurang greget namanya juga baru belajar.
terimakasih loh like dan komennya.
__ADS_1
like dan komen kalianlah yang membuat ku semangat dan memperbaiki tulisanku.
Terima kasih semuanya 😘