
setelah kembali ke kamarnya Bima juga terus merenung, rasa kehilangan dan penyesalan pun terus menghantuinya.
berbeda dengan anak-anaknya Riza dan Kania masih biasa saja atas kematian Zahra.
mereka menganggap semua setimpal untuk Zahra.
___
pagi itu suasana meja makan sepi hanya ada papa Riza dan mama Kania, kedua anaknya mengurung diri sejak kemarin.
"Bu Lani, bu udah siap belum" Rama memanggil bu Lani.
"sebentar den" saut bu Lani dari belakang.
"kamu mau ke mana" tanya mama Kania.
"ke makam kak Zahra mah, pah"
tak lama keluarlah bu Lani.
"pah, mah Rama berangkat ya"
"nyonya tuan saya mohon izin mau ziarah dulu" pamit bu Lani.
pak Riza dan bu Kania hanya mengangguk pada keduanya.
"eh tungguin gue" teriak Bima dari atas.
ya Bima memutuskan berdamai dengan semua rasa sakit pada Zahra, melihat ketulusan adiknya dia pun mau meminta maaf pada Zahra meskipun terlambat.
"pah mah Bima juga pamit"
lalu semua berangkat menggunakan mobil Rama.
sesampainya di pemakaman bu Lani langsung terduduk di pusara Zahra.
"nduk ini ibu, kenapa nduk ninggalin ibu, ibu gak nyangka nduk bakal ngelakuin hal yang tak pernah ibu pikirkan, nduk kamu wanita baik semoga salahmu di maaf kan dan kebaikanmu di Terima, maaf kan ibu nduk disaat terakhir mu ibu ga ada" bu Lani meminta maaf dan menangis didepan pusara Zahra.
Rama dan Bima juga berjongkok ikut mendoakan Zahra dan meminta maaf, kini rasa bersalah dan menyesal makin menghampiri keduanya.
"kak aku minta maaf selama ini selalu menyakiti kakak" kata Bima
sedangkan Rama telah sesenggukan akibat penyesalan.
"kak meski kata maaf tak bisa mengembalikan kakak, aku tetep minta maaf, seandainya malam itu aku gak gelap mata dan menyakiti kakak dengan perkataan adek mungkin kakak masih hidup, maaf kak adek menyesal dan merasa terus bersalah atas kematian kakak" kata Rama.
______
FLASEBACK:
"aaaashh,,, sakit tolong,, ayah bang Riza tolong,,, kania mau melahirkan.
orang-orang pun semua bangun,, semuanya panik menghadapi persalinan pertama Kania.
" ayo di bawa kerumah sakit dulu Riza,ayah dan ibu nanti menyusul dengan perlengkapan kania"Kirana ibunya Riza menyadarkan Riza dari paniknya.
" iya bu" Riza langsung menggendong kania lalu di temani simbok memawa kania ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit kania langsung di bawa masuk. tak lama kemudian ayah dan ibu Riza datang. setelah beberapa saat terdengar suara tangis bayi. mereka sangat bahagia, suster keluar dan memberi tau bahwa anaknya perempuan. Riza dan orang tuanya masuk ke dalam kamar setelah di persilahkan.
"wah cantik sekali cucu oma dan opa, selamat ya kania anakmu cantik mirip denganmu"kata Kirana sambil menggendong cucunya.
" apakah sudah kau siapkan nama untuknya Riza "tanya bagas
" adzani dulu saja za"peringatan sang ibu.
"iya bu, sudah yah tenang aja"
Riza langsung mengadzani anaknya tersebut.
__ADS_1
" Hai anak papa, ini papa sayang papa mau kasih kamu nama Rika mahardika semoga suka yaa sayang "
setelah mengadzani dan memberikan nama Riza memberikan Rika pada kania untuk di susui.
"bu yah, mending pulang aja,ini udah larut banget biar Riza aja yang disini" kata Riza yang kasian. melihat mereka yang kelelahan.
"ya sudah ayah sama ibu pulang dulu ya jaga baik-baik mantu dan cucu ibu"
"iya bu"
ditengah jalan ayah melihat orang kepercayaan anaknya masuk ke ruang persalinan.
"marwan sedang apa kau disini" tanya Bagas.
"hanya menjenguk teman, tuan" kata marwan.
"tuan sendiri sedang apa,, apa terjadi sesuatu"
"tidak ada apa-apa,, hanya Kinanti baru saja melahirkan,, kata bagas
" Laki-laki atau perempuan, tuan"tanya marwan
"perempuan,, oh iya saya sekarang akan pulang tolong jaga cucu saya"perintah bagas
"baik tuan" kata marwan.
bagas dan Kirana pun berlalu, sedangkan Marwan masuk ke ruang persalinan.
disana dia melihat humaira istrinya menangis tiada henti..
"ada apa kenapa kamu menangis" tanya Marwan pada humaira istrinya.
"kak,, hiks kakak anak kita meninggal kak"
Marwan mematung mendengar bayi nya meninggal.
"apa yang sebenarnya terjadi Aira, kenapa anak kita bisa meninggal" Marwan sangat terpukul
" anakku sudah tiada, anak Riza juga harus tiada" dengan pikiran yang kacau marwan pergi ke ruang persalinan Kania, dia amat cemburu melihat Riza sedang memangku Rika,
"wih yang baru jadi ayah, selamat ya,, awas lecet tuh pipi Rika" canda marwan.
"biasa lah bro, oh iya mumpung lo di sini gue mau titip perusahaan dulu ya bro, mau nikmati peran baru nie"
"ok santai aja, asal gajinya berlipat-lipat"
"ah elu wan"
"canda gua Riz, eh gue mau pulang dulu ya"pamit marwan
"oke deh, Hati-hati" jawab riza.
____
"ahhhhh...tolong....tolong... "teriak seorang suster.
" ada apa Sus"dokter pun tiba karena kaget mendengar teriakannya.
suster pun menunjuk ke salah satu ranjang bayi, dokter itupun kaget dan langsung berlari.
"permisi pak Riza,, maaf saya mau memberi tau kalau anak anda meninggal" terang sang dokter pada Riza.
"kenapa bisa begitu" teriak marah Riza
"sepertinya anak anda di bekap seseorang tuan"
"Apaaa, segera cek CCTV-nya" Riza pun ke ruang control.
"cari tau siapa yang membunuh anak saya" perintah Riza pada bawahannya, melalui telpon.
__ADS_1
semua keluarga berkumpul di rumah utama, Kania terus menangis di pelukan Riza.
"marwan urus dulu perusahaan, Riza temani istri mu dulu, dan kalian cepat cari pelakunya"
perintah bagas tak bisa di bantah.
"laksanakan tuan" kata Marwan dan dua orang yang disuruh menemukan pelaku.
____
"maaf tuan ada masalah besar di perusahaan"
kata seorang stap memberi tahu ke kediaman mahardika.
"apa yang terjadi, bukankah Marwan sudah mengurus semuanya" bentak bagas.
"maaf tuan, pak marwan sudah seminggu ini tidak masuk kantor tuan.
" apa,, kemana dia,, Boby cari marwan sampai ketemu dan bawa ke hadapanku" perintah bagas tegas.
_______
"Kurang ajar apa salah kami padamu marwan. aku sudah mempercayaimu dan menganggapmu keluarga, tapi apa yang kau lakukan pada anak dan cucuku, kau tega membunuh cucuku"kata bagas, terlihat di sorot matanya dia kecewa dan terluka.
" Ini disebut karma bagas, aku tak mungkin menyesalinya semua yang kau lakukan padaku dan keluargaku lebih kejam, aku hanya membunuh satu keluargamu dan menghancurkan perusahaan mu. harusnya aku membunuh kalian tanpa sisa"bentak marwan pada bagas.
"apa yang kau bicarakan" kakek bagas meminta penjelasan.
"kau ingat mahesa dia ayahku, karna tuduhan kejimu dia di pukuli warga hingga tak bernyawa. padahal dia menganggapmu keluarga. setelah beberapa saat ibuku juga menyusulnya karna dia tak bisa bertahan dengan caci maki warga. kau ingat kan bagas" jelas marwan.
"mahesa memang,melakukan kebejatan itu marwan dia memper**sa adikku" teriak kakek bagas.
"aku tak akan percaya padamu" marwan balas berteriak.
"Kau dan ayahmu sama-sama penghianat, bereskan dia" perintah tuan bagas pada bawahannya.
dor...dor, dua tembakan akhirnya membunuh marwan.
"Cari sampai dapat anak dan istri marwan, lalu habisi mereka" perintah tuan bagas lagi.
humaira yang tau dirinya sedang di cari pun menampakan diri.
dia menemui Kania dan Riza.
"apa kabar tuan, nyonya saya minta maaf untuk kesalahan suami saya,, saya mohon ampun" humaira menangis karena rasa bersalahnya.
"ini saya kembalikan anak... ahhhh" humaira langsung tersungkur akibat tembakan yang di lakukan bagas.
"tolong jaga putri ku,, AQILA QUEEN ZAHRA" pesan terakhir humaira,
Riza menghalangi bagas yang akan mengambil zahra.
"apa yang kau lakukan, aku akan menghabisinya" teriak bagas murka.
"ayah, anakku sudah tiada, biarlah aku merawat anak ini" mohon Kania pada bagas.
"apa kau serius dengan perkataanmu" tanya Riza pada Kania.
"iya, aku serius"
"baiklah aku setuju, anggap saja untuk membalas jasa marwan padaku"
"bagaimana menurut ayah "tanya Riza pada bagas.
" kau sudah memutuskan, untuk apa bertanya lagi padaku"
bagas lalu berpaling dan meninggalkan mereka dengan kemarahan. dia tidak suka anak itu bersama dengan Riza.
_____
__ADS_1
like komen nya di tunggu ya