
setelah Brian kembali ke Negaranya ada rasa tak rela dalam hati Zahra tapi di tepisnya karena perasaan itu asing di hatinya.
setelah 6 bulan giliran Zahra ke negara Brian mengurusi bisnisnya yang bermasalah.
setelah tau Zahra akan ke Negaranya Brian sudah menunggu di Bandara tanpa diketahui oleh Zahra.
"pak langsung ke rumah yaa, "kata Zahra yang mengira itu sopir kantornya.
Zahra sibuk lagi bersama laptopnya hingga tak menyadari dirinya di bawa kemana.
"maaf sudah sampai," deg.. deg.. jari jemari yang sedang memainkan keyboard laptop itu seketika berhenti,Zahra langsung mendongak dan melihat ke sekelilingnya dimana dia melihat rumah yang sering dia datangi.
"kak Brian kenapa gak bilang dari tadi kalau yang jemput itu kakak" cemberut Zahra yang di balas kekehan Brian.
"udah masuk dulu aja, Ibu sama Ayah udah nunggu" jawab Brian mengingatkan.
mereka pun masuk bersama dan di sambut pelukan Ibu maya.
"assalamualaikum Bu, apa kabar? " tanya Zahra.
"baik Nak kenapa baru kesini sekarang, Ibu udah kangen banget loh" jawab Bu maya.
"maaf Bu sibuk mengelola perusahaan baru" jawab Zahra sambil tersenyum.
"malam pak, apa kabar?" Zahra menyapa Bram.
__ADS_1
"baik, kamu sendiri bagaimana, semua lancar kan disana" tanya balik Bram.
"baik kok Pak" jawab Zahra singkat.
"sudah-sudah ayo istirahat dulu disini" Bu maya menengahi.
"tapi Bu ini udah malam, Aqila pulang saja" Zahra mencoba menolak.
"Udah istirahat di sini aja,Brian tolong bawa ke atas yaa ke kamar tamu, ingat ke kamar tamu bukan kamu"Bu maya menggoda keduanya.
godaan maya membuat keduanya salah tingkah.
awalnya Zahra menolak untuk tinggal di sana karena merasa tak enak tapi karena lelah dari perjalanan jauh juga paksaan orang tua Brian akhirnya Zahra menyetujuinya.
pagi harinya Zahra sudah turun ke bawah menghampiri pegawai yang sedang memasak sarapan.
"aduh non bikin kaget aja,lagi buat sarapan Non" Jawab Bu sari pelayan rumah Brian.
"panggil Aqila aja Bu jangan non berasa jauh banget kita" jawab Zahra.
"jangan non gak enak" jawab Bu Sari.
"gak apa-apa Bu, ayo biarkan saya membantu membuat kotor dapur ini" Zahra memulai membantu masak Bu sari.
"Bu kita udah masak bareng ibu juga tau nama saya kok saya belum tau nama ibu"Zahra mengajak berkenalan Bu sari.
__ADS_1
" oh iya bibi lupa,, nama bibi sari Non"keduanya terkekeh bersama sambil menyelesaikan masakan mereka saking fokus keduanya di dapur sampai tidak menyadari bahwa ke tiga penghuni rumah sudah duduk di meja makan, begitu berbalik mereka tersenyum melihat ketiganya sedang menatap mereka.
"pagi semuanya,,maaf pagi-pagi sudah membuat keributan dan kekacauan di dapur dan rumah kalian" kata Zahra sambil tersenyum.
ketiganya tersenyum sambil mengangguk.
"mari sarapan semuanya,,maaf kalau di luar harapan" kata Zahra.
ketiganya menatap hasil masakan Zahra sambil menahan air liur mereka.
"mari kita mulai sarapan yang beragam dan sudah terhidang ini" kata pak Bram.
semua makan dengan kepuasan di lidah mereka.
"hei mari kita tahan Zahra untuk menjadi koki kita" semangat Maya.
"setuju"kedua lelaki itu bersorak lantang.
"Hei baru aku tahu kalian punya kesamaan" maya berkata dan diangguki Zahra.
kedua lelaki itu kemudian tersenyum.
"ini yang di namakan kompak sayang,iyakan Brian" kata Bram pada Maya.
setelah sarapan Zahra di antar oleh Brian ke kantornya.
__ADS_1
****
Terima kasih.